Peraturan

BI Icon

Departemen Komunikasi​

9/13/2021 12:00 AM
Hits: 4386

​Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 23/18/PADG/2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Layanan Kebanksentralan

Peraturan Bank Indonesia
Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah
Berlaku

RINGKASAN PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR

 

Peraturan                  : Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 23/18/PADG/2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Layanan Kebanksentralan  

Tanggal berlaku        : 13 September 2021

 

I.               Peraturan Anggota Dewan Gubernur ini merupakan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 23/18/PADG/2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Layanan Kebanksentralan. 

II.               Latar belakang penerbitan PADG ini yaitu untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan Nasabah dan pengelolaan Layanan Kebanksentralan.

III.               Beberapa hal yang diatur dalam PBI ini meliputi:

1.          Penyediaan Layanan Kebanksentralan (Layanan) kepada Nasabah.

2.          Pengelolaan Nasabah terdiri atas:

    1. permohonan menjadi Nasabah,
    2. persetujuan menjadi Nasabah,
    3. perubahan data Nasabah, dan
    4. penetapan status Nasabah.

3.          Pengelolaan Layanan terdiri atas:

    1. permohonan memperoleh Layanan,
    2. persetujuan memperoleh Layanan,
    3. perubahan data Layanan, dan
    4. penetapan status Layanan.

4.          Kriteria Nasabah Layanan Kebanksentralan.  

5.          Pihak yang dapat menjadi Nasabah.

6.          Dokumen persyaratan untuk menjadi Nasabah.

7.          Permohonan menjadi Nasabah kepada Front Office Perizinan (FO Perizinan) melalui aplikasi perizinan Bank Indonesia.

8.          Dalam memproses permohonan menjadi Nasabah, Bank Indonesia melakukan:

      1. penelitian terhadap kelengkapan dokumen persyaratan;
      2. penelitian terhadap kebenaran administratif;
      3. penelitian terhadap kebenaran substantif; dan
      4. penelitian terhadap kebenaran spesimen tanda tangan Pimpinan.

9.     Persetujuan atau penolakan permohonan menjadi Nasabah disampaikan melalui aplikasi perizinan Bank Indonesia paling sedikit memuat informasi mengenai:

  1. nama Nasabah;
  2. nomor CIF; dan
  3. tanggal efektif menjadi Nasabah.

10.       Perubahan data Nasabah disampaikan kepada FO Perizinan secara nirkertas melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia meliputi:

    1. Perubahan data nasabah; dan/atau
    2. Perubahan data Pimpinan

11.       Dalam pengelolaan Nasabah berlaku 2 (dua) jenis status Nasabah yaitu aktif dan ditutup.

12.       Perubahan status Nasabah dari aktif menjadi ditutup ditetapkan berdasarkan:

  1. permintaan Nasabah; atau
  2. keputusan Bank Indonesia, atas dasar:
        1. permintaan otoritas yang berwenang; atau
        2. hasil evaluasi Bank Indonesia.  

13.       Perubahan status Nasabah atas permintaan Nasabah disebabkan karena:

    1. penggabungan, peleburan, atau pemisahan;
    2. pengalihan aset dan kewajiban yang bukan merupakan penggabungan, peleburan, atau pemisahan yang dilakukan berdasarkan persetujuan lembaga yang berwenang;
    3. hal lainnya yang diatur oleh otoritas yang berwenang;
    4. likuidasi atas permintaan pemegang saham (self-liquidation) yang telah disetujui oleh otoritas berwenang; atau
    5. alasan lain yang disetujui oleh Bank Indonesia;

14.       Jenis Layanan yang disediakan oleh Bank Indonesia berupa:

a.       Layanan Jasa Kebanksentralan, terdiri atas:

  1. layanan Rekening Giro di Bank Indonesia;
  2. layanan Transaksi Letter of Credit di Bank Indonesia;
  3. layanan Sub-Registry Bank Indonesia; dan
  4. Layanan Jasa Kebanksentralan lainnya;

dan  

b.       Layanan Kepesertaan melalui:  

  1. Sistem Bank Indonesia-Electronic Trading Platform;
  2. Bank Indonesia-Scripless Securities Settlement System;
  3. Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement;
  4. Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia; dan
  5. sistem lainnya yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

15.       Nasabah menyampaikan permohonan memperoleh Layanan yang disampaikan kepada Bank Indonesia melalui FO Perizinan menggunakan Aplikasi Layanan Bank Indonesia.

16.       Dokumen persyaratan untuk memperoleh Layanan.

17.       Dalam memproses permohonan memperoleh Layanan, Bank Indonesia melakukan:

  1. penelitian terhadap kelengkapan dokumen persyaratan;
  2. penelitian terhadap kebenaran administratif; dan
  3. penelitian terhadap kebenaran substantf.

18.       Persetujuan atau penolakan permohonan memperoleh Layanan disampaikan melalui aplikasi layanan Bank Indonesia.

19.       Perubahan data Layanan Jasa Kebanksentralan disampaikan kepada FO Perizinan secara nirkertas melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia meliputi:

    1. Perubahan Pejabat yang Mewakili; dan/atau
    2. Perubahan data Layanan Jasa Kebanksentralan.

20.       Perubahan data Layanan Kepesertaan dilaksanakan sesuai sesuai dengan ketentuan Peraturan Bank Indonesia mengenai kepesertaan dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal serta ketentuan Peraturan Bank Indonesia mengenai penyelenggaraan transaksi, penatausahaan surat berharga, dan setelmen dana seketika.

21.       Nasabah menyampaikan perubahan data Layanan Kepesertaan kepada FO Perizinan secara nirkertas melalui Aplikasi Layanan Bank Indonesia.

22.       Dalam pengelolaan Layanan Jasa Kebanksentralan berlaku 2 (dua) jenis status yaitu:

  1. aktif; atau
  2. ditutup.

23.       Penetapan status Layanan dapat berdampak terhadap perubahan status Nasabah dan/atau status Layanan lainnya.

24.       Penetapan status Layanan Kepesertaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Peraturan Bank Indonesia mengenai kepesertaan dalam penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal serta ketentuan Peraturan Bank Indonesia mengenai penyelenggaraan transaksi, penatausahaan surat berharga, dan setelmen dana seketika.

25.       Penerapan prinsip kehati-hatian pada pengelolaan Nasabah dan pengelolaan Layanan meliputi identifikasi, verifikasi, dan/atau pemantauan.

26.       Bank Indonesia menatausahakan spesimen tanda tangan untuk Nasabah dan Layanan.

 

27.       Spesimen tanda tangan Pimpinan atau Pejabat yang Mewakili dapat berupa:

    1. tanda tangan basah; atau
    2. tanda tangan elektronik sepanjang telah terdapat standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

28.       Spesimen tanda tangan yang berlaku merupakan spesimen tanda tangan yang telah ditatausahakan di Bank Indonesia.

29.       Dalam hal terjadi keadaan tidak normal dan/atau keadaan kahar yang memengaruhi kelancaran proses pengelolaan Nasabah dan pengelolaan Layanan di lokasi Bank Indonesia, Bank Indonesia memberitahukan keadaan tersebut kepada calon Nasabah atau Nasabah berikut langkah penanganan untuk mengatasi keadaan tidak normal dan/atau keadaan kahar.

30.       Dalam hal Aplikasi Layanan Bank Indonesia belum dapat diimplementasikan untuk permohonan memperoleh Layanan tertentu, permohonan disampaikan melalui sarana yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

IV.           Ketentuan dalam PADG ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan yaitu tanggal 13 September 2021.

 


Lampiran
Kontak

​​Contact Center Bank Indonesia Bicara: (62 21) 131
e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB

Halaman ini terakhir diperbarui 9/14/2021 10:54 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga