Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

​​​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat

3/11/2022 12:00 AM
Hits: 1525

Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Barat Februari 2022

Kalimantan Barat
Triwulan

Perkembangan Ekonomi Makro Daerah
Perekonomian Kalimantan Barat pada triwulan IV 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 4,31% (yoy), melanjutkan tren pertumbuhan positif meskipun melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya, yang tumbuh sebesar 4,60% (yoy). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terutama didorong oleh kinerja pertambangan yang meningkat, konstruksi, jasa kesehatan serta perdagangan besar dan eceran. Dari sisi pengeluaran, perbaikan kinerja terjadi pada konsumsi rumah tangga dan ekspor.

Keuangan Pemerintah
Secara umum perkembangan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan kinerja yang baik. Realisasi pendapatan pada APBD Provinsi Kalimantan Barat triwulan IV 2021 mengalami peningkatan baik secara nominal maupun persentase. Persentase realisasi pendapatan pada APBD Provinsi Kalimantan Barat tercatat sebesar 99,91% atau Rp6,43 triliun. Angka realisasi ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan triwulan IV 2020 yang sebesar 97,79% atau Rp5,67 triliun. Kinerja positif juga ditunjukkan dari Realisasi belanja APBD Provinsi Kalimantan Barat hingga triwulan IV 2021 yang mengalami peningkatan secara nominal. Realisasi belanja APBD Provinsi Kalimantan Barat triwulan IV 2021 secara total sebesar Rp6.158,32 miliar atau 92,01%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV 2020 yang mencapai Rp5.873,66 miliar. Sejalan dengan realisasi belanja APBD Provinsi, persentase realisasi belanja Kementerian/Lembaga di Kalimantan Barat hingga triwulan IV 2021 sebesar 96,23% dari pagu anggaran, meningkat dibandingkan dengan persentase realisasi belanja triwulan IV 2020 yang sebesar 93,77%.

Perkembangan Inflasi Daerah
Inflasi Kalimantan Barat pada triwulan IV 2021 tercatat sebesar 1,45% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III 2021 yang sebesar 2,01% (yoy). Penurunan tekanan inflasi Kalimantan Barat terutama disebabkan oleh tekanan harga yang mereda pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Kelompok Kesehatan. Penurunan tekanan inflasi yang lebih dalam pada triwulan IV 2021 tertahan oleh peningkatan tekanan harga pada beberapa komoditas volatile foods antara lain minyak goreng, cabai rawit, dan cabai merah, serta Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya. Melihat perkembangan sampai dengan awal triwulan I 2022, inflasi Kalimantan Barat di tahun 2022 diprakirakan tetap berada pada rentang sasaran inflasi nasional, yaitu sebesar 3±1% (yoy).

Pembiayaan Daerah, Serta Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM
Pada triwulan IV 2021, DPK perbankan Kalimantan Barat tumbuh 9,58% (yoy), meningkat dibandingkan dengan  pertumbuhan DPK pada triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 2,43% (yoy). Kredit pada periode yang sama tumbuh 4,54% (yoy), berbalik arah dibandingkan dengan triwulan III 2021 yang terkontraksi sebesar -4,90% (yoy). Sementara itu, kualitas kredit mengalami penurunan, namun tetap stabil pada level yang rendah. Hal tersebut tercermin dari rasio NPL pada akhir triwulan IV 2021 yang sebesar 2,26%, meningkat dibandingkan dengan  triwulan III 2021 yang sebesar 1,81%.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Transaksi non tunai melalui Sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) pada triwulan IV 2021 tercatat meningkat 83,26% (yoy) secara nominal transaksi dan meningkat 11,63% (yoy) secara volume dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, transaksi SKNBI mengalami peningkatan 1,69% (yoy) dari sisi nominal dan perbaikan kontraksi pertumbuhan yoy dari sisi volume. Transaksi tunai mengalami net outflow sejalan dengan aktivitas perekonomian yang terus membaik.
Sementara itu, perkembangan implementasi Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) berjalan lancar. Tingkat penyerapan PKH pada triwulan IV 2021 sebesar 97,17% meningkat dibandingkan dengan triwulan III 2021 yang sebesar 88,29%. Selanjutnya, upaya akselerasi elektronifikasi transaksi keuangan di Kalimantan Barat juga terus dilakukan terutama pada percepatan perluasan QRIS dan menjaga kelancaran penyaluran program bantuan sosial. Jumlah merchant QRIS hingga akhir triwulan IV 2021 di Kalimantan Barat mencapai 158.957 merchant.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Kondisi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat berdasarkan perkembangan indikator ketenagakerjaan pada triwulan IV 2021 menunjukkan adanya penurunan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Barat pada bulan Agustus 2021 tercatat 5,82%, meningkat dari bulan Februari 2021 yang sebesar 5,73%. Di sisi lain, terdapat tren perbaikan kesejahteraan yang ditunjukkan dari tingkat kesejahteraan masyarakat pedesaan yang terefleksi melalui Nilai Tukar Petani (NTP) yang pada triwulan IV 2021 tercatat sebesar 143,61 atau meningkat dibandingkan dengan triwulan III 2021 yang sebesar 134,25. Angka NTP tersebut menjadi NTP tertinggi di wilayah Kalimantan. Seiring dengan perkembangan tersebut, tingkat kemiskinan Kalimantan Barat juga mengalami penurunan yang tercermin dari rasio kemiskinan pada bulan September 2021 yang tercatat 6,84% atau menurun dibandingkan dengan September 2020 yang tercatat 7,24%.

Prospek Perekonomian Daerah
Secara umum, perekonomian Kalimantan Barat pada tahun 2022 diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2021, didorong oleh peningkatan kinerja ekspor komoditas utama Kalbar terutama CPO akibat kenaikan harga komoditas dan permintaan global. Peningkatan kinerja perekonomian juga disebabkan progres kegiatan vaksinasi serta penanganan varian baru Covid-19 yang cukup responsif sehingga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan permintaan secara agregat.
Sementara itu, inflasi sampai dengan akhir tahun 2022 diperkirakan tetap terjaga dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional yang sebesar 3,0+1% (yoy). Beberapa upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPID antara lain menjamin ketersediaan pasokan dengan melakukan pengembangan komoditas, mendorong kelancaran distribusi, dan melakukan kerja sama perdagangan antar daerah. Kegiatan monitoring kondisi pasokan bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional, pasar modern, maupun pergudangan juga akan ditingkatkan, terutama menjelang periode perayaan hari besar nasional untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan, termasuk apabila terjadi tindakan spekulasi oleh para pedagang.​

Lampiran
Kontak
Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakilan BI ​Provinsi Kalimantan Barat

​​

Halaman ini terakhir diperbarui 3/11/2022 4:02 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga