Laporan Perekonomian Provinsi

BI Icon

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali​

6/13/2022 9:00 PM
Hits: 1853

Laporan Perekonomian Provinsi Bali Mei 2022

Bali
Triwulan

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN I 2022

Momentum perbaikan ekonomi Bali berlanjut pada triwulan I 2022, dengan pertumbuhan sebesar 1,46% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya yang sebesar 0,51% (yoy). Perbaikan sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi domestik seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pasca pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), serta relaksasi persyaratan perjalanan bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Selain itu, kembali dibukanya international direct flight dan peningkatan kegiatan Mice, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) juga berperan dalam mendorong perbaikan ekonomi. Dari sisi pengeluaran, membaiknya pertumbuhan ekonomi terutama bersumber dari kinerja konsumsi rumah tangga (RT) dan ekspor luar negeri. Sementara itu, dari sisi lapangan usaha (LU), perbaikan ekonomi Bali terutama didorong oleh perbaikan kinerja industri pengolahan, perdagangan dan konstruksi.

 

PERKEMBANGAN KEUANGAN PEMERINTAH

Realisasi belanja dan transfer pemerintah (APBD dan APBN) di Bali selama triwulan I 2022 tercatat sebesar Rp4,36 triliun, tumbuh 3,70% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan realisasi belanja terutama bersumber dari realisasi belanja APBD, sedangkan realisasi belanja APBN mengalami penurunan. Meningkatnya realisasi belanja APBD didukung oleh peningkatan realisasi pendapatan Pemerintah Daerah, khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejalan dengan pemulihan aktivitas pariwisata sebagai penyumbang PAD terbesar di provinsi Bali. Lebih lanjut, peningkatan kinerja belanja APBD didukung oleh pelonggaran kebijakan PPKM yang mendorong pelaksanaan sejumlah kegiatan Pemerintah Daerah. Di sisi lain, penurunan realisasi belanja APBN terutama disebabkan oleh menurunnya realisasi belanja modal, seiring dengan belum dimulainya proyek pembangunan Pemerintah Pusat di provinsi Bali.

 

PERKEMBANGAN INFLASI

Realisasi inflasi Provinsi Bali pada triwulan I 2022 tercatat sebesar 2,41% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi inflasi triwulan IV 2021 yang tercatat 2,07% (yoy). Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya tekanan harga di sebagian besar kelompok barang. Meskipun demikian, realisasi inflasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi inflasi Nasional yang sebesar 2,64% (yoy).

Selanjutnya, peningkatan tekanan harga pada triwulan II 2022 diprakirakan semakin meningkat terutama didorong oleh peningkatan tekanan harga volatile food dan administered prices. Peningkatan tekanan harga volatile food diprakirakan bersumber dari masih tinginya harga komoditas CPO global yang berpengaruh terhadap harga komoditas minyak goreng maupun komoditas yang berbahan dasar minyak sawit. Sementara dari kelompok administered prices diprakirakan didorong oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) selaras dengan peningkatan harga komoditas energi dunia. Lebih lanjut, tarif angkutan udara diprakirakan akan meningkat dipicu oleh peningkatan permintaan seiring dengan semakin longgarnya kebijakan perjalanan dalam dan luar negeri di tengah masih terbatasnya jumlah maskapai dan kenaikan harga avtur. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Bali akan terus mengawal pergerakan harga sehingga inflasi tetap terkendali.

 

PERKEMBANGAN STABILITAS SISTEM KEUANGAN

Secara umum, kondisi stabilitas sistem keuangan di Provinsi Bali pada triwulan I 2022 tetap terjaga di tengah momentum pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik. Jumlah penghimpunan Dana Pihak Ketiga maupun penyaluran Kredit tercatat menunjukkan peningkatan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. Lebih lanjut, kualitas kredit yang disalurkan perbankan terjaga pada level di bawah ambang batas 5%. Program pemerintah dalam rangka penanggulangan dan pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19 mampu memitigasi risiko keuangan yang dapat mengganggu kestabilan sistem keuangan dan makroekonomi. Di sisi lain, kinerja kredit UMKM juga menunjukkan peningkatan dan turut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan.

 

PERKEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN

Perkembangan indikator sistem pembayaran di Provinsi Bali mengalami perbaikan sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Kinerja transaksi pada kanal RTGS, SKNBI, dan kartu ATM/Debit mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat Bali dan pemulihan kinerja pariwisata. Selain itu, jumlah transaksi digital meningkat tercermin dari peningkatan transaksi Uang Elektronik (UE) yang mengindikasikan berlanjutnya peningkatan preferensi konsumen ke sistem pembayaran digital. Di sisi lain, aliran uang kartal perbankan di Provinsi Bali pada triwulan I 2022 mengalami net inflow, berlawanan arah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mengalami net outflow. Hal ini mengindikasikan penurunan  kebutuhan uang kartal pada awal tahun 2022 terutama akibat normalisasi permintaan pasca HBKN Natal dan Tahun Baru.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali senantiasa berupaya menjaga kelancaran sistem pembayaran, diantaranya melalui layanan kas yang berfokus pada pemenuhan likuiditas, penerapan kebijakan clean money policy, dan upaya perluasan Sistem Pembayaran (SP) nontunai berbasis QRIS yang bersifat nirsentuh/contactless sebagai penyesuaian di masa pandemi COVID-19. Upaya elektronifikasi juga dilakukan melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan stakeholders khususnya terkait elektronifikasi transaksi pemda (ETP), elektronifikasi transportasi, dan elektronifikasi bantuan sosial.

 

PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) semakin menurun pada Februari 2022 dibandingkan periode Agustus 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi Bali. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Lapangan Usaha (LU) yang memiliki serapan tenaga kerja tertinggi yaitu LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, LU Perdagangan Besar dan Eceran serta LU Industri Pengolahan. Lebih lanjut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali pada tahun 2021 tercatat meningkat 0,25% (yoy) lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 0,78% (yoy). 



PROSPEK PEREKONOMIAN BALI TAHUN 2022

Perekonomian Bali tahun 2022 diprakirakan tumbuh membaik dibandingkan dengan tahun 2021 didukung oleh pemulihan kinerja pariwisata. Kunjungan wisatawan nusantara diperkirakan akan menjadi penopang utama pemulihan LU terkait pariwisata sepanjang tahun 2022. Selain itu, perhelatan event berskala Nasional dan Internasional diprakirakan akan mendorong perbaikan kinerja pariwisata Bali. Ekonomi Bali pada tahun 2022 diprakirakan tumbuh pada kisaran 3,80% – 4,60% (yoy). Dari sisi pengeluaran, perbaikan ekonomi Bali tahun 2022 terutama bersumber dari konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor ditengah perbaikan konsumsi pemerintah yang masih terbatas. Dari sisi lapangan usaha, pemulihan terutama didorong oleh LU Akmamin, LU Transportasi, LU Perdagangan dan LU Konstruksi.

 

PROSPEK INFLASI BALI TAHUN 2022

Sejalan dengan perkiraan membaiknya perekonomian pada 2022, tekanan inflasi diperkirakan akan meningkat dan berada di sasaran inflasi nasional 3%±1% (yoy). Peningkatan ini diprakirakan terjadi di seluruh kelompok barang, sebagai dampak kenaikan harga komoditas global serta perbaikan daya beli masyarakat. Kecukupan pasokan komoditas pokok dan koordinasi serta langkah-langkah strategis yang dilakukan TPID berkontribusi terhadap terkendalinya risiko inflasi tahun 2022. 


Lampiran
Kontak
​Contact Center BICARA: (62 21) 131, e-mail : bicara@bi.go.id
​Jam operasional Senin s.d. Jumat Pkl. 08.00 s.d 16.00 WIB
Informasi Kantor Perwakil​an BI ​Provinsi Bali
​​​
Halaman ini terakhir diperbarui 6/13/2022 8:02 PM
Apakah halaman ini bermanfaat?
Terima Kasih! Apakah Anda ingin memberikan rincian lebih detail?

Baca Juga