​Laporan Perekonomian Provinsi DI Yogyakarta Mei 2019​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
28 Januari 2020

​Kinerja perekonomian DIY pada Triwulan I 2019 semakin solid dengan tumbuh terakselerasi sebesar 7,50% (yoy) yang tercatat sebagai pertumbuhan PDRB DIY tertinggi. Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan laporan tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada Triwulan IV 2018 sebesar 7,39% (yoy) maupun pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,41% (yoy). Tren peningkatan pertumbuhan ekonomi DIY yang terus berlanjut tidak terlepas dari akselerasi pembangunan infrastruktur melalui sisi investasi yang tumbuh meningkat. Selain itu, peningkatan seluruh komponen konsumsi, baik konsumsi rumah tangga (RT), konsumsi lembaga non profit rumah tangga (LNPRT) maupun konsumsi pemerintah turut memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian DIY. Konsumsi RT meningkat didorong kenaikan belanja untuk persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, antara lain untuk belanja pakaian, serta pengeluaran biaya transportasi dan komunikasi. Terjaganya konsumsi RT sepanjang Triwulan I 2019 didukung oleh inflasi yang rendah dan stabil. Secara umum tekanan inflasi pada triwulan laporan cenderung menurun yang disebabkan oleh mulai stabilnya permintaan pada komoditas pangan dan transportasi. Sementara itu, konsumsi LNPRT terakselerasi seiring persiapan penyelenggaraan Pemilu pada bulan April 2019. Kenaikan juga dialami konsumsi pemerintah sejalan dengan pencairan dana desa tahap I serta penyaluran bantuan sosial.

Dari sisi lapangan usaha (LU), LU konstruksi memberikan andil (yoy) terbesar bagi pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan laporan, diikuti oleh informasi dan komunikasi, industri pengolahan serta penyediaan akomodasi dan makan minum. Akselerasi kinerja konstruksi merefleksikan percepatan pembangunan infrastruktur yang terus digenjot, antara lain percepatan penyelesaian bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), pembangunan underpass di Kentungan dan Daendels, serta pembangunan sarana, prasarana dan fasilitas umum pendukung bandara lainnya. Sementara itu, industri pengolahan mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya ditengarai karena peningkatan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan pada high season liburan Hari Raya Idul Fitri. Peningkatan terjadi terutama pada subsektor yang berkaitan langsung dengan wisatawan, yaitu industri makanan dan minuman maupun industri tekstil dan pakaian jadi.

Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin solid juga didukung oleh terjaganya stabilitas keuangan daerah di DIY, tercermin dari sektor korporasi dan rumah tangga yang masih kuat. Pada sektor korporasi, proyek strategis nasional yang mulai digarap menimbulkan efek positif bagi iklim usaha di DIY. Hal tersebut mendorong beberapa sektor korporasi untuk melakukan ekspansi. Sementara itu dari sisi rumah tangga, daya beli masyarakat masih relatif baik dan masih memiliki ruang untuk terus tumbuh dengan dorongan dari kredit perbankan. Dari sisi perbankan di DIY, kinerja pertumbuhan kredit maupun DPK sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian ketahanan perbankan dinilai masih cukup baik, dengan risiko rentabilitas maupun risiko kredit yang terjaga.

Terakselerasinya pertumbuhan ekonomi di DIY berdampak pada naiknya penyerapan tenaga kerja di DIY dan menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Masifnya pembangunan infrastruktur di DIY dan prospek pariwisata dengan dibukanya Yogyakarta International Airport mendorong penyerapan tenaga kerja pada beberapa lapangan usaha utama. Berdasarkan jenis pekerjaan, tenaga kerja di sektor formal di DIY mengalami peningkatan. Peningkatan tenaga kerja formal memberikan dampak pada perbaikan penghasilan yang diterima masyarakat DIY yang tercermin dari naiknya indeks penghasilan konsumen, tingkat upah dan indeks pendapatan.

Ke depan, Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2019 diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan perkiraan pertumbuhan tahun 2018, yang ditopang oleh penguatan konsumsi dan investasi. Sementara dari sisi lapangan usaha, akselerasi kinerja lapangan usaha konstruksi, industri pengolahan serta penyediaan akomodasi dan makan minum mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2019. Bank Indonesia meyakini perekonomian DIY pada tahun 2019 akan tumbuh meningkat dibanding pertumbuhan pada tahun 2018. Pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari dukungan inflasi yang terkendali yang sampai dengan akhir 2018 diperkirakan berada pada sasaran 3,5%±1, serta stabilitas keuangan daerah yang terjaga.​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel