​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional BI DIY November 2018​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020

Pada Triwulan III 2018, perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin solid dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat. Kinerja ekonomi DIY tercatat tumbuh sebesar 6,03% (yoy), terakselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,92% (yoy) dan juga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (5,42%; yoy). Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin kokoh ini ditopang oleh akselerasi kinerja investasi seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang masih gencar dilaksanakan menjelang target penyelesaian tahun 2019. Konsumsi masih terjaga, khususnya konsumsi pemerintah mengalami peningkatan sejalan dengan pencairan Dana Desa Tahap III serta pembayaran gaji ke-13 pegawai yang turut berkontribusi positif terhadap perekonomian DIY. ​

Pertumbuhan investasi di DIY mengalami akselerasi pada triwulan laporan dengan tumbuh sebesar 10,97% (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,87% (yoy) maupun periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,19% (yoy). Dengan realisasi tersebut, pertumbuhan investasi DIY tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Akselerasi investasi bersumber dari peningkatan kinerja investasi bangunan. antara lain pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang terus digenjot agar selesai sesuai target di tahun 2019 serta pembangunan akses infrastuktur pendukungnya. Sementara itu, pertumbuhan konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 8,43% (yoy) pada Triwulan III 2018, lebih tinggi dibanding triwulan lalu, turut mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi DIY. Peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah ditopang oleh perbaikan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DIY, dengan serapan belanja sampai dengan Triwulan III 2018 mencapai 58,31%, lebih tinggi dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 56,27%. ​

Komponen pengeluaran konsumsi Rumah Tangga (RT) pada triwulan laporan tetap mampu tumbuh positif sebesar 1,93% (yoy), meskipun lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun sebelumnya. Perlambatan lebih dikarenakan normalisasi perilaku konsumsi masyarakat pasca momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Meredanya konsumsi RT mendorong inflasi pada Triwulan III 2018 cenderung stabil. Pencapaian inflasi DIY pada Triwulan III 2018 tercatat sebesar 2,77% (yoy) merupakan yang terendah di antara provinsi lain di Jawa maupun realisasi inflasi Nasional. ​

Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi ditopang oleh akselerasi kinerja LU konstruksi, industri pengolahan serta informasi dan komunikasi. Akselerasi kinerja konstruksi merefleksikan percepatan pembangunan infrastruktur yang terus digenjot. Sementara itu, kembali pulihnya produksi pasca momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mendorong kinerja industri pengolahan yang sempat melambat pada triwulan sebelumnya. Lapangan usaha informasi dan komunikasi juga melanjutkan tren positif dengan terus tumbuh meningkat diantaranya dikontribusi oleh kesuksesan penyelenggaraan Indonesia Netaudio Festival 3.0 di Kota Yogyakarta pada bulan Agustus 2018. ​

Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin solid juga didukung oleh terjaganya stabilitas keuangan daerah di DI. Mulai bergeraknya aktivitas korporasi menyebabkan indikator kinerja perbankan yang cenderung membaik. Hingga akhir triwulan III pertumbuhan kredit perbankan DIY tercatat tumbuh 11,85% (yoy), lebih tinggi daripada triwulan sebelumnya 10,26% (yoy). Di sisi lain, perkembangan transaksi pembayaran non tunai melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mengalami penurunan pada Triwulan III 2018 yang berlanjut pada awal Triwulan IV 2018. Dari sisi pembayaran tunai, pada Triwulan III 2018 transaksi mengalami kecenderungan net inflow yang terjadi seiring dengan normalnya permintaan uang tunai oleh perbankan untuk memenuhi peningkatan aktivitas ekonomi selepas libur Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, dan berlanjut sesuai tren siklikal pada awal Triwulan IV 2018. ​

Terakselerasinya pertumbuhan ekonomi di DIY pada Triwulan III 2018 berdampak pada naiknya penyerapan tenaga kerja di DIY. Masifnya pembangunan infrastruktur dan geliat pariwisata di DIY mendorong penyerapan tenaga kerja pada beberapa lapangan usaha utama. Akselerasi pembangunan infrastruktur di DIY berdampak pada pertumbuhan penggunaan tenaga kerja di lapangan usaha konstruksi, pertambangan dan penggalian, pengadaan listrik dan gas; dan pengadaan air, sebagai dampak turunan dari kontruksi. Sementara itu, maraknya pariwisata di DIY juga mendorong penyerapan tenaga kerja di lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum, perdagangan, dan transportasi dan pergudangan. ​

Kedepan, sering dengan makin digenjotnya penyelesaian pembangunan infrastruktur serta kinerja konsumsi yang diperkirakan masih akan meningkat sebagai dampak peningkatan aktivitas pariwisata di DIY, Bank Indonesia meyakini perekonomian DIY pada tahun 2018 akan tumbuh meningkat dibanding pertumbuhan pada 2017. Pencapaian tersebut tentunya tidak lepas dari dukungan inflasi yang terkendali yang sampai dengan akhir 2018 diperkirakan berada pada sasaran 3,5± 1, serta stabilitas keuangan daerah yang terjaga.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel