​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional BI DIY Februari 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
10 Agustus 2020

Pada Triwulan IV 2018, perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin solid dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat. Kinerja ekonomi DIY tercatat tumbuh sebesar 7,39% (yoy), tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin kokoh ini ditopang oleh akselerasi kinerja investasi seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang makin gencar dilaksanakan menjelang tahun 2019. Pertumbuhan investasi di DIY pada Triwulan IV 2018 dengan tumbuh sebesar 11,50% (yoy), sementara secara keseluruhan 2018 tercatat sebesar 10,17% (yoy), lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan realisasi tersebut, pertumbuhan investasi DIY tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi dalam kurun waktu 7 tahun terakhir. Akselerasi investasi bersumber dari peningkatan kinerja investasi bangunan. antara lain pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang terus digenjot menjelang tahun 2019 serta pembangunan akses infrastuktur pendukungnya.

Konsumsi masih tumbuh positif. Peningkatan konsumsi terutama terjadi pada konsumsi pemerintah. Walaupun tumbuh melambat pada Triwulan IV 2018, namun secara keseluruhan 2018, konsumsi pemerintah mampu tumbuh terakselerasi, yaitu dari 1,20% (yoy) pada 2017 menjadi 3,47% (yoy). Pertumbuhan konsumsi pemerintah didorong oleh naiknya capaian realisasi belanja tidak langsung di sebagian besar komponen belanja tidak langsung, terutama belanja pegawai sebagai sebagai dampak dari pembayaran dan penyesuaian komponen THR dan gaji ke 13. Sementara itu, walaupun tumbuh terbatas, konsumsi rumah tangga masih terjaga seiring terkendalinya inflasi pada periode laporan, yaitu sebesar 2,66% (yoy). Pencapaian inflasi dimaksud merupakan yang terendah di antara provinsi lain di Jawa maupun realisasi inflasi Nasional.

Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi ditopang oleh akselerasi kinerja LU konstruksi, penyediaan akomodasi makan dan minum serta informasi dan komunikasi. Akselerasi kinerja konstruksi merefleksikan percepatan pembangunan infrastruktur yang terus digenjot. Sementara itu, jumlah wisatawan yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya tidak berdampak pada perlambatan LU penyediaan akomodasi makan dan minum, seiring dengan bergairahnya penyediaan makan dan minum sebagai dampak e-commerce. Lapangan usaha informasi dan komunikasi juga melanjutkan tren positif dengan terus tumbuh meningkat sejalan tren aplikasi digital yang semakin meningkat, geliat e-commerce, dan kesuksesan penyelenggaraan Indonesia Netaudio Festival 3.0 di Kota Yogyakarta pada bulan Agustus 2018.

Pertumbuhan ekonomi DIY yang makin solid juga didukung oleh terjaganya stabilitas keuangan daerah di DIY, tercermin dari sektor korporasi dan rumah tangga yang masih kuat. Pada sektor korporasi, proyek strategis nasional yang mulai digarap menimbulkan efek positif bagi iklim usaha di DIY. Hal tersebut mendorong beberapa sektor korporasi untuk melakukan ekspansi. Sementara itu dari sisi rumah tangga, daya beli masyarakat masih relatif baik walaupun cenderung melambat dibanding periode sebelumnya. Dari sisi perbankan, peningkatan suku bunga acuan masih belum berpengaruh signifikan terhadap suku bunga simpanan maupun suku bunga pinjaman.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel