Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional DI Yogyakarta Agustus 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 September 2020

Pada Triwulan II 2017, pertumbuhan ekonomi DIY meningkat dan lebih tinggi dibandingkan perekonomian nasional. Perekonomian DIY Triwulan II 2017 tumbuh 5,17% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 5,12% (yoy) maupun nasional yang tercatat 5,01% (yoy). Dari sisi permintaan, peningkatan pertumbuhan DIY tersebut didorong oleh semakin solidnya tren konsumsi, yang semakin membaik sejak pertengahan 2016. Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi DIY ditopang oleh peningkatan industri pengolahan, konstruksi, serta pertanian. Diperkirakan perekonomian akan tetap tumbuh pada Triwulan III 2017, meskipun sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Ditengah Ramadhan dan Lebaran, perkembangan inflasi Triwulan II 2017 terkendali dan tercatat 4,29% (yoy). Pencapaian inflasi tersebut lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 4,37% (yoy). Terkendalinya inflasi triwulan laporan dipengaruhi oleh rendahnya inflasi volatile food yang tercatat 0,69% dan terjaganya inflasi inti yang tercatat 2,96% (yoy). Namun, inflasi administered price meningkat tajam, didorong oleh peningkatan tarif transportasi selama Lebaran dan liburan akhir tahun. Walaupun demikian, perkembangan inflasi ke depan perlu diwaspadai mengingat inflasi tahun kalender telah mencapai 2,78% (ytd), sebagai dampak peningkatan tarif listrik pada semester pertama 2017, dan terdapat potensi risiko peningkatan harga energi dunia. Ke depan, inflasi Triwulan III 2017 diperkirakan akan relatif lebih rendah dibandingkan triwulan laporan.

Stabilitas Keuangan Daerah di DIY relatif terjaga. Hal ini tercermin dari indikator ketahanan sektor korporasi, rumah tangga, maupun kinerja perbankan. Penyaluran kredit korporasi tumbuh 16,28% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, dengan NPL masih terkendali di bawah ambang batas 5%. Di sektor rumah tangga, pertumbuhan kredit meningkat dan tercatat 8,13% (yoy). Namun demikian, pertumbuhan sektor korporasi dan rumah tangga tersebut belum mampu mendorong pertumbuhan sektor perbankan. Kinerja perbankan di DIY pada Triwulan II 2017 melambat dibandingkan Triwulan I 2017, namun masih lebih tinggi daripada tren perlambatan kinerja perbankan tiga tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan IV 2017 diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan IV 2017 ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, peningkatan kinerja investasi dan peningkatan permintaan ekspor luar negeri. Sementara dari sisi penawaran, peningkatan penyelenggaran MICE serta kenaikan jumlah wisatawan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada liburan Natal dan Tahun Baru mendorong akselerasi pertumbuhan kinerja sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta sektor perdagangan.

Inflasi keseluruhan tahun 2017 diperkirakan masih berada dalam kisaran target inflasi 4±1% (yoy), walaupun lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Meningkatnya tekanan inflasi pada 2017, terutama disebabkan oleh tingginya tekanan administered prices. Penyesuaian tarif listrik 900 VA yang terjadi secara bertahap pada tahun ini mendorong tekanan inflasi yang cukup dalam. Selain itu, tingginya kunjungan wisatawan ke DIY turut mendorong peningkatan tarif angkutan, baik angkutan udara dan kereta api.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel