Kajian Ekonomi Keuangan Regional Daerah Istimewa Yogyakarta Februari 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
29 September 2020

Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2017 tumbuh sebesar 5,26% (yoy), meningkat dibandingkan 2016 yang tercatat sebesar 5,05% (yoy). Penopang perekonomian DIY bersumber dari terjaganya konsumsi rumah tangga (RT), sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat yang ditopang oleh terkendalinya inflasi DIY tahun 2017. Dari sisi permintaan, pencapaian tersebut ditopang oleh terjaganya konsumsi RT sepanjang tahun 2017 ditengah isu perlambatan daya beli masyarakat yang terjadi pada skala nasional. Sementara dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan didorong oleh lapangan usaha industri pengolahan, informasi dan komunikasi, konstruksi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum yang memiliki andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi DIY tahun 2017. ​

Inflasi DIY 2017 berada dalam sasaran target inflasi nasional, dengan pencapaian sebesar 4,20% (yoy). Tingkat inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata historis 5 tahun terakhir (2012-2016) sebesar 4,72% (yoy), meskipun lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya (2,29% yoy) maupun pencapaian inflasi nasional sebesar 3,63% (yoy). Terkendalinya inflasi DIY 2017 didorong oleh rendahnya inflasi kelompok volatile food dan terjaganya inflasi inti. Sementara itu, inflasi administered prices meningkat cukup tajam yang dipengaruhi oleh peningkatan tarif listrik dan biaya perpanjangan STNK pada awal tahun. Peningkatan tekanan inflasi DIY pada 2017 sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada 2017. ​

Stabilitas keuangan daerah di DIY relatif terjaga, sebagaimana tercermin dari indikator ketahanan sektor korporasi, rumah tangga, maupun kinerja perbankan yang masih baik. Pertumbuhan ekonomi DIY yang semakin kuat dan stabil mendorong korporasi untuk melakukan ekspansi, diantaranya dengan memanfaatkan fasilitas pendanaan dari perbankan. Dari sektor rumah tangga, peningkatan pendapatan di akhir tahun mendorong kenaikan daya beli. Sesuai polanya, masyarakat DIY cenderung meningkatkan konsumsi pada akhir tahun, terutama untuk barang tahan lama. Hal tersebut tercermin dari lonjakan penjualan pasar apartemen dalam beberapa Triwulan terakhir.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel