Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
05 Juli 2020
Profil Provinsi Sumatera Utara
Pilih Provinsi    
​1. PEMKO MEDAN
 
Dengan luas 26,510 hektar (265,10 km) atau 3,6% dari luas keseluruhan Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah penduduk 2.643.494 jiwa (bps 2006), kota Medan berada pada letak 3o30o – 3o43’ Lintang Utara dan 98o35’ – 98o44’ Bujur Timur. Untuk itu topografinya Kota Medan cenderung miring ke Utara dan berada pada ketinggian 2.5 -37.5 meter di atas permukaan laut. Kota Medan mempunyai iklim tropis dengan suhu minumum menurut Stasiun Polonia pada tahun 2001 berkisar antara 23,2o C – 24.3°C dan suhu maksimum berkisar anara 30,8o – 33.2oC serta menurut Stasiun Sampali suhu minimumnya antara 23,3o C – 24.1o dan suhu maksimum berkisar antara 31.0o C – 33.1oC
 
Lingkungan Bisnis
 
Sebagai aktivitas yang diorientasikan untuk memperoleh keuntungan secara ekonomis, kegiatan bisnis merupakan bidang yang sangat luas dan terkait dengan bidang-bidang lainnya. Perubahan kondisi atau kebijakan dalam biang lain akan selalu mempengaruhi kondisi bisnis yang ada. Kegiatan bisnis,`terlebih yang berskala besar, sangat dipengaruhi lingkungan nasional, budaya, hukum, politik, teknologi, hankam, dan lain-lain khususnya lingkungan makro ekonomi.
 
Kondisi saling ketergantungan tersebut merupakan alaan kuat bagi pemerintah kota Medan bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk selalu berusaha menciptakan iklim atau lingkuingan yang kondusif bagi kegiatan bisnis di kota ini, baik bagi bisnis lokal, domestik, maupun asing. Kenyataan menunjukan bahwa faktor yang menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif sangat kompleks, saling ketergantungan, pengaruh mempengaruhi antar berbagai faktor sehingga sangat multi dimensi. Untuk itulah Pemko Medan secara intens dan terus menerus selalu melakukan dialog, berinteraksi dengan seluruh kalangan dan lapisan masyarakat untuk membangun dan menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi semua pelaku bisnis danpa diskriminatif.
 
Kebijakan Terhadap Investasi Asing
 
Berbagai terobosan dilakukan Pemerintah Kota untuk dapat menarik minat investor asing, dari dari penyempurnaan pelayanan perizinan investasi sampai kepada pemberian insentif baik yang brsifat langsung maupun tidak langsung. Berbagai langkah debirokrasi dan deregulasi terus dilanjutkan untuk menciptakan efisiensi berusaha dan berinvestasi termasuk konsistensi aturan dan kepastian hukum untuk meminimalisir ketidakpastian berusaha bagi investasi asing.
 
Dalam operasionalisasinya, berbagai langkah yang sedang, telah dan akan dilakukan Pemko Medan adalah:
  1. ​Membentuk institusi Kantor Penanaman Modal Daerah Kota Medan sebagai institusi yang menyelenggarakan kewenangan perizinan investasi baik yang bersifat PMDM, maupin sebahagian PMA, yang sebelumnya ada pada pemerintah pusat/provinsi, dalam layanan sistem satu atap (One Stop Service).
  2. Membentuk Medan Bisnis Forum (MBF) sebagai wadah kemitraan antara Pemko, masyarakat dan Dunia Usaha ( swasta ) yang berfungsi sebagai forum komunikasi, fasilitator, mediator, kegiatan bisnis dn investasi usaha swasta dan asing.
  3. Mempersiapkan unit pelayanan terpadu satu atap, sebagi bentuk pengintegrasian pelayanan perizinan bagi investor dlam negeri dan asing sehingga diharapkan dapat lebih sederhana, cepat, mudah , murah , terbuka, baku, efisien dan ekonomis (terjangkau).
  4. Mengusahakan insentif dan kemudahan melalui Pemerintah Pusat dengan pemberian:
    • ​Keringanan bea masuk, impor barang-barang modal (mesin, bahan baku, dan lain-lain) sesuai dengan SK Mentri Keuangan No. 135/KM05/2000.
    • ​​​​​​Pembebasan Ppn atas impor dan atau penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis, sesuai dengan SK menteri keuangan RI No . 155/KMK 03 /2001.
    • ​Memberikan visa izin tinggal sementara dan atau izin tinggal terbatas bagi perusahaan yang ingin memperkerjakan tenaga kerja asing, melalui Ditjen Imigrasi/kantor Imigrasi setempat.
    • Menggalang kerjasama perdagangan dan investasi dalam wadah-wadah regional seperti IMT-GT, Sister City dan lain-lain.
    • Peningkatan pelayanan pada pintu-pintu masuk khususnya bandara dan pelabuhan, sehingga menciptakan budaya yang maju.
    • Melakukan koordinasi secara terus menerus dengan kepolisian dan TNI untuk memberikan rasa aman dan tenteram bagi seluruh pelaku bisnis baik domestik maupun asing yang ada di kota Medan.
Berbagai langkah yang telah, sedang dan akan dilanjutkan tersebut diharapkan juga menghapus perbedaan perlakuan antara investor asing dan lokal dapat memilih akses yang sama termasuk dari lembaga perbankan domestik/lokal (menyamakan perlakuan terhadap investor). Di samping itu diharapkan regulasi lebih berpihak kepada pasar serta tranparan dengan mengusahakan mengurangi jumlah larangan yang terdapat pada negative investment list.
 
Penggolongan Jenis dan Tarif Paling Tinggi dari Pajak Daerah
 
Jenis Pajak Daerah Kota/Kab ​ Tarif Paling Tinggi
Pajak hotel dan restauran 10 %
Pajak hiburan 35 %
Pajak reklame 25 %
Pajak penerangan jalan 10 %
Pajak pemanfaatan air bawah tanah 20 %
Pajak pengambilan dan pengolahan bahan
Galian golongan C 20 %
 
Peran Institusional Bisnis (Kadin)
Sebagai wilayah ekonomi yang sangat mengandalkan sektor kegiatan ekonomi sekunder dan tetier maka peran kamar dagang dan industri (Kadin) cabang Medan dirasakan demikian penting dan strategis. Karenanya adalah wajar jika hampir seluruh pelaku bisnis yang ada di Medan, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan lokal dan luar negeri dan produksi barang jasa merupakan anggota aktif asosiasi bisnis tersebut.
 
Sebagai wadah bagi para pelaku bisnis, Kadin telah memberikan berbagai sumbangan besar untuk menumbuhkembangkan kegiatan bisnis yang ada berbagai peran yang dijalankan Kadin cabang Medan, antara lain memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kaum industrian dan usahawan seperti peluang pasar, komoditif unggulan, kondisi persaingan pasar, calon mitra usaha, lokasi bisnis, dan lain-lain.
 
Disamping itu, asosiasi ini juga sangat berperan dalam pengembangan jiwa wirausaha baik bagi calon pengusaha maupun yang sudah meniti karir sebagai pengusaha melalui berbagai diklat pengembangan SDM yang dilakukan. Bahkan pengembangan SDM merupakan salah satu aspek penting yang teus menerus dijalankan dengan metode yang mempergunakan alat bantu satelit sebagai sarana diklat. Sebagai wadah yang menghimpun seluruh kepentingan industriawan dan usahawan, Kadin cabang Medan juga aktif memberikan rekomendasi kepada pemerintah Kota sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan oleh Pemko Medan, khusunya yang terkait dengan berbagai insentif berusaha untuk dapat menarik investor agar bersedia menanamkam modalnya dan memilih lokasi berinvestasi di Kota Medan.
 
2. KABUPATEN DELI SERDANG
 
Kabupaten Deli Serdang terletak di wilayah pantai timur Provinsi Sumatera Utara dengan kedudukan geografis pada posisi 2 057’ – 3 016’ LU dan 980 27’ BT, berada posisi silang di kawasan paling Pasifik Barat, dengan luas wilayah 4,397,94 km2 atau 6,21% dari luas Provinsi Sumatera Utara. Dari luas wilayahnya, 84,34% adalah areal pertanian dan perkebunan, 8,15% kawasan hutan dan 4,12% merupakan pemukiman dan penggunaan lainnya.
 
Letak daerah Kabupaten Deli Serdang terdiri dari tiga wilayah yakni dataran pantai, 0 – 10 dpl, dengan luas lebih kurang 114.585 ha (26,06%) terdiri dari 9 kecamatan serta jumlah desa dan kelurahan sebanyak 142. Sedangkan dataran rendah lebih kurang 147.879 ha (39,76%) yang terdiri dari 15 kecamatan dengan jumlah desa dan kelurahan sebanyak 304. Wilayah lainya yakni dataran tinggi pegunungan dengan ketinggian lebih besar dari 500 m dpl dengan luas lebih kurang 150.330 ha (34,18%) yang terdiri dari 9 kecamatan dengan jumlah desa sebanyak 191 desa.
 
Wilayah Administrasi Pemerintahaan terdiri dari 33 kecamatan, serta 637 desa dan kelurahaan yang terdiri dari 617 desa dan 20 kelurahaan. Ibu Kota Kabupaten Deli Serdang adalah Lubuk Pakam merupakan pusat pemerintahaan yang terletak lebih kurang 30 km dari kota Medan sebagai Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara. Menurut data statistik Deli Serdang tahun 2006 jumlah penduduk hasil sensus Ekonomi Nasional adalah 1.634.115 jiwa dengan kepadatan penduduk sebanyak 679. Penyebaran penduduk di perkotaan 55,12% dan dikedasaan 44,88%. Ditinjau dari sudut etnis penduduk terdiri dari berbagai suku yaitu Jawa, Batak, Banjar, Melayu, Simalungun, dan Karo serta berbagai suku lainnya, sehingga Kabupaten Deli Serdang sering disebut ” Indonesia Mini ” apabila melihat banyak suku yang ada.
 
Pertanian
 
Pada sub sektor pertanian tanaman pangan daerah Kabupaten Deli Serdang merupakan daerah swasembada beras di Propinsi Sumatra Utara produksi beras pada tahun 1998 sebanyak 511.126 ton,dan pada tahun 1999 meningkat menjadi 521.332 ton atau meningkat 1,99%. Sedang pada tahun 2000 mencapai 503.206 ton sehingga berhasil memperoleh surplus beras sebesar 198.144 ton, bila dibandingkan dengan kebutuhan sebesar 305.602 ton dan merupakan kontribusi bagi pelestarian swasembada beras baik ditingkat propinsi ataupun nasional.
 
Demikian juga pada tahun 2001 produksi beras mencapai 491.642 ton dengan surplus beras yang juga dapat terus dipertahankan yaitu sebesar 179.100 ton. Disamping itu, untuk tahun 2001 Pemkab Deli Serdang telah berhasil membangun dan memperbaiki berbagai sarana dan prasarana dan infrastruktur irigasi /pengairan untuk mendukung keberhasilan sektor pertanian ini antara lain mengaktifkan kembali sistem pompanisasi seperti yang ada di desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin yang telah dapat mengairi persawahan seluas 200 ha yang ada. Upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mempertahankan swasembada beras adalah antara lain : Merehabilitasi bendungan benteng, tanggul dan saluran irigasi yang rusak akibat bencana alam banjir akhir Desember 2001, disamping meningkatkan produktivitas dan intensitas penanaman padi dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam dalam setahun.
 
Ketahanan Pangan
 
Faktor–faktor keberhasilan pengembangan pangan ketahanan pangan di luar sektor pertanian di Kabupaten Deli Serdang antara lain juga didukung oleh sektor-sektor terkait lainnya. produksi yang diperoleh dari perikanan laut sebesar 48.674 Ton dan perikanan darat 15.172 Ton dengan total seluruhnya 63.881 Ton sementara kebutuhan penduduk adalah sebesar 24.703 Ton .selain itu untuk diproduksi daging dicapai sebanyak 33.997 Ton terdiridari dagin sapi 337 Ton dan daging ayam 33.620 Ton dengan kebutuhan penduduk 15.114 ton sehingga juga mengalami surplus yaitu sebesar 18.883 Ton.
 
Atas keberhasilan dibidang ketahanan pangan ini, kabupaten Deli Serdang pada tahun 2002 telah meraih penghargaan dalam lomba pengembangan ketahanan pangan tingkat Provinsi Sumatera Utara sebagai juara II yang diserahkan oleh Gubernur Sumatera Utara.
 
Pada sektor hortikultura atau buah-buahan yang merupakan penunjang pembangunan pertanian di Kabupaten Deli Serdang turut di kembangkan, meskipun belum dilakukan secara profesional. Berbagai komoditi terkenal yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Deli Serdang seperti pisang barangan dari kecamatan STM HULU dan Biru-Biru yang telah menembus pasar di Jakarta dan Pulau Jawa pada umumnya. Selain itu, buah manggis dan jambu kelutuk atau jambu biji, belimbing serta buah durian di Kecamatan Pancur Batu dan Sibolangit. Di Kecamatan Pantai Cermin juga terdapat penanaman buah mangga secara luas oleh masyarakat serta buah nenas yang dapat tumbuh pada lahan kritis di Kecamatan Gunung Meriah, namun belum dikelola secara profesional. Untuk mendukung pemasaran produksi buah-buah yang melimpah ruah dari Kabupaten Deli Serdang ini telah didukung oleh adanya pasar buah di Tanjung Morawa dan Sunggal, saat ini sudah dipersiapkan pula pasar buah di Desa Bandar Baru Kecamatan Sibolangit atau 45 km selatan dari kota medan yang kelak dapat menjadi ”puncak pas” Sumatera Utara sekaligus menjadi sentral holtikultural.
 
Sektor Pariwisata
 
Pada Sektor Pariwisata, dimana Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah tujuan wisata (DTW) dengan objek wisata yang terbesar di seluruh daerah, 4 (empat) objek wisata yang telah memberikan kontribusi PAD dan 30 objek potensial untuk dikembangkan. DTW tersebut terdiri dari wisata alam dan bahari seperti hutan Sibolangit, pemandian air panas Danau Linting Di Kecamatan STM HULU dan di Desa Penen Kecamatan Biru-Biru yang disertai goa-goa alamnya, pemandian alam Sembahe di Kecamatan Sibolangit
Sedangkan wisata bahari antara lain Pantai Cermin, Pantai Sialang Buah di Kecamatan Teluk Mengkudu, Pantai Kelang dan masih banyak lagi lokasi pantai yang belum dikelola, masih dapat diharapkan untuk dikelolah dan telah dilirik infestor asing untuk di kembangkan. Untuk mendukung semua objek wisata tersebut, di Kabupaten Di Deli Serdang terdapat berbagai fasilitas seperti 65 unit hotel/penginapan, tetapi baru 33 yang mendapat izin dari pemkab Deli Serdang. selain itu juga tersedia 48 unit rumah makan/restaurant dan unit usaha rekreasi atau tempat hiburan umum, unit klub malam, salon kecantikan, 2 bar/cafe yang tersebar di seluruh Deli Serdang.
 
3. KABUPATEN LANGKAT
 
Keadaan Umum
 
Wilayah kabupaten langkat terletak pada koordinat 30°140 – 40 13 LU dan 97°570 – 980 450 BT dengan batas – batas wilayah sebagai berikut, sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Nanggro Aceh Darussalam (NAD), sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Karo, sebelah barat berbatasan dengan Propinsi Nad Dan Tanah Alas, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai. Luas keseluruhan kabupaten langkat 6263,3 km2. Tofografi wilayah kabupaten langakat dapat digolongkan atas tiga bagian :
  • ​Wilayah pesisir pantai dengan ketinggian 0 – 4 m dari permukaan laut. Daerah pantai terdiri dari tanah alluvial
  • Wilayah dataran rendah dengan ketinggian 4 – 30 m dari permukaan laut. Dataran rendah terdiri dari tanah jenis gleihumus rendah, hidrofil kelabu dan plotosal
  • Wilayah dataran tinggi dengan ketinggian 30 – 1200 m dari permukaan laut iklim. Dataran tinggi dan perbukitan terdiri dari tanah pod solid merah kuning
Potensi Daerah Langkat
 
Potensi daerah adalah merupakan modal utama pembangunan daerah yang harus diketahui dan digunakan oleh daerah yang bersangkutan untuk kesejahteraan penduduk. Hakekat otonomi daerah adalah penyerahan wewenang segala urusan pemerintahan ke kabupaten, sehingga diterapkan pemerintah kabupaten dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat (lebih lancar, lebih mudah, dan lebih cepat). Sehingga konsekwensi otonomi daerah tersebut didasarkan terutama pada kemampuan atas potensi daerah untuk menteri secara ekonomi. Potensi daerah Kabupaten Langkat yang menonjol adalah sebagai berikut :
 
a. Sumber Daya Alam
 
Kabupaten Langkat sangat kaya dengan sumber daya alam berapa hutan tropis dan keanekaragaman hayatinya; areal pertanian tanaman pangan, peternakan dan perkebunan; sungai, laut, pariwisata, dan lahan tambang seperti minyak bumi dan gas bumi. Setiap kecamatan di Kabupaten Langkat, mempunyai potensi ekonomi dan peluang investasi terutama di sektor pertanian, industri dan pariwisata. Bila ditelusuri hampir semua kecamatan memiliki komoditi unggulan yang dapat dipasarkan ke medan bahkan ke negara - negara tetangga khususnya dalam kawasan segitiga pertumbuhan Indonesia – Malaysia – Thailand yang dikenal dengan IMT – GT (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle). Seperti di sektor pertanian siapa tidak kenal dengan rambutan belarang, jeruk Pantai Buaya, Durian Bahorok. Begitu juga dengan sub sektor perkebunan, langkat berperan dalam menghasilkan devisa negara terutama untuk komoditas kelapa sawit, karet, kakao, kelapa. Di sub - sektor peternakan potensi terutama domba dan ayam petelur. Di sub - sektor perikanan dan kelautan terutama komoditi udang, kerapu dan kepiting. Di sub - sektor kehutanan potensi terutama kayu bakar dan hasil hutan seperti damar dan kayu. Sedangkan pada sektor industri terutama di sub – sektor industir kecil dan rumah tangga seperti industri anyaman, gula aren, sulaman border dan lain - lain.
 
b. Objek Wisata
 
Objek pariwisata pada daerah langkat cukup banyak antara lain:
  • ​Pusat rehabilitasi orang utan
  • Mesjid azji di Tanjung Pura
  • Gua Batu Rijal
  • Pulau Sembilan
  • Tanjung Keram
  • Pemandian Namu Ukur
  • Dan lain – lain
c. Pusat Rehabilitasi Orang Utan
 
Objek wisata ini terletak di hutan suaka alam di Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok. Lokasi ini dapat dicapai dari Binjai, sekitar 65 Km dari Medan. Pusat rehabilitasi Orang Utan ini didirikan pada tahun 1973 dengan dukungan dana dari World Wild Life Fund (WWF) dengan luas areal 57.900 ha. Kemudian sejak tahun 1980 digabung dengan suaka alam daerah Aceh diberi nama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang luasnya 847.115 ha. Di lokasi wisata ini, selain dapat melihat berbagai jenis orang utan wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam berupa hutan yang menghijau dan sungai dengan air yang jernih. Aktivitas yang dapat dilakukan di sini adalah perjalanan lintas (Cross Country) sampai ke daerah pedalaman dengan menyeberangi sungai dan mendaki bukit yang curam. Untuk menuju Pusat Rehabilitasi Orang Utan dapat dilakukan dengan perjalanan menyusuri jalan setapak, menyeberangi sungai (menggunakan rakit) dan mendaki bukit, sehingga sampai ke tempat tujuan, yakni tempat pemberian makan orang utan. Adapun jadwal pemberian makan orang utan adalah sekitar pukul 09.00 wib dan 15.00 wib. Selain itu, di lokasi wisata ini juga tersedia untuk camping yang luasnya 2 ha. Areal camping ini terletak di tengah – tengah desa bukit lawang. Untuk memudahkan perjalanan, setiap orang yang akan camping atau pengunjung yang ingin melakukan perjalan ke dalam hutan taman nasional diminta untuk menemui Asisten Penjaga Taman. Di Bukit Lawang, ada juga usaha arung jeram dengan rute sampai jembatan Bahorok melalui Sungai Wampu.
 
4. KABUPATEN ASAHAN
 
Kabupaten Asahan merupakan salah satu Kabupaten yang berada di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara. Secara geografis Kabupaten Asahan berada pada 2 o 30’OO - 3 0 3’ OO Lintang Utara dan 99’00 00” 100’00 00” Bujur Timur serta terletak pada ketinggian 0 –2000 m di atas permukaan laut.
 
Kabupaten Asahan menempati area seluas 462.441 ha, terdiri dari 20 kecamatan, 237 desa dan 34 kelurahan. Area Kabupaten Asahan di sbelah utara berbatasan dengan kabupaten Serdang Bedagai, di sebelah selatan dengan Kabupaten Toba Samosir dan Labuhan Batu, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Simalungun, di sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka.
 
Ibukota kabupaten Asahan terletak di Kisaran yang terbagi lagi menjadi 2 (dua) kecamatan, yaitu kecamatan Kisaran Barat dan Kecamatan Kisaran Timur.
 
Seperti umumnya daerah-daerah lainnya yang berada di kawasan Sumatera Utara. Daerah Asahan termasuk daerah yang beriklim tropis. Sesuai dengan iklim tropis, maka daerah ini memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau dan musim hujan biasanya ditandai dengan sedikit banyaknya hari hujan dan volume curah hujan pada bulan terjadinya musim.
 
Berdasarkan Sensus Penduduk Kabupaten Asahan berjumlah 1.038.554 jiwa terdiri dari laki-laki 522.623 dan perempuan 515.931 jiwa.Kepadatan penduduk 227 jiwa per km. Penduduk Kabupaten Asahan lebih banyak tinggal di pedesaan daripada di daerah perkotaan. Di pedesaan terdapat 73.29 persen dari jumlah penduduk, sedangkan di daerah perkotaan hanya 26,71 persen.
 
Pariwisata
 
Sesuai kondisi karakteristik wilayah Kabupaten Asahan kaya akan potensi pariwisata. Namun pengelolaan objek-objek wisata tersebut belum dikembangkan secara optimal untuk mendukung “eko-wisata”. Beberapa potensi pariwisata di Kabupaten Asahan adalah sebagai berikut:
 
Objek Wisata:
  • ​Pantai Sejarah, Kec. Lima Puluh.
  • Pulau Pandang, Kec. Tanjung Tiram.
  • Istana Niat Lima Laras, Kec. Tanjung Tiram.
  • Air Terjun Simonang – Monang, Kec. Bdr Pulau.
  • Air Terjun Unong Sisapa, Kec. BP Mandoge.
  • Danau Laut Tador, Kec. Sei Suka.
Arung Jeram.Khusus objek wisata arung jeram saat ini sedang dikembangkan sebagai tempat penyelenggaraan olahraga arus deras ( arung jeram). Derasnya arus air sungai Asahan yang kecepatan 120 meter kubik per detiknya dengan grade IV – V+ sangat menantang jiwa petualangan para penggemar olahraga petualang ini. Setelah sukses tiga kali penyelenggaraan kejuaraan internasional arung jeram 2000, 2001, dan 2003, event ini sedang dipromosikan menjadi kalender tetap kejuaraan dunia dengan nama “ Indonesia-Ashan Whitewater Festival.
 
Pertanian Tanaman Pangan
 
Komoditi Tanaman Pangan :
  • Padi Sawah
  • Padi ladang
  • Kedelai
  • Jagung
  • Ubi Kayu
  • Cabe
5. KABUPATEN TAPANULI TENGAH
 
Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan wilayah pesisir di Kawasan Barat Sumatera Utara, yang mempunyai luas 2,188 km2; dengan jumlah penduduk kurang lebih 297.843 jiwa.
 
Dalam tiga tahun teakhir, perekonomian Kabupaten Tapanuli Tengah tumbuh sekitar 5 persen per tahun. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten ini ditunjang terutama oleh sektor primer, dengan komoditi unggulan berupa ikan, karet, kelapa sawit, cokelat, dan kelapa. Sektor yang diunggulkan di Kabupaten ini adalah sektor kelautan, perkebunan, pertambangan, pariwisata, dan industri.
 
Potensi Komoditi Untuk Pasar Internasional
 
Pengembangan konsep Tapanuli Growth juga sangat didukung oleh keadaan pasar domestik dan internasional dari komoditi-komoditi yang dihasilkan oleh kawasan barat Sumatera Utara ini.
 
Negara-negara di belahan barat, seperti Asia Selatan, Arab Saudi, Jordania, Spanyol, hingga Kanada merupakan pasar yang besar untuk produk kopi, cokelat, rempah-rempah, minyak sawit (CPO), dan ikan olahan. Selain produk agribisnis, hasil tambang seperti timah danemas juga merupakan primadona ekspor dari kawasan ini. Selain itu, negara-negara Asia lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Hongkong, Jepang, dan Australia, merupakan pasar yang besar bagi produk-produk agribisnis seperti ikan, karet, cokelat, CPO, kopi, rempah-rempah dan produk hortikultura.
 
Konsep Tapanuli Growth
 
Tapanuli Growth merupakan suatu strategi pengembangan wilayah secara terintegrasi. Dengan demikian diharapkan terjadi pengembangan pasar lokal sehingga memungkinkan berkembangnya kegiatan ekonomi yang telah ada dan tumbuhnya kegiatan ekonomi baru. Disamping itu dengan pengembangan wilayah yang terintegrasi, juga diharapkan dapat menciptakan efisiensi dari tata niaga sehingga dapat memotong rantai koleksi dan distribusi. Efisiensi pendistribusian produk tersebut akan meningkatkan daya saing dari produk Kawasan Barat Sumatera Utara sehingga dapat memperluas pangsa pasar.
 
Untuk memenuhi permintaan pasar tersebut, saat ini kawasan Barat Sumatera Utara mempunyai potensi komoditi yang cukup besar, yang apabila diolah lebih jauh dan dikelola secara mandiri akandapat menhasilkan keuntungan yang besar bagi kawasan ini.
 
Saat ini, pengelolahan komoditi-komoditi ini belum optimal karena tata niaga yang tidak menunjang, disamping sarana dan prasarana yang masih tergantung kepada kawasan timur. Untuk itu perlu penataan kembali tata niaga yang ada, dan alternatif pintu gerbang pemasaran di kawasan pantai barat agar proses koleksi dan distribusi komoditi menjadi lebih efisien.
 
Secara lokasi Tapanuli Tengah memiliki keunggulan strategis yang menjadikannya berpotensi menjadi:
 
- Pintu gerbang alternatif bagi pemasaran produk-produk.
- Pusat koleksi dan pengolahan komoditi.
 
Dengan demikian secara prinsip Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan suatu titik yang menyediakan sarana dan prasarana wilayah yang dapat dimanfaatkan oleh Kawasan Barat Sumatera Utara sebagai :
1. Pengumpul komoditi.
2. Pengolahan komoditi.
3. Pemasaran/pendistribusian komoditi.
4. Pusat informasi produksi dan pasar.
 
Untuk itu, perlu dikembangkan sarana dan prasarana pendukung fungsi hubungan tersebut, seperti pengembangan kawasan strategis, pusat energi, kawasan industri, pelabuhan cargo dan bandar udara yang memadai, dan kawasan wisata.
 
Kawasan Strategis
 
Sarana penunjang pertama bagi pengembangan Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai “Penghubung“ adalah pengembangan kawasan strategis yang meliputi pengembangan zona industri dan kawasan industri, pelabuhan cargo, depo pertamina, kawasan komersial dan industri perikanan dan pendaratan ikan, disamping pembangunan PLTU. Pembangunan pengembangan kawasan strategis ini dibangun di atas lahan milik negara.
 
Kawasan strategis ini merupakan magnet utama bagi kabupaten Tapanuli Tengah yang kemudian akan bersinergi dengan pengembangan sarana lainnya seperti bandar udara dan kawasan wisata lainnya.
 
Pelabuhan Cargo dan Bandar Udara
 
Pembangunan pelabuhan cargo dan pelabuhan udara menjadi prasyarat utama dalam menjadikan pengembangan sistem koleksi dan distribusi barang dari dan ke kawasan barat Sumatera Utara.
 
Guna mengantisipasi lonjakan permintaan untuk ekspor dan impor barang yang menuju ke Sumatera Utara dan khususnya kawasan barat maka perlu pengembangan fungsi dan kapasitas dari pelabuhan laut Oswald Siahaan dan pelabuhan udara F. Lumbantobing, sehingga dapat dipergunakan sebagai pelabuhan antar pulau dan internasional dan dilengkapi dengan sarana bongkar muat peti kemas serta pergudangan. Saat ini di bandara udara F. Lumbantobing telah dikembangkan landasan pacu mencapai 1.700 m. Pemerintah juga telah merencanakan untuk memperpanjang landasan pacu tersebut hingga 2.250 m.
 
Selain itu, pengembangan bandar udara juga terkait dengan rencana pengembangan embarkasi haji di Pinangsori.
 
Pengembangan Kota Baru
 
Dengan adanya perkembangan-perkembangan di atas, maka pada akhirnya kabupaten Tapanuli Tengah akan berkembang menjadi suatu kawasan perkotaan baru, khususnya bagi wilayah selatan yang membentang dari Pandan hingga kawasan Pinangsori. Bentangan kota ini akan membentuk suatu kawasan kota pesisir yang langsung berbatasan dengan pantai di bagian barat dan kawasan perbukitan di sisi timur.
Dengan pengelolaan yang tepat, maka kabupaten Tapanuli Tengah dapat menjadi suatu kota yang khas berorientasi pada kegiatan kelautan.
 
Pulau Mursala Dan Bukit Anugerah
 
Selain pembangunan sarana dan prasarana seperti di atas, maka untuk melengkapi fungsi Kabupaten Tapanuli Tengah sebagai penghubung maka perlu dikembangkan juga sarana-sarana pariwisata, antara lain adalah kawasan bahari dan berburu di Pulau Mursala.
 
Pulau Mursala merupakan pulau yang masih perawan dengan pantainya yang berupa pasir putih, sebagai tempat “retreat” dan pendekatandiri kepada sang pencipta, yang terletak di kawasan Bukit Anugerah. Diharapkan sarana ini menjadi pengembang antara pengembangan jasmani dengan rohani bagi Kabupaten Tapanuli Tengah.
 
6. KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN
 
Kabupaten Humbang Hasundutan secara geogafis terletak di bagian tengah Sumatera Utara berada pada posisi 2° 13' - 2° 28' LU dan 98° 10' - 98° 57' BT dengan luas wilayah 233.533 HA. Keadaan tanah secara umum bergelombang diselingi dataran. Kabupaten Humbang Hasundutan mempunyai potensi daya alam yang kaya diantaranya; Potensi Pariwisata, Pertanian, Perternakan, Pertambangan, Kehutanan, dan Energi, Perdagangan dan Industri.
 
Potensi Pariwisata
 
Potensi Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan tersebar di beberapa kecamatan, namun secara umum wisata terpusat di kecamatan Baktiraya, Parlilita dan kecamatan Paraginan. Potensi wisata tersebut meliputi wisata alam/rekreasi. Wisata sejarah/budaya.
 
Potensi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan
 
Sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan di Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan sektor yang sangat strategis untuk dikembangkan. Sektor ini dikelompokkan menurut sub-sektor yakni Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Perkebunan, Perternakan dan Kehutanan.
 
Sektor Pertambangan dan Energi
 
Bahan tambang yang ditemukan di daerah ini adalah bahan tambang mineral sebagai bahan baku industri yang sampai saat ini belum diolah secara maksimal. Diantara bahan tambang tersebut adalah; Batu Gamping, Kalsit, Gambut, Trass dan Biji Emas, selain itu ditemukan juga beberapa air terjun sebagai sumber energi listrik
 
Sektor Perdagangan dan Industri
 
Industri yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan pada saat ini adalah industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang dalam operasional produksi pada umumnya masih memanfaatkan tenaga kerja yang turun- temurun (kultural) serta peralatan dan teknologi produksi yang sangat sederhana dengan investasi yang relatif sangat kecil.
Show Left Panel