Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Utara - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
22 Januari 2020

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan II 2019 masih tumbuh tinggi meski tidak setinggi triwulan I 2019, yaitu mencapai 5,25% (yoy). Penyumbang utama pertumbuhan dari sisi konsumsi sejalan dengan adanya HBKN dan investasi yang dipicu oleh penyelesaian proyek infrastruktur pemerintah. Namun, pertumbuhan tersebut masih tertahan oleh ekspor yang mengalami kontraksi akibat penurunan ekspor CPO.

Memasuki triwulan III 2019, pertumbuhan ekonomi diprakirakan masih solid dengan tekanan inflasi yang mulai mereda sesuai pola historisnya pasca lebaran. Untuk keseluruhan tahun 2019, ekonomi Sumatera Utara diprakirakan dapat tumbuh lebih tinggi dari tahun 2018, yaitu di kisaran 5,0 – 5,4% (yoy). Optimisme perekonomian didukung oleh peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah seiring dengan intensifikasi program pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan SDM yang unggul. Selain itu, perbaikan net ekspor cukup signifikan dipengaruhi oleh deselerasi impor dan peningkatan net ekspor antar daerah. Meski demikian, perekonomian Sumut juga masih dibayangi risiko yang terutama berasal dari sisi eksternal. Pertumbuhan ekonomi global diprediksi lebih terbatas sehingga berisiko menahan volume perdagangan dunia ke depan

Inflasi pada triwulan II 2019 mengalami tekanan yang cukup besar yang disumbang oleh inflasi subkelompok bumbu-bumbuan terutama cabai merah seiring dengan kenaikan permintaan saat Idul fitri serta adanya penurunan produksi akibat kemarau panjang dan intens. Akibatntya, inflasi pada triwulan laporan tercatat 5,87% (yoy) lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 1,05% (yoy)

Inflasi di tahun 2019 diprakirakan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tekanan inflasi disinyalir bersumber dari tingginya tekanan inflasi kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, dan kelompok perumahan. Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah terus berupaya menjaga kestabilan harga melalui berbagai program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang fokus kepada empat pilar pengendalian inflasi yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel