Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Sumatera Utara​​​​​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020

ASESMEN MAKRO EKONOMI REGIONAL

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan IV 2018 tumbuh 5,30% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan III 2018 yaitu 5,38% (yoy). Perlambatan ini terutama bersumber dari turunnya permintaan domestik berkaitan dengan realisasi belanja pemerintah daerah yang kurang optimal di akhir triwulan IV 2018. Secara sektoral, terbatasnya pertumbuhan ekonomi bersumber dari industri pengolahan serta konstruksi.

Secara keseluruhan tahun 2018, perekonomian Sumatera Utara terakselerasi tinggi hingga 5,18% (yoy), lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya (5,12% yoy). Percepatan pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh investasi dan konsumsi rumah tangga. Dari sisi sektoral, kinerja sektor utama tercatat tumbuh meningkat, terutama pada sektor perdagangan dan sektor industri pengolahan. Memasuki awal tahun 2019, perekonomian Sumatera Utara diprediksi tumbuh melambat sesuai dengan pola historis di awal tahun.

 

ASESMEN KEUANGAN DAERAH

Pagu anggaran pendapatan dan belanja APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 sejak tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, realisasi pendapatan APBD sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sumber pendapatan Provinsi Sumatera Utara sebagian besar (59,1%) masih berasal dari Pendapatan Transfer, yang menunjukkan belum tercapainya kemandirian keuangan. Sementara itu realisasi belanja APBD tahun 2018 relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, struktur dan realisasi APBN di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 mengalami peningkatan di tengah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan transfer ke daerah baik melalui DAK ataupun Dana Desa.

 

ASESMEN INFLASI

Inflasi Sumatera Utara tahun 2018 mencatatkan realisasi terendah di level Nasional, sebesar 1,23% (yoy). Kelompok Bahan Makanan menjadi andil penyumbang deflasi tahunan dan menahan laju inflasi tahunan 2018. Sementara itu, tarif Angkutan Udara menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kedepan, inflasi Provinsi Sumatera Utara pada triwulan I 2019 diperkirakan akan sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018.

 

ASESMEN STABILITAS KEUANGAN DAERAH, PENGEMBANGAN AKSES KEUANGAN DAN UMKM

Kondisi stabilitas keuangan Sumatera Utara pada triwulan IV 2018 cukup baik yang tercermin dari rasio intermediasi (LDR) yang meningkat, ditengah perlambatan pertumbuhan DPK dan kredit proyek yang berlokasi di Sumatera (kredit lokasi proyek). Lebih lanjut peningkatan penyaluran kredit juga diikuti dengan perbaikan kualitas kredit yang tercermin dari rasio NPL yang menurun. Sementara itu, kegiatan ekonomi di Sumatera Utara lebih banyak didanai oleh perbankan dari luar provinsi yang tercermin dari nominal penyaluran kredit lokasi proyek tercatat lebih besar dibandingkan dengan kredit lokasi Bank. Kinerja korporasi dan rumah tangga tercatat masih baik yang tercermin dari penyaluran dan kualitas kredit serta indeks keyakinan konsumen yang membaik.

 

ASESMEN PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

Seiring dengan kuatnya laju perekonomian pada kuartal IV 2018 arus uang kartal di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengalami net outflow. Sementara transaksi non tunai menggunakan sistem kliring menurun ditengah banyaknya pilihan produk e-channel seperti internet banking dan mobile banking yang mulai marak digunakan oleh nasabah saat ini. Meski demikian, transaksi menggunakan RTGS terpantau meningkat seiring dengan pola musiman transaksi pemerintah yang umumnya agresif di akhir tahun. 

 

ASESMEN KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN

Sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang meningkat pada 2018, kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Sumatera Utara juga membaik. Beberapa indikator mengkonfirmasi perbaikan tersebut antara lain Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menurun, tingkat kemiskinan juga menurun diikuti dengan indeks keparahan dan kedalaman yang semakin mengecil, dan ketimpangan pendapatan yang membaik. Hal ini juga mengindikasikan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara membaik.

 

PROSPEK PEREKONOMIAN

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan I 2019 berpotensi tumbuh di rentang 4,7 – 5,1% (yoy) ditopang oleh permintaan domestik. Persiapan pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 diperkirakan menjadi motor penggerak ekonomi di awal tahun melalui konsumsi LNPRT dan Konsumsi Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh terbatas pasca periode HBKN Natal dan Tahun Baru sesuai pola historis. Pembangunan infrastruktur diperkirakan terus dipercepat mendorong perekonomian dari sisi investasi. Namun demikian, sisi eksternal berjalan moderat pasca panen raya komoditas perkebunan di akhir tahun.

Secara keseluruhan, perekonomian Sumatera Utara di tahun 2019 diproyeksikan tumbuh meningkat, bersumber dari permintaan domestik. Pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden 2019 diperkirakan akan menopang pertumbuhan ekonomi. Kenaikan UMP 2019 diperkirakan dapat memperbaiki daya beli masyarakat. Namun demikian, pelaku usaha diprediksi akan bersikap wait and see pada periode pesta demokrasi ini. Dari sisi eksternal, pertumbuhan ekspor Luar Negeri diprediksi relatif stabil ditengah penurunan permintaan global.

Secara umum inflasi pada triwulan I 2019 diperkirakan relatif stabil cenderung meningkat dan masih dalam kisaran sasaran inflasi 3,5±1%. Peningkatan inflasi diperkirakan didorong oleh peningkatan pada Kelompok Pangan dan Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan. Aktivitas tahun Baru dan libur sekolah di awal tahun serta HBKN Imlek yang diikuti dengan perayaan Cheng Beng diperkirakan turut mendorong kenaikan permintaan masyarakat atas bahan pangan dan permintaan untuk menggunakan alat transportasi udara, serta angkutan dalam dan luar kota. Lebih lanjut dengan mengikuti pola historis dan asumsi adanya aktivitas pemilu legislatif dan pemilu presiden, inflasi Sumatera Utara sepanjang tahun 2019 masih dalam kisaran sasaran inflasi 3,5±1%. Komitmen dan strategi TPID Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan TPID Kabupaten Kota bersama dengan KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara yang semakin cepat dan tepat sasaran diperkirakan mampu mengendalikan inflasi kelompok bahan pangan dengan baik.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel