KEKR Provinsi Sumatera Utara November 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020

​​Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III 2018 tumbuh meningkat di level 5,43 % (yoy), dari 5,30% (yoy) pada triwulan sebelumnya bersumber dari permintaan domestik, terutama konsumsi swasta. Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil pasca HBKN Idul Fitri didorong oleh terjaganya antusiasme belanja masyarakat pada periode libur sekolah dan didukung dengan pencairan realisasi gaji ke-13. Konsumsi Pemerintah terakselerasi tinggi didorong oleh peningkatan realisasi belanja operasi Pemerintah Daerah. Lebih lanjut, persiapan pelaksanaan Pilpres 2019 juga turut mengakselerasi konsumsi LNPRT. Disisi lain, kinerja eksternal relatif terbatas dipengaruhi oleh harga komoditas utama di pasar internasional yang masih lemah. Akselerasi permintaan domestik tercermin oleh perbaikan kinerja sektor – sektor utama, terutama untuk sektor industri pengolahan dan perdagangan.

Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan IV 2018 diperkirakan tetap tumbuh didorong oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga diprediksi terakselerasi sejalan dengan masuknya periode perayaan HBKN Natal dan libur akhir tahun. Selain itu realisasi belanja modal Pemerintah dan swasta diperkirakan mendorong perekonomian lebih lanjut. Secara keseluruhan tahun 2018, ekonomi Sumatera Utara diperkirakan mengalami perbaikan bersumber dari perekonomian domestik. Pelaksanaan Pilkada menjadi motor penggerak konsumsi pemerintah serta konsumsi LPNRT di tahun pesta demokrasi ini. Selain itu, peningkatan UMP, penambahan komponen gaji ke 13 dan 14 serta peningkatan alokasi bantuan sosial (berupa PKH, BPNT, dan Dana Desa) di tahun ini juga menggiatkan aktivitas konsumsi rumah tangga.

Secara umum inflasi pada triwulan IV relatif stabil cenderung meningkat dan masih dalam kisaran sasaran inflasi 3,5±1%. Peningkatan inflasi diperkirakan didorong oleh peningkatan pada Kelompok Pangan. Terdapat potensi peningkatan harga cabe merah yang disebabkan oleh cuaca yang cenderung basah yang menyebabkan pasokan cabe menurun mengingat potensi gagal panen relatif tinggi. Selain itu perayaan Natal dan Tahun Baru diperkirakan turut meningkatkan konsumsi masyarakat.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel