​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Selatan November 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 September 2020

​​Perekonomian Sumatera Selatan triwulan III 2017 terus menunjukan perbaikan dibandingkan triwulan-triwulan sebelumnya. Realisasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di triwulan III 2017 sebesar 5,56% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2017 sebesar 5,26% (yoy). Dari sisi permintaan, komponen ekspor luar negeri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini terutama didukung oleh perbaikan harga komoditas unggulan Sumatera Selatan yaitu batubara dan karet. Selain itu, kinerja ekspor didorong oleh perbaikan kondisi ekonomi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, dan Eropa. Di sisi lain, peningkatan kinerja ekspor belum memberikan dampak pada peningkatan konsumsi rumah tangga. Perlambatan konsumsi rumah tangga diperkirakan disebabkan oleh pola konsumsi masyarakat yang mengalami pergeseran, dimana masyarakat masih mengurangi konsumsinya baik untuk kebutuhan primer maupun sekunder. Di triwulan III 2017 konsumsi pemerintah mengalami peningkatan akibat adanya percepatan pembangunan proyek infrastruktur pemerintah.Inflasi Sumatera Selatan di triwulan III 2017 tercatat sebesar 3,00% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi triwulan sebelumnya sebesar 4,31% (yoy).

Realisasi inflasi tersebut masih sejalan dengan sasaran inflasi nasional sebesar 4±1% (yoy). Terjaganya inflasi Sumatera Selatan terutama didorong oleh tersedianya pasokan bahan pangan dari sentra produksi maupun dari impor. Selain itu, tekanan inflasi dari kelompok administered prices relatif rendah akibat tidak adanya kebijakan penyesuaian harga energi seperti BBM, listrik, dan elpiji di triwulan ini.

Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Selatan cukup baik dan terjaga, yang tercermin dari indikator stabilitas keuangan daerah Sumatera Selatan, baik rumah tangga maupun korporasi. Indikator DPK maupun aset mengalami peningkatan, sedangkan kredit masih tumbuh positif walaupun sedikit melambat.

Perekonomian Sumatera Selatan keseluruhan tahun 2017 diperkirakan akan membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya ekonomi global serta masih berlanjutnya pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan masih menjadi sumber pertumbuhan utama pada beberapa periode kedepan. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai adalah tekanan eksternal seperti risiko penurunan harga komoditas, proteksionisme Amerika Serikat, serta pemotongan anggaran yang mengancam kelangsungan pembiayaan pembangunan infrastruktur di daerah.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel