Laporan Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan Mei 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
27 Januari 2020
​​
Perekonomian Sumatera Selatan triwulan I 2019 tumbuh tinggi sebesar 5,68% (yoy) walaupun melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 6,07% (yoy). Kinerja perekonomian Sumatera Selatan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat pada level 5,07% (yoy). Selain itu, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Regional Sumatera sebesar 4,55% (yoy). Melambatnya capaian pertumbuhan ekonomi di triwulan laporan terutama disebabkan oleh melambatnya konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Di sisi lain, ekspor luar negeri dan investasi mengalami peningkatan walaupun masih tercatat kontraksi. Dari sisi penawaran, tiga sektor utama Sumatera Selatan yang memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi periode ini adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan motor.
 
Inflasi Sumatera Selatan triwulan I 2019 berada pada level yang rendah yaitu sebesar 1,66% (yoy) dan berada dalam kisaran target inflasi nasional tahun 2019 yaitu sebesar 3,5±1% (yoy). Realisasi inflasi ini lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi triwulan sebelumnya yang tercatat 2,74% (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional triwulan I 2019 yang sebesar 2,48% (yoy), dan tercatat sama dengan realisasi inflasi regional Sumatera triwulan I 2019 yang sebesar 1,67% (yoy).
 
Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Selatan cukup baik dan terjaga, yang tercermin dari indikator stabilitas keuangan daerah Sumatera Selatan, baik rumah tangga maupun korporasi. Penghimpunan DPK, aset perbankan, dan penyaluran kredit Sumatera Selatan mengalami perlambatan. Sektor rumah tangga dan korporasi masih menunjukkan kondisi yang stabil yang salah satunya tercermin dari nilai NPL yang masih berada di bawah batas indikatif.
 
Perekonomian Sumatera Selatan di tahun 2019 diperkirakan masih positif walaupun melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan proses pemulihan ekonomi global meski dengan tekanan risiko yang meningkat serta pasar komoditas yang bergerak ekspansif akan menjadi penggerak utama ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2019. Dari sektor eksternal terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai seperti tekanan eksternal berupa risiko penurunan permintaan batubara seiring regulasi negara tujuan ekspor serta perang dagang yang dapat memberikan dampak pada penurunan volume perdagangan internasional.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel