Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Selatan November 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020

​Pada triwulan III 2018, ekonomi Sumatera Selatan tumbuh sebesar 6,14% (yoy) atau tertinggi selama lima tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,08% (yoy). Pertumbuhan ekonomi ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera yang sebesar 4,72% (yoy) serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,17% (yoy). Tingginya capaian pertumbuhan ekonomi di triwulan laporan terutama didukung oleh membaiknya pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta membaiknya pertumbuhan ekspor luar negeri. Dari sisi penawaran, tiga sektor utama Sumatera Selatan yang memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi periode ini adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan motor. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional triwulan III 2018 yang sebesar 2,88% (yoy), namun lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi regional Sumatera triwulan III 2018 yang sebesar 2,52% (yoy). Secara keseluruhan, realisasi inflasi Sumatera Selatan triwulan III 2018 berada dalam kisaran target inflasi nasional tahun 2018 yaitu sebesar 3,5±1% (yoy).

Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Selatan cukup baik dan terjaga, yang tercermin dari indikator stabilitas keuangan daerah Sumatera Selatan, baik rumah tangga maupun korporasi. Penyaluran kredit perbankan Sumatera Selatan mengalami peningkatan, begitu pula penghimpunan DPK dan pertumbuhan aset yang tumbuh lebih tinggi. Sektor rumah tangga dan korporasi masih menunjukkan kondisi yang stabil yang salah satunya tercermin dari nilai NPL yang masih berada di bawah threshold.

Perekonomian Sumatera Selatan di tahun 2019 diperkirakan masih positif walaupun melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan proses pemulihan ekonomi global meski dengan tekanan risiko yang meningkat serta pasar komoditas yang bergerak ekspansif akan menjadi penggerak utama ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2019. Dari sektor eksternal terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai seperti tekanan eksternal berupa risiko meningkatnya tekanan perdagangan global seiring kebijakan proteksi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga The Fed, kebijakan proteksi dagang negara tujuan ekspor komoditas kelapa sawit, serta fluktuasi harga minyak dunia.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel