Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Selatan Mei 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
02 Oktober 2020

Perekonomian Sumatera Selatan triwulan I 2018 terus menunjukan pertumbuhan yang positif. Realisasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan di triwulan I 2018 sebesar 5,89% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2017 yang sebesar 5,93% (yoy). Masih tingginya capaian pertumbuhan ekonomi di periode laporan ini terutama didukung oleh membaiknya pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta meningkatnya realisasi investasi, ditambah pertumbuhan ekspor luar negeri yang masih cukup baik. Dari sisi penawaran, tiga sektor utama Sumatera Selatan yang memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi periode ini adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan. ​

Inflasi Sumatera Selatan di triwulan I-2018 tercatat sebesar 3,35% (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi triwulan sebelumnya sebesar 2,96% (yoy). Namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional triwulan I 2018 yang sebesar 3,40% (yoy). Secara keseluruhan, realisasi inflasi tersebut berada dalam kisaran target inflasi nasional tahun 2018 yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,5±1% (yoy). Peningkatan inflasi Sumatera Selatan pada triwulan ini didorong oleh inflasi kelompok volatile food. Pasokan beras yang minim di awal triwulan sebelum periode panen raya, pasokan daging ayam ras, telur ayam ras, dan kelompok bumbu-bumbuan yang minim sebagai imbas faktor cuaca, kebijakan penyesuaian tarif bahan bakar minyak, serta kenaikan cukai rokok menjadi pendorong utama inflasi. ​

Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Selatan cukup baik dan terjaga, yang tercermin dari indikator stabilitas keuangan daerah Sumatera Selatan, baik rumah tangga maupun korporasi. Pertumbuhan DPK perbankan mengalami peningkatan, sementara pertumbuhan aset dan kredit mengalami perlambatan. ​

Perekonomian Sumatera Selatan di tahun 2018 diperkirakan akan membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya ekonomi global serta adanya dua event besar yaitu Asian Games dan Pilkada serentak di Sumatera Selatan akan menjadi sumber pertumbuhan utama di 2018. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai risiko kenaikan suku bunga The Fed serta turunnya permintaan CPO akibat penerapan kebijakan bea impor di India.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel