KEKR Provinsi Sumatera Selatan Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
11 Juli 2020
​Perekonomian Sumatera Selatan tumbuh tinggi di tahun 2018 sebesar 6,04% (yoy) dan tercatat tertinggi selama lima tahun terakhir. Kinerja perekonomian Sumatera Selatan tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat pada level 5,17% (yoy). Selain itu, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Regional Sumatera sebesar 4,54% (yoy).
 
Sementara itu pada triwulan IV-2018, perekonomian Sumatera Selatan mencatatkan perlambatan pertumbuhan yang sebesar 6,07% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 yang tercatat sebesar 6,14% (yoy). Melambatnya capaian pertumbuhan ekonomi di triwulan laporan terutama disebabkan oleh menurunnya kinerja ekspor luar negeri dan investasi. Di sisi lain, masih tingginya konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, serta konsumsi lembaga non-profit rumah tangga menahan penurunan pertumbuhan ekonomi di triwulan ini. Dari sisi penawaran, tiga sektor utama Sumatera Selatan yang memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi periode ini adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan motor.
 
Inflasi Sumatera Selatan di akhir tahun 2018 terkendali yaitu sebesar 2,74% (yoy) dan berada dalam kisaran target inflasi nasional tahun 2018 yaitu sebesar 3,5±1% (yoy). Realisasi inflasi ini lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi tahun sebelumnya yang tercatat 2,96% (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional akhir tahun yang sebesar 3,13% (yoy), namun lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi regional Sumatera akhir tahun 2018 yang sebesar 2,40% (yoy).
 
Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Selatan cukup baik dan terjaga, yang tercermin dari indikator stabilitas keuangan daerah Sumatera Selatan, baik rumah tangga maupun korporasi. Penghimpunan DPK dan aset perbankan Sumatera Selatan mengalami peningkatan, sementara itu penyaluran kredit mengalami perlambatan. Sektor rumah tangga dan korporasi masih menunjukkan kondisi yang stabil yang salah satunya tercermin dari nilai NPL yang masih berada di bawah batas indikatif.
 
Perekonomian Sumatera Selatan di tahun 2019 diperkirakan masih positif walaupun melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan proses pemulihan ekonomi global meski dengan tekanan risiko yang meningkat serta pasar komoditas yang bergerak ekspansif akan menjadi penggerak utama ekonomi Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2019. Dari sektor eksternal terdapat beberapa risiko yang perlu diwaspadai seperti tekanan eksternal berupa risiko meningkatnya tekanan perdagangan global seiring kebijakan proteksi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga The Fed, kebijakan proteksi dagang negara tujuan ekspor komoditas kelapa sawit, serta fluktuasi harga minyak dunia.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel