Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Sumatera Selatan Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
07 Juli 2020

Pada triwulan II 2018, ekonomi Sumatera Selatan tumbuh sebesar 6,07% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,87% (yoy) serta merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi selama lima tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi ini juga tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera yang sebesar 4,65% (yoy) serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,27% (yoy). Tingginya capaian pertumbuhan ekonomi di triwulan laporan terutama didukung oleh membaiknya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, masih tingginya realisasi investasi, serta masih positifnya pertumbuhan ekspor luar negeri.  Dari sisi penawaran, tiga sektor utama Sumatera Selatan yang memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi periode ini adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan dan sektor konstruksi.

Realisasi inflasi ini lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi triwulan sebelumnya yang tercatat 3,35% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Idul Fitri selama 4 tahun terakhir. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional triwulan II 2018 yang sebesar 3,12% (yoy) serta realisasi inflasi Sumatera triwulan II 2018 yang sebesar 3,38% (yoy). Secara keseluruhan, realisasi inflasi tersebut berada dalam kisaran target inflasi nasional tahun 2018 yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar 3,5±1% (yoy). Inflasi Sumatera Selatan yang relatif terjaga disebabkan oleh menurunnya inflasi administered prices dan inflasi inti di triwulan II 2018. Selain itu, tekanan inflasi volatile food pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tercatat tidak terlalu signifikan.

Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Selatan cukup baik dan terjaga, yang tercermin dari indikator stabilitas keuangan daerah Sumatera Selatan, baik rumah tangga maupun korporasi. Penyaluran kredit perbankan Sumatera Selatan mengalami peningkatan, sementara itu penghimpunan DPK dan pertumbuhan aset tumbuh positif walaupun mengalami sedikit perlambatan. Sektor rumah tangga dan korporasi masih menunjukkan kondisi yang stabil yang salah satunya tercermin dari  nilai NPL yang masih berada di bawah threshold.

Perekonomian Sumatera Selatan di tahun 2018 diperkirakan akan membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya ekonomi global serta adanya dua event besar yaitu Asian Games dan Pilkada serentak di Sumatera Selatan akan menjadi sumber pertumbuhan utama di 2018. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai adalah risiko pelemahan Rupiah akibat kenaikan suku bunga The Fed, ketegangan perdagangan Amerika Serikat dengan negara lain, serta turunnya permintaan CPO akibat penerapan kebijakan bea impor di India. ​​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel