Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Barat Periode Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 Januari 2020

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulan II 2018 meningkat sebagai dampak dari perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II tumbuh sebesar 5,08% (yoy), meningkat dari realisasi pertumbuhan triwulan sebelumnya yakni 4,69% (yoy). Faktor pendorong perekonomian dari sisi pengeluaran adalah kuatnya permintaan rumah tangga selama Ramadhan dan Idul Fitri serta tingginya aktivitas perdagangan antar daerah. Sedangkan dari sisi Lapangan Usaha (LU), peningkatan kinerja LU pertanian, LU perdagangan dan LU penyediaan akomodasi dan mamin menjadi faktor utama peningkatan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018. Sementara itu, proyeksi perekonomian Sumatera Barat pada triwulan III 2018 diprakirakan melambat dalam kisaran 4,8 – 5,2% (yoy). Di sisi lain, kesejahteraan daerah terpantau membaik hingga pertengahan tahun 2018. Kondisi tersebut tercermin dari stabilnya sejumlah indikator, seperti jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin, serta indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan. Sementara itu, jumlah penduduk usia produktif dan angkatan kerja di Sumatera Barat terus meningkat diikuti dengan penurunan tingkat pengangguran terbuka. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik dari 70,42% menjadi 72,80 % di awal tahun 2018. Peningkatan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja. Dari sisi anggaran pemerintah, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada triwulan II 2018 mengalami penurunan. Realisasi pendapatan pada triwulan berjalan baru mencapai 50,59%, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan II 2017 sebesar 51,00%. Serupa dengan realisasi pendapatan, realisasi belanja juga sedikit menurun pada triwulan II 2018 yakni mencapai 34,16% dari sebelumnya 34,88% pada triwulan II 2017. Capaian inflasi pada triwulan II 2018 masih berada dalam rentang target 3,5% + 1%, yakni 3,17% (yoy). Sesuai pola historisnya, laju inflasi Sumatera Barat pada saat berlangsungnya Ramadhan dan Idul Fitri akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun demikian, hal ini telah diantisipasi dengan sangat baik oleh TPID Sumbar dan TPID Kab/Kota. Adapun komoditas pengerek laju inflasi pada triwulan laporan antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, jengkol dan angkutan udara.

Seluruh indkator menunjukkan tren yang tumbuh positif pada triwulan II 2018, yakni kinerja sektor rumah tangga, kinerja sektor korporasi, penyaluran kredit UMKM dan perbankan syariah. Sementara itu, aliran arus kas (cashflow) perbankan di Sumatera Barat kembali didominasi oleh arus kas keluar (outflow). Kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai mengalami peningkatan sehingga mendorong terjadinya outflow. Kondisi outflow tersebut disebabkan oleh Bulan Ramadhan, Lebaran dan tahun ajaran baru yang jatuh pada triwulan II 2018. Sementara itu, transaksi non tunai di Sumatera Barat melalui LKD terus tumbuh pada triwulan II 2018. Kenaikan transaksi di agen LKD tersebut didominasi oleh transaksi isi ulang uang elektronik sebanyak 894 kali dan pembayaran atas tagihan yang bersifat rutin atau berkala sebanyak 2.177 kali. Peningkatan transaksi tersebut juga diimbangi dengan kenaikan jumlah agen LKD yang terbentuk. Di sisi lain, kliring debet di Sumatera Barat kembali menunjukkan tren penurunan. Sedangkan Uang tidak layak edar (UTLE) yang dimusnahkan menurun drastis. Dari segi nominal maupun lembaran, pemusnahan UTLE di Sumbar turun hingga 85,14% (yoy) dan 56,37% (yoy). Penurunan ini diakibatkan oleh membanjirnya uang hasil cetak sempurna (HCS) di masyarakat karena Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Perekonomian Sumatera Barat pada triwulan IV 2018 diprakirakan tumbuh signifikan pada kisaran 5,1% - 5,5% (yoy),meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dengan prakiraan sebesar 4,8% - 5,2% (yoy) sejalan dengan terjaganya konsumsi masyarakat, akselerasi penyerapan anggaran pemerintah dan peningkatan investasi swasta. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi dari sisi lapangan usaha akan didorong oleh LU indsutri olahan, LU transportasi dan pergudangan serta LU penyedia akomodasi dan makan minum. Sedangkan laju inflasi di triwulan IV 2018 diprakirakan relatif stabil dibandingkan prakiraan triwulan sebelumnya, dengan rentang inflasi 3,3% - 3,7% (yoy) akibat tingginya aktivitas liburan pada akhir tahun dan proyeksi harga minyak dunia yang terus direvisi ke atas. Secara agregat, inflasi Sumbar tahun 2018 diprakirakan berada dalam kisaran 3,5% + 1% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel