Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Barat Periode Agustus 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 Januari 2020

Perekonomian Sumatera Barat pada triwulan II 2017 terpantau mengalami perbaikan. Laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II 2017 tumbuh sebesar 5,32% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2017 sebesar 4,98% (yoy). Setelah berada pada posisi kelima di triwulan sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Sumbar berada di urutan kedua untuk wilayah Sumatera pada periode laporan. Meningkatnya realisasi Pendapatan asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan menyebabkan realisasi pendapatan Provinsi Sumatera Barat meningkat. Peningkatan pendapatan tersebut diikuti dengan kenaikan realisasi belanja pada triwulan II 2017. Kenaikan realisasi belanja dimaksud disebabkan oleh adanya pengalihan beberapa kewenangan dan tanggung jawab penggajian beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dari yang sebelumnya merupakan kewenangan kabupaten/kota menjadi kewenangan provinsi sebagaimana amanat UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. ​

Secara tahunan, laju inflasi Sumatera Barat pada triwulan II 2017 tercatat sebesar 5,00 (yoy) atau lebih tinggi ibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 3,82% (yoy). Kelompok administered price mengalami tekanan inflasi di tengah inflasi kelompok inti dan volatile foods yang justru mereda. Kebijakan penyesuaian Tarif Tenaga Listrik (TTL) dan siklus kenaikan tarif angkutan udara seiring tibanya Ramadhan dan Lebaran menjadi faktor utama pendorong inflasi triwulan II 2017. Sementara itu, panen komoditas hortikultura serta terjaganya pasokan beras seiring panen dan operasi pasar oleh Bulog, menjadi faktor penahan inflasi ​

Secara umum, stabilitas keuangan daerah relatif masih terjaga. Hal tersebut didukung oleh kinerja sektor korporasi, sektor rumah tangga dan perbankan yang semakin menunjukkan perbaikan. Struktur pengeluaran rumah tangga pada triwulan II 2017 tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya, yang masih didominasi oleh kebutuhan konsumsi. Meskipun daya beli masyarakat meningkat, porsi pengeluaran untuk konsumsi justru menurun karena adanya pengalokasian pengeluaran masyarakat untuk keperluan pembayaran pendaftaran memasuki tahun ajaran sekolah baru. ​

LDR, sebagai cerminan fungsi intermediasi, bank umum di Sumatera Barat pada awal tahun 2017 konsisten masih berada di level yang tinggi, meskipun sedikit menurun. Sementara itu, kualitas kredit bank umum di Sumbar pada triwulan II 2017 sedikit menunjukkan perbaikan tercermin dari NPL yang menurun. Penurunan kualitas kredit tersebut terjadi terutama pada sektor korporasi. ​

Perkembangan transaksi non tunai di Sumatera Barat melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) masih menunjukkan penurunan, baik dari sisi nominal maupun volume transaksi. Penurunan transaksi kliring tersebut diprakirakan merupakan imbas dari pola masyarakat yang cenderung menggunakan uang tunai selama momen lebaran dalam mememenuhi kebutuhan konsumsinya pada triwulan II 2017. ​

Sumatera Barat mencatatkan arus kas keluar (outflow) yang cukup besar pada triwulan II 2017. Secara keseluruhan, net outflow tersebut mengalami kenaikan yang signifikan hingga 49,86% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,14 trilun. Efek lebaran dan tahun ajaran baru mendorong masyarakat Sumatera Barat untuk cenderung menarik uangnya dari perbankan. ​

Membaiknya perekonomian pada awal tahun 2017 memberikan dampak positif terhadap perbaikan penyerapan tenaga kerja. Kondisi tersebut tercermin dari kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja yang diiringi dengan relatif menurunnya tingkat pengangguran. Kesejahteraan daerah terpantau membaik memasuki tahun 2017. Kondisi tersebut tercermin dari membaiknya sejumlah indikator, seperti jumlah penduduk miskin, persentase penduduk miskin, dan indeks keparahan kemiskinan. ​

Perekonomian Sumatera Barat pada triwulan III 2017 diprakirakan tumbuh pada kisaran 5,2% - 5,6% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,32% (yoy). Dari sisi permintaan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga, walaupun tetap tumbuh tinggi, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II 2017 seiring dengan tradisi pulang basamo, liburan sekolah dan tahun ajaran baru. Investasi diprakirakan tumbuh tinggi yang ditopang akselerasi belanja modal dan realisasi fisik proyek swasta. ​

Pada triwulan III 2017, laju inflasi secara umum diprakirakan berada dalam rentang 3,0% - 3,4% (yoy) atau menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan terbesar diperkirakan disumbang oleh kelompok volatile foods dan administered price seiring normalisasi harga berbagai barang dan jasa pasca Ramadhan dan Lebaran. ​

Secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi Sumbar di tahun 2017 diprakirakan berada pada kisaran 5,3% - 5,7% (yoy), meningkat dibandingkan tahun 2016. Di sisi permintaan, sumber pertumbuhan utama berasal dari komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, ekspor dan investasi. Membaiknya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh peningkatan harga komoditas dunia, khususnya CPO dan karet yang mendorong perbaikan daya beli dan tingkat pendapatan masyarakat. Aktivitas investasi diprakirakan membaik seiring realisasi investasi Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri dan investasi untuk mendorong kinerja pariwisata di berbagai daerah. ​

Inflasi tahun 2017 diproyeksikan pada kisaran 4,0% + 1% (yoy). Secara tahun kalender (Januari-Juli 2017), inflasi Sumbar masih tercatat rendah sebesar 0,79% (ytd). Dari sisi volatile foods, risiko peningkatan harga masih bersumber dari komoditas cabai merah dan beras. Faktor musiman peningkatan permintaan pada saat Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha secara historis menjadi penyebab meningkatnya harga secara signifikan di atas harga normal. Di samping itu, risiko musim kekeringan pada semester II 2017 juga diperkirakan memberikan andil pada kenaikan harga beras dan cabai merah. Pada kelompok administered price, potensi kenaikan harga minyak dunia akan berimplikasi pada kebijakan harga energi strategis ke depan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel