​Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sumatera Barat Periode Februari 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
14 Juli 2020
​​

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat meningkat cukup signifikan di triwulan terakhir tahun 2018. Berdasarkan rilis BPS, laju pertumbuhan PDRB Sumbar tumbuh pada level 5,50% (yoy) di triwulan IV 2018 atau terakselerasi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,24% (yoy). Dari sisi pengeluaran, tingginya aktivitas konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah menjadi penggerak utama laju pertumbuhan ekonomi di triwulan IV 2018. Selain itu, masifnya pencairan anggaran infrastruktur dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menjadi penopang pertumbuhan PMTB di akhir tahun. Dari sisi sektoral, siklus akhir tahun menggerakkan hampir seluruh lapangan usaha utama, seperti LU perdagangan, LU penyediaan akomodasi mamin dan LU transportasi pergudangan.

Perbaikan kinerja perekonomian Sumatera Barat berdampak pada relatif membaiknya kesejahteraan masyarakat hingga September 2018. Kondisi ini tercermin dari menurunnya jumlah penduduk miskin dan persentase penduduk miskin. Penurunan penduduk miskin tersebut, terutama terjadi pada masyarakat pedesaan, sementara penduduk miskin masyarakat perkotaan cenderung naik. Hal ini disebabkan antara lain karena efektifnya realisasi dana desa padat karya pada tahun 2018. Sementara itu, kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat juga meningkat sebagaimana tercermin dari membaiknya IPM sebesar 71,24 pada September 2018, meningkat bila dibandingkan September tahun sebelumnya 70,73.

Dari sisi anggaran pemerintah, pencapaian realisasi belanja pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak sebaik pencapaian pendapatan daerah. Realisasi pendapatan pada triwulan IV 2018 adalah 97,34%, lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi triwulan IV 2017 sebesar 94,38%. Sedangkan realisasi belanja mencapai 91,12%, relatif menurun dibandingkan dengan realisasi belanja pada triwulan IV 2017 sebesar 92,45%.

Sampai dengan akhir tahun 2018, laju inflasi Sumatera Barat terjaga pada level yang rendah, yakni 2,60% (yoy). Angka realisasi inflasi di triwulan IV 2018 tersebut lebih rendah dari realisasi pada triwulan sebelumnya yang mencapai 2,69% (yoy). Faktor utama pendorong penurunan laju inflasi di triwulan akhir 2018 ialah meredanya gejolak harga kelompok bahan makanan, terutama komoditas cabai merah. Terkendalinya laju inflasi selama tahun 2018 juga merupakan bentuk semakin eratnya koordinasi TPID dengan seluruh program unggulannya, baik pada level Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Dengan tingkat inflasi tersebut menempatkan Sumbar berada pada posisi ketujuh provinsi dengan capaian inflasi terendah nasional dan posisi kelima di wilayah Sumatera selama tahun 2018.

Stabilitas keuangan daerah di Sumatera Barat masih relatif terjaga di tengah melambatnya intermediasi perbankan. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada triwulan IV 2018 tumbuh melambat sebesar 6,26% (yoy) dibandingkan triwulan III 2018 sebesar 8,54% (yoy), yang mayoritas berupa instrumen tabungan. Sementara itu, Kredit/pembiayaan yang didominasi oleh kredit konsumsi juga melanjutkan tren melambat, yakni hanya tumbuh 1,54% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan III 2018 sebesar 2,87% (yoy). Rasio Non-Performing Loan (NPL) Sumatera Barat tercatat rendah pada angka 2,7%, menurun dibandingkan triwulan III 2018 sebesar 3,1%. Sementara itu, arus kas masuk (cash inflow) masih membanjiri sistem perbankan di Sumatera Barat pada triwulan IV 2018. Menjelang akhir tahun, inflow masih dominan di Sumbar meskipun mengalami penurunan.

Sementara itu, outflow pada triwulan laporan cukup tinggi dibandingkan sebelumnya. Kebutuhan masyarakat terhadap uang kartal yang cukup tinggi di akhir tahun menjadi penyebab utama turunnya inflow dan kenaikan outflow yang cukup signifikan.

Di sisi lain, terjadi kenaikan pada transaksi non tunai melalui instrumen uang elektronik dan melalui kanal pembayaran Layanan Keuangan Digital (LKD). Kenaikan transaksi tersebut berhubungan dengan semakin gencarnya program dan sosialisasi transaksi non tunai. Peningkatan tersebut juga akibat adanya beberapa program pemerintah yang mendorong penggunaan transaksi non tunai di masyarakat.

Sedangkan pemusnahan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) mengalami penurunan. Dari segi nominal maupun lembaran, pemusnahan UTLE di Sumbar turun sebesar 10,58% (yoy) dan 0,72% (yoy). Turunnya pemusnahan ini akibat turunnya jumlah arus kas masuk di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar karena perbankan cenderung menahan, bahkan menambah permintaan uang kartal untuk menjamin kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang akhir tahun dan kebutuhan tahun ajaran baru 2019.

Laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan I 2019 diproyeksikan melambat pada rentang 4,8 – 5,2% (yoy). Perlambatan ekonomi disebabkan oleh pola aktivitas ekonomi awal tahun yang masih terbatas. Siklus ini diyakini berdampak pada hampir seluruh komponen sisi pengeluaran. Namun demikian, masifnya kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan konsumsi akan menjaga daya beli masyarakat di level yang tinggi. Prediksi yang sama akan terjadi pada sisi penawaran. Masih berlangsungnya masa tanam tanaman pangan dan hortikultura serta masuknya masa trek kelapa sawit mendorong menahan LU pertanian dan perkebunan. Sementara LU perdagangan dan LU transportasi pergudangan juga diprakirakan tumbuh melambat setelah usainya masa libur akhir tahun.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, laju inflasi di triwulan I 2019 diprakirakan juga melambat dibandingkan prakiraan triwulan sebelumnya, dengan rentang inflasi 2,2% - 2,6% (yoy). Mulai lancarnya pasokan, kondusifnya cuaca dan normalisasi permintaan setelah libur akhir tahun diyakini akan menjadi penyebab utama meredanya tekanan inflasi kelompok bahan pangan. Sementara itu, keputusan pemerintah untuk menurunkan harga BBM non subsidi sebanyak 2 kali sampai dengan bulan kedua di triwulan I 2019 dan penurunan harga avtur untuk industri penerbangan dipercaya akan memengaruhi laju inflasi kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan ke bawah.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel