Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara Mei 2019​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Agustus 2019
Perkembangan Ekonomi Makro
Perekonomian Sulut tumbuh sebesar 6,58% (yoy) pada triwulan I 2019, menguat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,10% (yoy). Pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan stabilnya pertumbuhan investasi di tengah ekspor yang melambat mendorong pertumbuhan Sulut menguat di triwulan I 2019. Dari sisi lapangan usaha, penguatan pertumbuhan pertanian dan perdagangan serta masih kuatnya pertumbuhan konstruksi menjadi faktor pendorong menguatnya pertumbuhan ekonomi Sulut. Memasuki triwulan II 2019, pertumbuhan ekonomi Sulut diperkirakan melambat dibandingkan triwulan I 2019.
Keuangan Pemerintah
Pada triwulan I 2019, realisasi anggaran pendapatan Sulawesi Utara relatif baik dengan capaian 22,20% dari target meski lebih rendah dibanding rasio realisasi pada 2017 dan 2016. Di sisi lain, realisasi anggaran belanja APBD perubahan Provinsi Sulut tercatat sebesar 9,6%. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi hingga triwulan I 2018 (11,1%) maupun hingga triwulan I 2017 (12,95%). Penyerapan alokasi anggaran belanja APBN di Sulawesi Utara tercatat sebesar 13,70%, lebih tinggi dibandingkan 2018 yang tercatat sebesar 9,42%.  Meski meningkat, realisasi belanja APBN di Sulut masih bisa ditingkatkan, terutama melalui realisasi belanja modal.
Perkembangan Inflasi Daerah
Inflasi Sulawesi Utara pada triwulan I 2019 tercatat sebesar 2,46% (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya (3,83% yoy). Inflasi Sulut pada triwulan I 2019 relatif terkendali dan berada di bawah rentang sasaran inflasi Nasional tahun 2018: 3,5%±1% (yoy).   Inflasi tahunan pada triwulan I 2019 disumbang oleh kelompok Bahan Makanan sebesar 1,21%; kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,41%; kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,17%; kelompok Sandang sebesar 0,12%; kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,85%; kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,09%; serta kelompok Kesehatan dengan andil inflasi sebesar 0,07%.
Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM
Kondisi keuangan daerah Sulawesi Utara relatif stabil meskipun beberapa indikator perbankan mengalami perlambatan seperti pertumbuhan kredit dan aset.  Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh meningkat sebesar 4,06% (yoy). Dari jenis kredit, peningkatan pertumbuhan kredit terjadi pada Kredit Investasi (KI) sebesar 21,59%, sedangkan Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Konsumsi (KK) tumbuh melambat masing-masing sebesar 8,54% dan 0,77%. Seiring dengan penurunan kredit, kualitas kredit juga menurun tercermin dari NPL yang sebesar 3,66%, naik dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,95%.
Disisi lain pertumbuhan kredit perbankan yang disalurkan kepada UMKM terpantau meningkat. Tercatat laju pertumbuhan kredit UMKM pada triwulan I 2019 sebesar 18,58% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98% (yoy). Adapun rasio kredit bermasalah UMKM pada triwulan laporan tercatat sebesar 4,28%, naik dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,96%.
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Pergerakan aliran uang kartal dari kas KPwBI Sulut ke masyarakat pada triwulan I 2019 masih mengikuti pola musimannya yaitu net inflow, yaitu aliran uang yang masuk ke KPwBI Provinsi Sulawesi Utara lebih besar dibandingkan uang yang keluar.
Nominal transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) pada triwulan I 2019 di Sulut tercatat sebesar Rp4,57 triliun. Jumlah ini menurun  dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp5,77 triliun atau menurun sebesar 21% (qtq). Sejalan dengan penurunan transaksi RTGS, transaksi SKNBI menurun sebesar Rp0,7 triliun atau menurun 18,73% (qtq) dibandingkan dengan  dibanding triwulan sebelumnya.
Berdasarkan hasil pengawasan off-site, aktivitas Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) pada triwulan I 2019 meningkat pesat. Total transaksi KUPVA BB pada triwulan I 2019 tercatat sebesar Rp 19,47 miliar, meningkat sebesar 45,27% (qtq) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya 
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Ketenakerjaan Sulut pada triwulan I 2019 membaik yang tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Februari 2019 yang sebesar 5,37%, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 6,09%. Turunnya angka TPT disebabkan turunnya angkatan kerja secara keseluruhan sebesar 4,87%
Selain itu, kondisi kesejahteraan di Sulawesi Utara secara umum mengalami perbaikan yang tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan. Jumlah penduduk  miskin  di  Provinsi  Sulawesi  Utara  pada periode September 2018 sebanyak 189,05 ribu jiwa (7,59%), menurun dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada September 2017 yang mencapai 194,85 ribu jiwa (7,9%) atau turun sebesar 0,31%. Angka ini masih di bawah tingkat kemiskinan nasional yang tercatat mencapai 9,66% pada periode September 2018.
Pada tahun 2019, upah minimum provinsi (UMP) meningkat sebesar 8,03% (yoy) dari UMP tahun 2018  sehingga mendorong kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara tahun 2018 juga meningkat yang terjadi pada semua indikator pembentuk IPM. Secara nasional IPM Sulawesi Utara tahun 2018 masih di atas nasional dan berada pada peringkat 7.
Prospek Perekonomian Daerah
Perekonomian Sulawesi Utara tumbuh stabil pada triwulan III 2019. Sedangkan secara keseluruhan tahun 2019, ekonomi Sulut diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Ekonomi Sulut triwulan III 2019 diperkirakan tumbuh 6,0-6,5% (yoy) dan keseluruhan tahun 2019 tumbuh 6,1-6,5% (yoy).
Di sisi inflasi, IHK Sulut juga diperkirakan akan mengalami tekanan inflasi yang relatif moderat pada triwulan III 2019 dan untuk keseluruhan tahun 2019 inflasi diperkirakan berada dalam rentang sasaran inflasi tahun 2019.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel