Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sulawesi Utara November 2018​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
19 Juli 2019

Perkembangan Ekonomi Makro

Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) kembali melambat pada Triwulan III 2018. Melambatnya pertumbuhan konsumsi menjadi salah satu faktor yang menahan pertumbuhan ekonomi Sulut. Perlambatan konsumsi rumah tangga tersebut terjadi seiring dengan perlambatan pertumbuhan tiga lapangan usaha utama di Sulawesi Utara, yaitu industri pengolahan, perdagangan, dan transportasi serta pertumbuhan LU pertanian yang masih rendah. Di sisi lain, investasi menguat secara signifikan di TW III 2018 yang bersumber dari peningkatan investasi bangunan oleh swasta. Selain itu, peningkatan realisasi belanja modal pemerintah baik yang bersumber dari APBD maupun APBN mampu menahan pertumbuhan ekonomi TW III melambat lebih dalam.

Keuangan Pemerintah

Pada triwulan III 2018, realisasi anggaran pendapatan Sulawesi Utara cukup baik. Realisasi anggaran pendapatan Sulut sebesar 74,70% lebih tinggi dibandingkan realisasi triwulan III 2017.Disisi lain, realisasi anggaran belanja belum maksimal meskipun ada perbaikan. Realisasi belanja APBD Provinsi Sulut pada Triwulan II 2018 sebesar 55,52% lebih tinggi dibandingkan dengan Triwulan II 2017 dan Triwulan II 2016 yang masing-masing 53,63% dan 63,4%. Adapun penyerapan alokasi anggaran APBN di Sulut di Triwulan III 2018 tercatat sebesar 56,9%, lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar 57,13%. Penyerapan yang belum maksimal disebabkan oleh belanja barang dan belanja modal yang belum maksimal.

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi Sulawesi Utara pada triwulan III 2018 tercatat sebesar 1,45% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya (3,46%, yoy). Inflasi Sulut pada triwulan III 2018 relatif terkendali dan masih berada di bawah rentang sasaran inflasi Nasional tahun 2018: 3,5%±1% (yoy). Inflasi tahunan pada triwulan III 2018 disumbang oleh kelompok Bahan Makanan sebesar 0,35%, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,29%, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,25%, Kelompok Sandang sebesar 0,04%, Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,39%, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,09% dan kelompok kesehatan dengan andil inflasi sebesar 0,04%.

Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM

Kondisi keuangan daerah Sulawesi Utara relatif stabil meskipun mengalami perlambatan, tercermin dari melambatnya peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), aset dan kredit. Dari jenis kredit, perlambatan pertumbuhan kredit terjadi pada jenis Kredit Konsumsi (KK) sedangkan Kredit Modal Kerja (KMK) tercatat tumbuh melambat di sisi lain, Kredit Investasi tercatat tumbuh meningkat pada triwulan laporan. Namun demikian, kualitas kredit membaik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan kredit UMKM triwulan III 2018 sebesar 10,79% (yoy), rasio kredit bermasalah UMKM membaik menjadi 4,49% dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,92%. Pangsa kredit UMKM terhadap total kredit juga mengalami peningkatan sebesar 27,24%, meningkat dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 26,96%.

Lebih lanjut, ketahanan sektor korporasi dan sektor rumah tangga juga masih terjaga meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 3,17% (yoy) dengan share terhadap PDRB sebesar 45,42%.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Pergerakan aliran uang kartal dari kas KPwBI Sulut ke masyarakat pada triwulan III 2018 masih mengikuti pola musimannya yaitu net-inflow, yaitu aliran uang yang masuk ke KPwBI Provinsi Sulawesi Utara lebih besar dibandingkan uang yang keluar.

Nominal transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) pada triwulan III 2018 di Sulut tercatat sebesar Rp3,83 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp3,52 triliun atau meningkat sebesar 8,97% (qtq). Di sisi lain, transaksi SKNBI meningkat sebesar Rp0,3 triliun atau 9,43% (qtq) dibandingkan dengan dibanding triwulan sebelumnya.

Berdasarkan hasil pengawasan off-site, aktivitas Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) pada triwulan III 2018 menunjukkan peningkatan. Total transaksi KUPVA BB pada triwulan III 2018 tercatat sebesar Rp 13,87 miliar, meningkat sebesar 13,74% (qtq) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Naiknya jumlah tenaga kerja di beberapa sektor utama menyebabkan terjadinya perbaikan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara yang tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Agustus 2018 yang sebesar 6,86%, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 7,18%. Turunnya angka TPT disebabkan naiknya jumlah tenaga kerja di beberapa sektor utama antara lain Perdagangan (9,7%), Industri Pengolahan (19,83%), Transportasi (19,7%) dan Pertanian (1,94%).

Selain itu, kondisi kesejahteraan di Sulawesi Utara secara umum mengalami perbaikan yang tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara pada periode Maret 2018 sebanyak 194,85 ribu jiwa (7,8%) turun dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2017 yang berjumlah sekitar 200,35 ribu jiwa (8,2%) atau turun sebesar 0,3%. Angka ini masih di bawah tingkat kemiskinan nasional yang tercatat mencapai 9,82% pada periode Maret 2018.

Prospek Perekonomian Daerah

Perekonomian Sulawesi Utara ke depan diperkirakan terus meningkat. Pada Triwulan I 2019 ekonomi Sulut tumbuh menguat seiring penguatan konsumsi dan investasi. Sedangkan secara keseluruhan tahun 2019, ekonomi Sulut diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Ekonomi Sulut triwulan I 2018 diperkirakan tumbuh 6,1-6,5% (yoy) dan keseluruhan tahun 2018 tumbuh 6,1-6,5% (yoy).

Di sisi inflasi, IHK Sulut juga diperkirakan akan mengalami tekanan inflasi yang cukup kuat pada triwulan I 2019 dan untuk keseluruhan tahun 2018 inflasi diperkirakan berada dalam rentang sasaran inflasi. ​ ​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel