Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Utara Agustus 2018​​​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
18 Juli 2019

Perkembangan Ekonomi Makro

Perekonomian Sulut melambat di Triwulan II 2018. Penurunan investasi menjadi salah satu faktor penghambat Sulut untuk tumbuh lebih kuat. Investasi yang melambat ditambah konsumsi rumah tangga yang juga melambat membuat pertumbuhan ekonomi Sulut terkoreksi di triwulan II menjadi lebih rendah. Peningkatan pendapatan melalui pertumbuhan UMP dan cairnya tunjangan hari raya menjadi sumber penahan konsumsi rumah tangga tidak melambat lebih dalam di tengah-tengah kinerja sektor pertanian yang terkontraksi di Triwulan II 2018.

Keuangan Pemerintah

Pada Triwulan II 2018, realisasi anggaran pendapatan Sulawesi Utara cukup baik. Realisasi anggaran pendapatan Sulut sebesar 29,36% meskipun lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan I 2017 namun lebih baik dibandingkan dengan realisasi tahun 2016. Disisi lain, realisasi anggaran belanja belum maksimal. Realisasi belanjan APBD Provinsi Sulut pada Triwulan II 2018 (32,68%) lebih rendah dibandingkan dengan Triwulan I 2017 (36,96%) maupun Triwulan II 2016 (39,47%). Adapun penyerapan alokasi anggaran APBN di Sulut di Triwulan II 2018 tercatat sebesar 32,62%, lebih rendah dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar 33,26%. Penyerapan yang belum maksimal disebabkan oleh dasar hukum kelanjutan proyek yang belum lengkap.

Perkembangan Inflasi Daerah

Inflasi Sulawesi Utara pada Triwulan II 2018 tercatat sebesar 3,46% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (1,12%). Dengan demikian, inflasi Sulut pada Triwulan II 2018 relatif terkendali dan masih berada di bawah rentang sasaran inflasi Nasional tahun 2018: 3,5%±1% (yoy). Inflasi tahunan pada Triwulan II 2018 disumbang oleh kelompok Bahan Makanan sebesar 2,60%, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,29%, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,23%, Kelompok Sandang sebesar 0,12%, kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,10% ,kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,09% dan kelompok kesehatan dengan andil inflasi sebesar 0,02%.

Stabilitas Keuangan Daerah, Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM

Kondisi keuangan daerah Sulawesi Utara relatif stabil meskipun mengalami perlambatan, tercermin dari melambatnya peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), aset dan kredit serta perbaikan kualitas kredit dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Dari jenis kredit, peningkatan pertumbuhan kredit hanya terjadi pada jenis Kredit Konsumsi (KK) sedangkan Kredit Modal Kerja (KMK) tercatat tumbuh melambat dan Kredit Investasi tercatat tumbuh negatif (angka) pada triwulan laporan.

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan kredit UMKM Triwulan II 2018 sebesar 12,83% (yoy), rasio kredit bermasalah UMKM membaik menjadi 4,92% dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,27%. Pangsa kredit UMKM terhadap total kredit juga mengalami peningkatan sebesar 26,96%, meningkat dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 25,49%.

Ketahanan sektor korporasi dan sektor rumah tangga juga masih terjaga meskipun mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 4.12% (yoy) dengan share terhadap PDRB sebesar 45.8%.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah 

Pergerakan aliran uang kartal dari kas KPwBI Sulut ke masyarakat pada Triwulan II 2018 masih mengikuti pola musimannya yaitu net-outflow sebesar Rp 853,76 miliar. Peningkatan bayaran dari kas KPwBI Sulut sejalan dengan masuknya periode Hari Raya Idul Fitri pada bulan Mei dan Juni 2018.

Nominal transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) Triwulan II 2018 sebesar Rp 3,52 triliun atau menurun sebesar 23,12% (qtq) dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi lain, transaksi kliring pada Triwulan II 2018 juga mengalami perlambatan yang tercatat Rp1,66 triliun, menurun baik dibanding triwulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Dalam rangka memperluas jangkauan layanan kas bank, Bank Indonesia melaksanakan program BI Jangkau. Pada Triwulan II 2018 telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama program BI Jangkau 2018 dengan penambahan peserta dari yang sebelumnya (2017) hanya bekerja sama dengan Bank SulutGo menjadi 5 (lima) peserta yaitu Bank SulutGo, Pegadaian, Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Dalam program tersebut juga dilakukan penambahan jumlah cakupan kecamatan menjadi 65 kecamatan, yang sebelumnya (2017) hanya menjangkau sebanyak 47 kecamatan.

Dalam rangka mendukung implementasi penyaluran bantuan sosial nontunai tahun 2018, KPwBI Sulut berupaya memperluas implementasi Layanan Keuangan Digital (LKD). Posisi jumlah LKD per Triwulan II 2018 tercatat sebanyak 1.888 agen atau meningkat sebesar 8,7% (mtm) dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jumlah tersebut meningkat sebesar 4,48%.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan 

Perbaikan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara tersebut tercermin dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode Februari 2018 yang sebesar 6,09%, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 6,12%. Turunnya angka TPT disebabkan naiknya jumlah tenaga kerja di beberapa sektor utama antara lain Perdagangan (8,78%) dan Kontruksi (8,48%). Kondisi kesejahteraan di Sulawesi Utara secara umum mengalami perbaikan yang tercermin dari penurunan tingkat kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara pada periode Maret 2018 sebanyak 194,85 ribu jiwa (7,8%) turun dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2017 yang berjumlah sekitar 200,35 ribu jiwa (8,2%) atau turun sebesar 0,3%. Angka ini masih di bawah tingkat kemiskinan nasional yang tercatat mencapai 9,82% pada periode Maret 2018.

Prospek Perekonomian Daerah

Perekonomian Sulawesi Utara ke depan diperkirakan terus meningkat. Pada triwulan IV 2018 ekonomi Sulut tetap tumbuh stabil. Sedangkan secara keseluruhan tahun 2018, ekonomi Sulut diperkirakan tumbuh meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Ekonomi Sulut triwulan IV 2018 diperkirakan tumbuh 6,0-6,4% (yoy) dan keseluruhan tahun 2018 tumbuh 6,2-6,6% (yoy).

Di sisi inflasi, IHK Sulut juga diperkirakan akan mengalami inflasi moderat pada triwulan IV 2018 dan untuk keseluruhan tahun 2018 inflasi diperkirakan berada dalam rentang sasaran inflasi tahun 2018.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel