Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
05 Juli 2020
Profil Provinsi Sulawesi Tenggara
Pilih Provinsi    
​Dari luas daratan Sulawesi Tenggara (3.814.000 ha atau 38.140 km2), peruntukannya adalah antara lain sebagai berikut :
  • ​Tanah sawah seluas 91.240 ha.
  • Tegal/kebun seluas 192.291 ha.
  • Ladang/huma seluas 92.067 ha.
  • Tambak/kolam/tebat dan empang seluas 19.464 ha.
  • Lahan tanaman kayu-kayuan seluas 257.270 ha.
  • Perkebunan seluas 401.815 ha
  • Hutan negara seluas 1.991.103 ha.
  • Lahan yang saat ini belum diusahakan (tidak produktif) seluas 256.733 ha.
  • Selain areal pertanian, daerah daratan Sulawesi Tenggara juga memiliki berbagai jenis bahan tambang yang potensial dan bernilai tinggi, antara lain : nikel, aspal, marmer, minyak bumi dan batuan semen. Biji nikel yang diolah secara intensif terdapat di Pomalaa Kab. Kolaka dengan kapasitas 350.000 ton/tahun, tambang aspal terdapat di Pulau Buton dengan kapasitas produksi 150.000 ton/tahun. 
  • Sedangkan perairan Sulawesi Tenggara dengan luas 110.000 km² memiliki kandungan sumberdaya alam yang melimpah dengan hasil utama ikan dan rumput laut. 
Produk Sulawesi Tenggara yang menjadi andalan antara lain :
  • ​Kakao, dengan jumlah produksi pada tahun 2005 mencapai 126.812 ton.
  • Jambu mete, dengan jumlah produksi tahun 2005 mencapai 35.367 ton.
  • Padi, dengan jumlah produksi tahun 2005 mencapai 339.845 ton.
  • Pertambangan Biji nikel, jumlah produksi pada tahun 2005 adalah 1.157.657 ton dengan nilai mencapai Rp410.506 milliar.
  • Perikanan umum (laut), dengan jumlah produksi mencapai 4.532 ton dengan nilai Rp36,04 milliar.
Berbagai komoditi yang dihasilkan Sulawesi Tenggara, selain untuk kebutuhan regional (kecuali pertambangan nikel), juga diekspor ke luar negeri dengan negara tujuan utama Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.  Adapun jumlah dan nilai ekspor Sulawesi Tenggara pada tahun 2005 adalah sebagai berikut :
  • ​Pertambangan (nikel), dengan volume ekspor mencapai 1.304.331,5 ton senilai US$ 123,08 juta pada tahun 2005
  • Perikanan (ikan, udang, mutiara), dengan volume ekspor mencapai 487,6 ton senilai US$ 2,35 juta pada tahun 2005.
  • Perkebunan, dengan volume ekspor mencapai 15.600 ton senilai US$ 13,65 juta pada tahun 2005.
  • Industri, dengan volume ekspor mencapai 1.239,7 ton senilai US$ 1,01 juta pada tahun 2005.
Show Left Panel