Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 Januari 2020
​​Pada triwulan I 2019 ekonomi Sulawesi Tenggara tumbuh sebesar 6,3% (yoy), mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,2% (yoy). Dari sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan perekonomian Sulawesi Tenggara ditopang oleh perbaikan kinerja impor luar negeri meskipun tertahan oleh perlambatan yang terjadi pada sektor lainnya seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi dan ekspor luar negeri. Sementara itu dari sisi penawaran, akselerasi perekonomian Sulawesi Tenggara didorong oleh peningkatan kinerja Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU konstruksi dan LU perdagangan besar dan eceran.
 
Memasuki triwulan II 2019, perkembangan beberapa indikator ekonomi di Sulawesi Tenggara mengindikasikan arah pertumbuhan dengan tren meningkat dengan kisaran 6,6% - 7,0% (yoy). Sektor ekonomi yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kinerja yaitu lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, lapangan usaha industri pengolahan dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Namun perlambatan pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta lapangan usaha konstruksi diperkirakan akan menahan laju akselerasi perekonomian pada periode tersebut. Sementara dari sisi permintaan, percepatan pertumbuhan pada komponen utama seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan ekspor diperkirakan mampu mendorong akselerasi perekonomian Sulawesi Tenggara pada periode mendatang.
 
Sementara itu, tiingkat inflasi IHK provinsi Sulawesi Tenggara pada triwulan I 2019 mencapai 2,60% (yoy), sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 2,66% (yoy). Berdasarkan kelompoknya, tekanan inflasi yang cenderung menurun tersebut didukung oleh penurunan pada kelompok bahan makanan meskipun tertahan oleh peningkatan pada kelompok perumahan dan kelompok transportasi. Peningkatan produksi perikanan menjadi faktor utama menurunnya tekanan inflasi tahunan bahan makanan di Sulawesi Tenggara pada periode laporan. Namun, peningkatan pada harga bahan bakar rumah tangga serta kebijakan yang diterapkan oleh penyedia jasa penerbangan menyebabkan terjadinya kenaikan pada kelompok perumahan dan kelompok transportasi serta menahan penurunan tekanan inflasi tahunan pada periode laporan. Upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Bank Indonesia melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara selama triwulan I 2019 difokuskan pada upaya menjaga kestabilan harga melalui berbagai kegiatan untuk menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi komoditas.
 
Dari sisi stabilitas sistem keuangan, membaiknya pasar keuangan mendorong terjaganya kondisi stabilitas sistem keuangan di Sulawesi Tenggara. Kondisi tersebut tercermin pada ketahanan keuangan sektor rumah tangga, sektor korporasi, UMKM dan institusi keuangan yang menunjukkan perkembangan yang positif dengan risiko yang relatif terkendali. Ketahanan keuangan sektor rumah tangga terus terjaga dengan terjaganya penghasilan, optimisme konsumsi, perilaku berhutang yang aman dan kemampuan keuangan yang masih cukup untuk berbagai keperluan. Ketahanan pada sektor korporasi juga terus terjaga yang tercermin dari omset yang mengalami peningkatan dan kondisi likuiditas yang solid. Selanjutnya, dari sisi institusi keuangan, indikator aset bank umum, penghimpunan dana pihak ketiga dan kredit menunjukkan kinerja yang baik. Kondisi yang aman juga terlihat dari sisi risiko kredit yang masih terkendali.
 
Berdasarkan beberapa indikator pendukung, hasil survei dan liaison, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan III 2019 diprakirakan berada pada kisaran 6,4% - 6,8% (yoy), cenderung mengalami perlambatan jika dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang diprakirakan tumbuh sebesar 6,6% - 7,0% (yoy). Dari sisi penawaran, perlambatan kinerja pada periode tersebut diperkirakan berasal dari lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, lapangan usaha pertambangan dan penggalian, lapangan usaha industri pengolahan dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Meskipun demikian, perekonomian Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan pada kisaran 6,5% - 6,9% (yoy) yang didukung oleh pertumbuhan yang terjadi pada lapangan usaha nonpertambangan.
Di sisi lain, tekanan inflasi Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 mendatang diperkirakan berada pada sasaran inflasi nasional yaitu sebesar 3,5% ± 1%. Pada tahun tersebut, inflasi Sulawesi Tenggara diperkirakan sekitar 2,9% - 3,3% (yoy), cenderung meningkat dibandingkan dengan inflasi selama tahun 2018 yang sebesar 2,7% (yoy). Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi perikanan dan sayur-sayuran dapat menjadi faktor yang mendorong stabilnya capaian inflasi di Sulawesi Tenggara.
 
​Variabel Q1-2018​ Q2-2018​ Q3-2018​ Q4-2018​ Q1-2019​
​Pertumbuhan Ekonomi (%,YoY) ​6,1 6,1​​ 7,1​ 6,2​ 6,3​
​PDRB (Rp Miliar), ADHK 2010 ​20.495 21.905​ 22.736​ 23.193​ ​21.792
​Inflasi (%, YoY) ​2,4 ​1,8 ​1,4 2,7​ ​2,6
​Pertumbuhan DPK (%, YoY) ​12,1 ​11,3 ​13,5 ​14,5 ​16,5
​Pertumbuhan Kredit (%, YoY), Lokasi Bank ​13,4 ​12,2 ​12,6 ​10,2 ​11,6
​NPL ​2,5 ​2,6 ​2,4 ​2,6 ​2,4
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel