Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Februari 2020 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
11 Agustus 2020
​Pada triwulan IV 2019, perekonomian Sulawesi Tenggara tercatat tumbuh sebesar 6,9% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan III 2019 yang tumbuh sebesar 6,4% (yoy). Dengan kondisi tersebut, perekonomian Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 tercatat tumbuh sebesar 6,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,4% (yoy). Dari sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan perekonomian Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 disebabkan oleh akselerasi konsumsi pemerintah dan perbaikan kinerja impor meskipun tertahan oleh perlambatan yang terjadi pada konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor. Sementara itu dari sisi penawaran, akselerasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara disebabkan oleh akselerasi seluruh lapangan usaha utama kecuali lapangan usaha pertanian.
 
Memasuki triwulan I 2020, perkembangan beberapa indikator ekonomi di Sulawesi Tenggara mengindikasikan arah pertumbuhan dengan tren melambat dengan kisaran 6,3% - 6,7% (yoy). Lapangan usaha pertambangan, lapangan usaha konstruksi dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran akan mengalami perlambatan pada triwulan I 2020 sehingga menyebabkan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara secara menyeluruh. Namun akselerasi pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dan lapangan usaha industri pengolahan menjadi faktor yang dapat menahan laju perlambatan perekonomian pada periode tersebut. Sementara dari sisi permintaan, pelambatan pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh sektor utama seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi dan ekspor diperkirakan menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya perlambatan perekonomian Sulawesi Tenggara pada periode mendatang.
 
Sementara itu, tingkat inflasi IHK provinsi Sulawesi Tenggara pada triwulan IV 2019 mencapai 2,70% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 3,71% (yoy). Berdasarkan kelompoknya, moderasi tekanan inflasi di Sulawesi Tenggara disebabkan oleh penurunan pada kelompok bahan makanan, kelompok perumahan dan kelompok transportasi.  Peningkatan produksi pada subkelompok ikan segar akibat gelombang laut yang cenderung stabil dan kondisi curah hujan yang lebih kondusif mendorong terjadinya peningkatan produksi sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan sehingga mendorong penurunan tekanan inflasi tahunan pada kelompok bahan makanan. Sementara itu, penurunan tekanan inflasi bahan bakar rumah tangga serta normalisasi tarif angkutan udara dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya turut mempengaruhi penurunan tekanan inflasi pada kelompok perumahan dan kelompok transportasi yang berkontribusi terhadap penurunan tekanan inflasi di Sulawesi Tenggara. Upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Bank Indonesia melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara selama triwulan IV 2019 difokuskan pada upaya menjaga kestabilan harga melalui berbagai kegiatan untuk menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi komoditas.
 
Dari sisi stabilitas sistem keuangan, kondisi sistem keuangan di Sulawesi Tenggara masih terjaga. Kondisi tersebut tercermin pada ketahanan keuangan sektor rumah tangga, sektor korporasi, UMKM dan institusi keuangan yang masih menunjukkan perkembangan yang positif dengan risiko yang relatif terkendali. Ketahanan keuangan sektor rumah tangga terus terjaga dengan risiko yang membaik dan optimisme yang juga semakin baik. Ketahanan pada sektor korporasi juga terus terjaga yang tercermin dari terjaganya pendapatan selama periode pelaporan dan risiko yang terus terjaga. Selanjutnya, dari sisi institusi keuangan, indikator aset, penghimpunan dana pihak ketiga dan kredit menunjukkan kinerja yang baik. Kondisi yang aman juga terlihat dari sisi risiko kredit yang masih terkendali.
 
Berdasarkan beberapa indikator pendukung, hasil survei dan liaison, Pada triwulan II 2020, perekonomian Sulawesi Tenggara diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 6,6% - 7,0% (yoy), mengalami akselerasi jika dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan pada triwulan I 2020 yang diperkirakan berada pada kisaran 6,2% - 6,6% (yoy). Dari sisi penawaran, akselerasi kinerja perekonomian diperkirakan berasal dari lapangan usaha pertanian dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Dengan kondisi perkembangan yang terjadi, perekonomian Sulawesi Tenggara pada tahun 2020 diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan pada kisaran 6,4% - 6,8% (yoy) yang didukung oleh pertumbuhan yang terjadi pada lapangan usaha nonpertambangan.
 
Di sisi lain, tekanan inflasi Sulawesi Tenggara pada tahun 2020 mendatang diperkirakan berada pada sasaran inflasi nasional yaitu sebesar 3,0% ± 1%. Pada tahun tersebut, inflasi Sulawesi Tenggara diperkirakan sekitar 2,8% - 3,2% (yoy), cenderung meningkat dibandingkan dengan inflasi tahun 2019 yang sebesar 2,70% (yoy). Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi perikanan dan sayur-sayuran dapat menjadi faktor yang mendorong stabilnya capaian inflasi di Sulawesi Tenggara. 

​Variabel 2018-Q1​ ​2018-Q2 ​2018-Q3 ​2018-Q4 ​2019-Q1 ​2019-Q2 ​2019-Q3 ​2019-Q4
​Pertumbuhan Ekonomi (%, YoY) 6,1​ ​6,1 ​7,1 ​6,2 ​6,4 ​6,3 ​6,4 ​6,9
​PDRB (Rp Miliar) ADHK 2010
​20.495 ​21.905 ​22.736 ​23.193 ​21.805 ​23.290 ​24.197 ​24.786
​Inflasi (%,YoY)
​2,4 ​1,8 ​1,4 ​2,7 ​2,6 ​3,5 ​3,7 ​2,7
​Pertumbuhan DPK (%, YoY) ​12,1 11,3​ ​13,5 ​12,7 ​16,4 ​14,0 ​14,4 ​14,3
Pertumbuhan Kredit (%, YoY), Lokasi Bank​ ​13,4 ​12,2 ​12,6 ​11,3 ​11,6 ​12,0 ​11,8 ​11,3
​NPL (%) ​2,5 ​2,6 2,4​ ​2,2 ​2,4 ​2,5 ​2,5 ​2,3
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel