Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara Agustus 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020
​Pada triwulan II 2019 ekonomi Sulawesi Tenggara tumbuh sebesar 6,3% (yoy), mengalami moderasi dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,4% (yoy). Dari sisi permintaan, penurunan pertumbuhan perekonomian Sulawesi Tenggara disebabkan oleh menurunnya investasi, dan naiknya net ekspor antar daerah meskipun tertahan oleh kenaikan yang terjadi pada sektor lainnya seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor luar negeri. Sementara itu dari sisi penawaran, perlambatan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara didorong oleh menurunnya kinerja lapangan usaha pertambangan, konstruksi, transportasi dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran.
 
Memasuki triwulan III 2019, perkembangan beberapa indikator ekonomi di Sulawesi Tenggara mengindikasikan arah pertumbuhan dengan tren meningkat dengan kisaran 6,2% - 6,6% (yoy). Sektor ekonomi yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kinerja yaitu lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, lapangan usaha industri pengolahan dan lapangan usaha transportasi dan pergudangan. Namun perlambatan pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian dan lapangan usaha konstruksi menjadi faktor yang dapat menahan laju akselerasi perekonomian pada periode tersebut. Sementara dari sisi permintaan, percepatan pertumbuhan pada sektor utama seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan ekspor diperkirakan mampu mendorong akselerasi perekonomian Sulawesi Tenggara pada periode mendatang.
 
Sementara itu, tingkat inflasi IHK provinsi Sulawesi Tenggara pada triwulan II 2019 mencapai 3,49% (yoy), mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang sebesar 2,60% (yoy). Berdasarkan kelompoknya, meningkatnya tekanan inflasi disebabkan oleh peningkatan pada kelompok bahan makanan meskipun tertahan oleh penurunan pada kelompok perumahan dan kelompok transportasi. Gangguan produksi pada subkelompok sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan menjadi faktor utama meningkatnya tekanan inflasi tahunan bahan makanan di Sulawesi Tenggara pada periode laporan. Namun, penurunan tekanan inflasi bahan bakar rumah tangga dan penurunan tarif dasar listrik serta kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah untuk tarif angkutan udara menyebabkan terjadinya penurunan tekanan inflasi pada kelompok perumahan dan kelompok transportasi, sehingga menahan peningkatan tekanan inflasi tahunan pada periode laporan. Upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Bank Indonesia melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara selama triwulan II 2019 difokuskan pada upaya menjaga kestabilan harga melalui berbagai kegiatan untuk menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi komoditas pangan terutama menjelang hari besar keagamaan nasional.
 
Dari sisi stabilitas sistem keuangan, kondisi stabilitas sistem keuangan di Sulawesi Tenggara tetap terjaga. Kondisi tersebut tercermin pada ketahanan keuangan sebagian besar sektor pendukungnya, yaitu rumah tangga, korporasi, UMKM dan institusi keuangan yang menunjukkan perkembangan yang positif dengan risiko yang relatif terkendali. Ketahanan keuangan sektor rumah tangga terus terjaga dengan risiko dan optimisme yang semakin baik. Ketahanan yang baik pada sektor korporasi tercermin dari terjaganya pendapatan selama periode pelaporan dan risiko yang terkendali. Selanjutnya, dari sisi institusi keuangan, indikator aset, penghimpunan dana pihak ketiga dan kredit menunjukkan kinerja yang baik. Kondisi yang aman juga terlihat dari sisi risiko kredit yang masih terkendali.
 
Berdasarkan beberapa indikator pendukung, hasil survei dan liaison, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan IV 2019 6,5% - 6,9% (yoy), mengalami akselerasi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III 2019 yang diperkirakan berada pada kisaran 6,2% - 6,6% (yoy). Dari sisi penawaran, akselerasi kinerja pada periode tersebut diperkirakan berasal dari lapangan usaha konstruksi dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Dengan capaian tersebut, perekonomian Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan pada kisaran 6,3% - 6,7% (yoy) yang didukung oleh pertumbuhan yang terjadi pada lapangan usaha nonpertambangan.
 
Di sisi lain, tekanan inflasi Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 mendatang diperkirakan berada pada sasaran inflasi nasional yaitu sebesar 3,5% ± 1%. Pada tahun tersebut, inflasi Sulawesi Tenggara diperkirakan sekitar 3,1% - 3,5% (yoy), cenderung meningkat dibandingkan dengan inflasi selama tahun 2018 yang sebesar 2,7% (yoy). Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi perikanan dan sayur-sayuran dapat menjadi faktor yang mendorong stabilnya capaian inflasi di Sulawesi Tenggara.  

 
​Variabel Q1-2018​ Q2-2018​ Q3-2018​ Q4-2018​ Q1-2019​ Q2-2019​
​Pertumbuhan Ekonomi (%, YoY) ​6,1 6,1​ 7,1​ 6,2​ 6,4​ 6,3​
​PDRB (Rp Miliar), ADHK 2010 ​20.495 21.905​ 22.736​ 23.193​ 21.800​ 23.286​
Inflasi (%, YoY) 2,4​ ​1,8 1,4​ 2,7​ 2,6​ 3,5​
​Pertumbuhan DPK (%, YoY) ​12,1 11,3​ 13,5​ 14,5​ 16,5​ 14,0​
​Pertumbuhan Kredit (%, YoY), Lokasi Bank ​13,4 ​12,2 12,6​ 10,2​ 11,6​ 12,0​
​NPL ​2,3 2,4​ 2,3​ 2,2 2,4​ 2,5​
 
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel