Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Tenggara Agustus 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
30 Januari 2020
Pertumbuhan Sulawesi Tenggara pada triwulan II 2017 tumbuh sebesar 7,0%(yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mampu tumbuh sebesar 8,1%(yoy). Perlambatan tersebut disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan investasi, konsumsi pemerintah dan kegiatan ekspor pada sisi permintaan. Dari sisi penawaran, perlambatan pada kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian dan lapangan usaha konstruksi merupakan penyebab utama terjadinya perlambatan laju pertumbuhan. Pada triwulan III 2017 perekonomian Sulawesi Tenggara diperkirakan masih mengalami akselerasi yang didorong oleh percepatan yang terjadi pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian, lapangan usaha industri pengolahan dan lapangan usaha konstruksi.
 
Inflasi Sulawesi Tenggara pada triwulan II 2017 mengalami peningkatan yang cukup tinggi dari 2,25% (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 5,21% (yoy). Peningkatan laju inflasi Sulawesi Tenggara  tersebut disebabkan oleh peningkatan inflasi yang terjadi baik di Kota Kendari maupun Kota Baubau. Sumber utama naiknya tekanan inflasi tersebut berasal dari kelompok bahan makanan dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar. Upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Bank Indonesia selama triwulan II 2017 difokuskan untuk melaksanakan pemantauan harga kebutuhan strategis di pasar dan pemantauan ketersediaan stok serta menjaga ekspektasi masyarakat terhadap harga kebutuhan strategis menyambut Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Namun demikian, tekanan inflasi pada triwulan III 2017 diperkirakan akan mengalami penurunan. Tekanan inflasi masih pada triwulan tersebut masih bersumber dari kelompok bahan makanan, sementara kelompok yang lain secara umum sudah mengalami penurunan tekanan dibandingkan triwulan II 2017.
 
Stabilitas keuangan daerah masih terjaga, terutama dari ketahanan sektor rumah tangga. Meskipun menghadapi kerentanan yang disebabkan oleh adanya potensi tekanan harga, namun tingkat konsumsi yang masih dalam batas wajar, perilaku berutang yang membaik dan risiko kredit yang masih terjaga berdampak minimal pada stabilitas sistem keuangan. Sementara itu dari sisi sektor korporasi, kinerja korporasi utama masih cukup stabil meskipun terjadi penurunan dan kenaikan kinerja pada beberapa sektor utama sehingga mampu meredam kerentanan yang terjadi. Meskipun demikian, perekonomian yang masih terkonsolidasi mempengaruhi kinerja institusi keuangan, khususnya perbankan di Sulawesi Tenggara. Kinerja penghimpunan dana pihak ketiga masih melanjutkan tren peningkatan, sementara itu penyaluran kredit kembali mengalami perlambatan. Meskipun demikian, risiko kredit masih terjaga.
 
Pada triwulan IV 2017, perekonomian Sulawesi Tenggara diperkirakan mengalami akselerasi  dan tumbuh pada kisaran 8,7% - 9,1% (yoy). Hal ini mendorong perekonomian Sultra selama tahun 2017 diperkirakan dapat tumbuh sebesar 8,0% - 8,4%. Akselerasi tersebut disebabkan oleh perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian, lapangan usaha industri pengolahan serta lapangan usaha konstruksi dari sisi penawaran. Sementara dari sisi permintaan adanya akselerasi pada konsumsi pemerintah, peningkatan investasi serta ekspor Sulawesi Tenggara. Selain itu, stabilnya konsumsi rumah tangga juga turut memberikan andil positif.  Di sisi lain, perkembangan inflasi Sultra pada triwulan IV 2017 diperkirakan akan dominan dipengaruhi oleh peningkatan harga pada kelompok volatile food dan administered prices. Meskipun demikian, inflasi pada akhir tahun diperkirakan masih tetap berada dalam batas target inflasi nasional 4% + 1%.
 
Variabel​ ​Q1-16​ Q2-16​ Q3-16​ Q4-16​ Q1-17​ Q2-17​
​​Pertumbuhan Ekonomi (%, yoy) ​5,5 6,8​ 6,0​ 7,6​ 8,1​ 7,0​
​PDRB (Rp Miliar), ADHK 2010​ ​17.918 19.320​ 19.922​ 20.580​ 19.367 20.677​
​​Inflasi (%, yoy) ​4,75 3,49​ 3,28​ 2,69​ 2,25​ 5,21​
​Pertumbuhan DPK (%, yoy) ​22,0 ​14,7 3,8​ 2,4​ 3,3​ ​8,7
Pertumbuhan Kredit (%, yoy), lokasi bank​ ​17,1 19,4​ 15,8​ 13,5​ 11,2​ ​8,6
​​NPL ​2,61 2,48​ 2,79​ 2,69​ 3,23​ 3,27​
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel