Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
21 Agustus 2019
Profil Provinsi Sulawesi Tengah
Pilih Provinsi    
peta.jpg
Provinsi Sulawesi Tengah berada di bagian tengah Pulau Sulawesi dengan ibukota Provinsi Kota Palu (kota ini terletak di Teluk Palu dan terbagi dua oleh Sungai Palu yang membujur dari Lembah Palu dan bermuara di laut), terletak diantara 2°22’ Lintang Utara dan 3°48’ Lintang Selatan serta 119°22’ dan 124°22’ Bujur Timur.  Provinsi ini merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang wilayahnya dilalui oleh garis khatulistiwa atau garis 0°. Di Sulawesi Tengah garis khatulistiwa melintas di Pulau Pasoso, sebuah pulau kecil di Ketong, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala. Garis ini membagi Sulawesi Tengah menjadi dua bagian yakni bagian Lintang Selatan dan bagian Lintang Utara.

Pada awalnya setelah perang dunia ke-2 wilayah Sulawesi Tengah dibagi menjadi beberapa bagian dan tahun 1960 – 1964 menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Utara. Akhirnya, berdasarkan Undang – Undang No.13 tahun 1964, sejak tanggal 13 April 1964 Sulawesi Tengah menjadi Provinsi tersendiri dan memiliki gubernur untuk yang pertama kalinya. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari ulang tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tengah.

Provinsi Sulawesi Tengah merupakan Provinsi terluas di Pulau Sulawesi, dengan luas wilayah daratan 68.033 km2 dan luas wilayah laut 189.480 km2 yang mencakup semenanjung bagian timur dan sebagian semenanjung bagian utara Pulau Sulawesi serta Kepulauan Togian di Teluk Tomini dan Kepulauan Banggai di Teluk Tolo. Adapun batas wilayahnya sebagai berikut :

- Sebelah utara : Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo
- Sebelah timur : Provinsi Maluku
- Sebelah selatan : Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Tenggara
- Sebelah barat : Selat Makassar

Secara administratif Provinsi Sulawesi Tengah dibagi dalam 9 kabupaten dan  1 kota dengan 111 kecamatan serta 1.531 desa/kelurahan definitif dan 46 Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT). Berikut ini nama kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah beserta jumlah penduduk, jumlah rumah tangga (RT), jumlah rumah tangga miskin (RTM) dan luas wilayahnya :
 
Tabel. Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah

Kabupaten/Kota Luas Wilayah (km2)​ Jumlah Penduduk *)​ Jumlah RT **) Jumlah RTM **)
​Kab. Banggai Kepulauan ​3.214,46 ​155.600 ​41.578 ​13.958
​Kab. Banggai ​9.672,70 ​288.668 ​74.435 ​20.501
​Kab. Morowali ​15.490,12 ​169.556 ​42.068 ​17.838
​Kab. Poso ​8.712,25 ​129.648 ​47.056 ​20.749
​Kab. Donggala ​10.471,71 ​443.415 ​110.297 ​50.378
​Kab. Tolitoli ​4.079,77 ​196.299 ​44.646 ​18.901
​Kab. Buol ​4.043,57 ​112.491 ​32.817 ​11.857
​Kab. Parigi Moutong ​6.231,85 ​351.564 ​84.784 ​27.018
​Kab. Tojo Una-Una ​5.721,51 ​149.842 ​30.046 ​16.797
​Kota Palu ​395,06 ​287.576 ​64.887 ​13.376
Total 68.033,00 2.284.659 ​572.614​ 211.373
 
Ket. : *) Susenas 2005
         **) BPS Sulteng, posisi 31 Mei 2006

Penduduk asli Sulawesi Tengah terdiri atas 12 kelompok etnis atau suku, yaitu:
1. Etnis Kaili berdiam di Kabupaten Donggala dan Kota Palu 
2. Etnis Kulawi berdiam di Kabupaten Donggala 
3. Etnis Lore berdiam di Kabupaten Poso 
4. Etnis Pamona berdiam di Kabupaten Poso 
5. Etnis Mori berdiam di Kabupaten Morowali 
6. Etnis Bungku berdiam di Kabupaten Morowali 
7. Etnis Saluan atau Loinang berdiam di Kabupaten Banggai 
8. Etnis Balantak berdiam di Kabupaten Banggai 
9. Etnis Banggai berdiam di Kabupaten Banggai Kepulauan 
10. Etnis Buol mendiami Kabupaten Buol 
11. Etnis Tolitoli berdiam di Kabupaten Tolitoli 
12. Etnis Tomini berdiam di Kabupaten Parigi Moutong

Selain 12 kelompok etnis atau suku tersebut, ada beberapa suku terasing yang hidup di daerah pegunungan seperti Suku Da'a di Kabupaten Donggala, Suku Wana di Kabupaten Morowali, Suku Seasea di Kabupaten Banggai dan Suku Daya di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli. Meskipun masyarakat Sulawesi Tengah memiliki sekitar 22 bahasa yang berbeda antara suku yang satu dengan yang lainnya, namun masyarakat dapat berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa pengantar sehari-hari. Sulawesi Tengah dihuni pula oleh etnis atau suku Bugis, Makassar, Manado, Bali, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Tionghoa sejak awal abad ke 19 maupun sejak adanya program transmigrasi.

IKLIM DAN TOPOGRAFI

Musim di Sulawesi Tengah dipengaruhi oleh dua musim secara tetap yaitu musim barat yang kering dan musim timur yang banyak membawa uap air. Musim timur terjadi sekitar bulan April sampai September yang ditandai dengan banyaknya turun hujan, sedangkan musim barat terjadi sekitar bulan Oktober sampai Maret yang ditandai dengan kurangnya turun hujan. Curah hujan di Sulawesi Tengah sangat bervariasi setiap tahunnya, kecuali Lembah Palu yang memiliki curah hujan relatif rendah.

Suhu udara di Sulawesi Tengah untuk dataran tinggi berkisar antara 22,60 – 24,30C dan untuk dataran rendah berkisar antara 31,10 – 35,90C dengan kelembaban udara rata-rata berkisar antara 66 – 82 persen. Sebagian besar daratan di Provinsi Sulawesi Tengah bergunung-gunung (42,80%) dengan ketinggian 500 meter dari permukaan laut dan Katopasa adalah gunung tertinggi dengan ketinggian 2.835 meter dari permukaan laut. Sulawesi Tengah juga memiliki beberapa sungai, diantaranya Sungai Lariang yang terkenal sebagai arena arung jeram, Sungai Gumbasa dan Sungai Palu. Selain itu terdapat danau yang menjadi obyek wisata terkenal yaitu Danau Poso dan Danau Lindu.
Show Left Panel