Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Tengah Periode Agustus 2018​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020

PERKEMBANGAN  MAKRO EKONOMI  REGIONAL

Ritme pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah mengalami perlambatan di triwulan II 2018. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2018 hanya sebesar 6,03% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 6,47% (yoy)). Perlambatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh menurunnya kinerja di sektor lapangan usaha industri pengolahan serta sektor pertambangan dan penggalian. Meskipun demikian, pertumbuhan sebagian besar lapangan usaha lainnya mengalami peningkatan terutama sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang merupakan share terbesar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Dinamika perekonomian tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah tetap dapat tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Tracking perekonomian triwulan III 2018 diproyeksikan akan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yakni di kisaran 6,6 – 7,0% (yoy). Terdapat beberapa faktor yang mendasari proyeksi yang lebih optimis tersebut diantaranya adalah optimaliasi industri pengolahan terutama pengolahan LNG yang sempat melambat dan potensi produksi perdana gas amonia di Banggai yang dapat memacu ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh lebih tinggi. 

Inflasi Sulawesi Tengah pada Juni 2018 tercatat 3,61% (yoy), lebih tinggi dari Maret 2018 2,71% (yoy). Kenaikan inflasi disebabkan oleh meningkatnya permintaan selama bulan ramadhan dan Idul Fitri ditambah dengan berkurangnya pasokan ikan segar akibat turunnya hasil tangkap ikan. Serta kenaikan tarif angkutan udara akibat periode peak season lebaran. Semua hal tersebut mebuat tekanan pada inflasi selama periode triwulan II 2018. Ke depan,  Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tengah akan terus berupaya memperkuat koordinasi baik di level Kabupaten/Kota maupun di level Provinsi, agar ketersediaan pasokan barang dan jasa, serta kelancaran distribusi tetap terjaga dengan baik.

Secara keseluruhan kondisi stabilitas keuangan daerah baik di sektor korporasi, rumah tangga maupun perbankan masih terjaga dengan baik. Beberapa sumber kerentanan korporasi dan rumah tangga menunjukan arah yang positif. Meskipun demikian, salah satu korporasi utama di sektor industri pengolahan migas menunjukan penurunan kinerja yang disebabkan faktor maintenance. Sementara itu, kinerja sektor pertanian dan perdagangan meningkat pada triwulan laporan. Hal ini dapat memberikan dampak pada ketahanan rumah tangga karena kedua sektor tersebut merupakan sektor yang menyerap tenaga kerja tertinggi. Sementara itu, indikator perbankan semakin menurun setelah pertumbuhan kredit dan DPK pada triwulan laporan mengalami perlambatan pada triwulan laporan. Namun, pekembangan rasio kredit macet masih terkendali dengan baik.

Sepanjang triwulan II 2018 perkembangan uang yang beredar di KPw BI Sulawesi Tengah tercatat net outflow. Sesuai polanya, jumlah aliran uang yang masuk dan keluar dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah pada setiap triwulan yang terdapat hari raya Idul Fitri cenderung net outflow. Hal ini ditambah dengan realisasi anggaran Pemerintah pada triwulan tersebut sudah mulai berjalan karena berbagai proyek barang dan jasa masih sudah dimulai, sehingga kebutuhan uang kartal untuk transaksi pembayaran juga sudah banyak. Adanya momen bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri juga menyebabkan tingginya kegiatan konsumsi masyarakat yang menyebabkan banyaknya penarikan uang dari perbankan. Jumlah uang masuk (inflow) pada triwulan II 2018 tercatat sebesar Rp1.084,98 miliar, atau turun -16,74% (qtq) bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar Rp1.303,19 miliar. Sementara itu, jumlah uang keluar (outflow)  tercatat sebesar Rp2.150,08 miliar, atau tumbuh 366,46% (qtq) bila dibandingkan dengan triwulan I 2018 sebesar Rp460,94 miliar.

Perkembangan  indikator kesejahteraan di Sulawesi Tengah secara umum sedikit membaik. Tingkat kemiskinan mengalami sedikit penurunan dari 14,14% per Maret 2017 menjadi hanya 14,01% per Maret 2018. Relatif terkendalinya inflasi pada periode tersebut dan membaiknya nilai tukar petani menjadi faktor utama penyebab penurunan kemiskinan. Hal ini menyebabkan rasio Gini Sulawesi Tengah pada Maret 2018 tercatat di level 0,346 atau menurun jika dibandingkan dengan Maret 2017 yang sebesar 0,355. Dengan kata lain, tingkat ketimpangan pendapatan Sulawesi Tengah menjadi semakin rendah. Hal ini juga dikonfirmasi oleh meningkatnya indikator nilai tukar petani (NTP) Sulawesi Tengah yang semakin mendekati 100 yakni 98,49 atau lebih baik dibandingkan posisi Maret 2018 sebesar 97.  Meksipun demikian, NTP Sulawesi Tengah masih berada dibawah rata-rata NTP provinsi lintas Sulawesi yakni 101,55. Untuk itu perlu upaya lebih dalam meningkatkan pemberdayaan petani, baik melalui program ekstensifikasi maupun intensifikasi, perbaikan infrastruktur penunjang serta meningkatkan daya tawar petani melalui perbaikan kelembagaan.

PROSPEK PEREKONOMIAN SULAWESI TENGAH

Prospek perekonomian Sulawesi Tengah pada triwulan IV 2018 diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan triwulan II 2018. Meskipun ritme pertumbuhan sedikit melambat pada triwulan II 2018, arah pertumbuhan Sulawesi Tengah ke depan diperkirakan tetap meningkat. Perekonomian Sulawesi Tengah pada triwulan IV diperkirakan lebih tinggi pada kisaran 8,8%-9,2% (yoy). Dengan demikian, secara tahunan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah diperkirakan akan berada di kisaran 6,9% - 7,3% (yoy). Pertumbuhan ke depan ditopang oleh konsumsi rumah tangga terkait faktor musiman peryaan Natal dan tahun baru, perbaikan produksi industri pengolahan, peningkatan nilai ekspor serta peningkatan realisasi belanja pemerintah yang biasa terjadi pada akhir tahun. Namun demikian, sentimen positif yang paling utama adalah adanya potensi produksi perdana gas amonia di Banggai. Selain itu terdapat beberapa faktor pendukung lain diantaranya adanya event berskala internasional yang dilaksanakan di Sulawesi Tengah dan peningkatan hasil panen di sektor pertanian pada akhir tahun 2018.

Inflasi Sulawesi Tengah pada triwulan IV 2018 diperkirakan menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Inflasi pada triwulan IV diperkirakan stabil berada pada kisaran 3,3 - 3,7% (yoy). Faktor penahan tekanan inflasi berasal dari upaya-upaya antisipasi TPID dalam menjaga ekspektasi dan pasokan komoditas kebutuhan pokok masyarakat. Dari sisi kelompok bahan makanan, jumlah stok beras BULOG Sulawesi Tengah cukup untuk 4-5 bulan ke depan, jumlah stok tersebut bertambah akibat panen raya bulan Mei-Juni sehingga pasokan padi meningkat di Sulawesi Tengah. Selain itu, Tindak lanjut setelah dikeluarkan surat edaran yang berisi tentang himbauan prioritas penjualan hasil tangkap ikan untuk daerah Sulawesi Tengah serta melarang penjualan/transaksi di tengah laut, diharapkan pasokan ikan segar di Sulawesi Tengah dapat terpenuhi. Selain itu, pada triwulan IV 2018, beberapa komoditas bumbu-bumbuan juga tengah memasuki periode panen sehingga pasokan diharapkan bertambah. Namun demikian, terdapat potensi tekanan inflasi yang bersumber dari naiknya tarif angkutan udara pada peak season libur natal dan tahun baru. 

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Tim Satgas Pangan dari Kepolisian Daerah perlu mengantisipasi dengan mengambil langkah-langkah konkrit, terutama dalam upaya menjamin kecukupan pasokan barang dan jasa, yang diantaranya dilakukan melalui sidak ke pasar-pasar guna memastikan efektifitas penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), sidak ke pedagang besar/grosir agar tidak terdapat penimbunan, menggelar pasar murah, melakukan operasi pasar terutama beras, serta  bekerjasama dengan Kementerian dan pihak maskapai guna mengendalikan harga tiket pesawat udara. Disamping itu juga perlu dilakukan himbauan kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak panic buying. Melalui berbagai upaya yang dilakukan tersebut, diharapkan secara tahunan inflasi Sulawesi Tengah akan dapat dikendalikan pada kisaran yang ditetapkan yakni 3,5 +/- 1%.    

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel