Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
14 Juli 2020
Profil Provinsi Sulawesi Selatan
Pilih Provinsi    
profilKBI.jpg​KBI Makassar dalam Kilasan Sejarah Perjuangan BangsaCikal bakal keberadaan Bank Indonesia Makassar adalah sebagai kantor cabang ke empat De Javasche Bank yang dibuka pada tanggal 21 Desember 1864. Gagasan untuk mendirikan Kantor Bank Indonesia Makassar sudah timbul sejak lama yaitu beberapa waktu setelah didirikannya De Javasche Bank tanggal 24 Januari 1828. Gagasan tersebut terhambat oleh ketentuan/peraturan De Javasche Bank yang membatasi wewenang direksi untuk melakukan kegiatan operasi di luar pulau Jawa dan ketentuan yang menetapkan pula bahwa bilyet-bilyet bank (uang kertas bank) sebagai alat pembayaran yang sah hanya berlaku di Pulau Jawa dan Madura. Dengan adanya ketentuan yang dikeluarkan pada tanggal 2 November 1859, wilayah operasi De Javasche Bank berubah hingga meliputi seluruh wilayah Hindia Belanda.
 
Berdasarkan hal tersebut maka pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 6 Agustus 1864 diputuskan untuk mendirikan KC Makassar dengan persetujuan Gubernur Jenderal Hindia Belanda melalui surat keputusan tanggal 11 Agustus 1864. Adapun peresmiannya dilakukan tanggal 21 Desember 1864. Selanjutnya sesuai dengan UU No. 11/1953, sejak tanggal 1 Juli 1953 De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia.

Bank Indonesia Makassar pada saat pertama berdiri menggunakan ruang darurat di salah satu ruangan kantor “Factory Von De Nederlandsche Handel Maatschappij” cabang Makassar dan pada bulan Juni 1866 telah memiliki gedung sendiri di Jalan Jampea. Pada tahun 1912 KC Makassar membangun gedung kantor sendiri di Jalan Nusantara. Pembangunan gedung tersebut dilakukan bersamaan dengan pembangunan gedung Kantor Jakarta Kota dan Bank Indonesia Medan, sehingga pada ketiga gedung kantor tersebut tampak memiliki kesamaan bentuk arsitektur. Dengan adanya perubahan dari Bank Indonesia Makassar ke Bank Indonesia Ujung Pandang, tanggal 4 Maret 1978 Bank Indonesia Ujung Pandang menempati gedung baru di Jalan Jenderal Sudirman, sementara gedung lama digunakan oleh Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan.

Misi

Berperan aktif dalam pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pelaksanaan kegiatan operasional di bidang ekonomi, moneter, perbankan, sistem pembayaran secara efektif dan efisien dan peningkatan kajian ekonomi regional serta koordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga terkait.

Visi

Mewujudkan Kantor Bank Indonesia yang dapat dipercaya melalui peningkatan perannya sebagai economic intelligence dan unit penelitian.

Sasaran Strategis
  1. ​Informasi yang berkualitas dalam rangka mendukung kebijakan Kantor Pusat dan Pengembangan Ekonomi di wilayah kerja.
  2. Peningkatan sistem perbankan yang sehat dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi daerah.
  3. Kelancaran dan keamanan sistem pembayaran di wilayah kerja.
  4. Pengelolaan keuangan satker secara efektif dan efisien.
  5. Mengoptimalkan hasil kajian dan penyediaan informasi ekonomi di wilayah kerja.
  6. Meningkatkan pengawasan bank yang efektif yang mendukung pengembangan ekonomi di wilayah kerja.
  7. Meningkatkan pelayanan dan prasarana sistem pembayaran.
  8. Meningkatkan kemitraan strategis dengan stakeholders.
  9. Meningkatkan efektivitas pelaksanaan Good Governance.
  10. Memperkuat organisasi dan mengembangkan SDM yang berkompetensi tinggi dengan dukungan Budaya Kerja yang berbasis pengetahuan
Show Left Panel