Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
21 April 2019
Profil Provinsi Sulawesi Selatan
Pilih Provinsi    
​Sulawesi adalah pulau dengan luas daratan 62.362,55 km2 dengan jumlah penduduk 8.213.864 (tahun 2004) dan memiliki relief berupa jazirah-jazirah yang panjang serta pipih yang ditandai fakta bahwa tidak ada titik daratan yang jauhnya melebihi 90 km dari batas pantai. Kondisi yang demikian menjadikan pulau Sulawesi memiliki garis pantai yang panjang dan sebagian daratannya bergunung-gunung. 

Kombinasi ini meghamparkan alam yang mempesona dipandang baik dari daerah pesisir maupun daerah ketinggian. Sekitar 30.000 tahun silam, pulau Sulawesi telah dihuni oleh manusia. Peninggalan peradaban di masa tersebut ditemukan di gua-gua bukit kapur daerah Maros kurang lebih 30 km dari Makassar, ibukota Propinsi Sulawesi Selatan. Peninggalan prasejarah lainnya yang berupa alat batu peeble dan flake serta fosil babi dan gajah yang telah punah, dikumpulkan dari teras sungai di Lembah Wallanae, diantara Soppeng dan Sengkang, Sulawesi Selatan. 

Pada masa keemasan perdagangan rempah-rempah di abad ke – 15 sampai dengan abad ke – 19, Kerajaan Bone dan Makassar yang perkasa berperan sebagai pintu gerbang ke pusat penghasil rempah, Kepulauan Maluku. Sejarah itu telah memantapkan opini bahwa Sulawesi Selatan memiliki peran yang sangat strategis bagi perkembangan Kawasan Timur Indonesia. 

Penduduk Sulawesi Selatan terdiri atas empat suku utama yaitu Toraja, Bugis, Makassar, dan Mandar. Suku Toraja terkenal memiliki keunikan tradisi yang tampak pada upacara kematian, rumah tradisional yang beratap melengkung dan ukiran cantik dengan warna natural. Sedangkan suku Bugis, Makassar dan Mandar terkenal sebagai pelaut yang patriotik. Dengan perahu layar tradisionalnya, Pinisi, mereka menjelajah sampai ke utara Australia, beberapa pulau di Samudra Pasifik, bahkan sampai ke pantai Afrika. 

Hasil penelitian sejarahwan Australia Utara bernama Peter G. Spillet M, mengungkapkan salah satu fakta yang tidak terbantahkan bahwa orang Sulawesi Selatanlah yang pertama mendarat di Australia dan bukannya Abel Tasman (Belanda) atau James Cook (Inggris) tahun 1642. Upaya pelurusan fakta sejarah tersebut dilakukan Peter yang kemudian dijuluki Daeng Makulle dengan sangat hati-hati melalui jejak, buku-buku sejarah berupa hubungan orang Makassar dengan orang Aborigin (Merege). Orang Makassar tiba di sana dengan menggunakan transportasi perahu.​
Show Left Panel