Laporan Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan Periode Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
15 Agustus 2020

Perekonomian Sulsel triwulan I 2019 tumbuh 6,6% (yoy), meningkat dari pertumbuhan triwulan VI 2018 sebesar 6,5% (yoy). Kinerja ekonomi tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi dan masih positifnya kontribusi investasi dan ekspor LN, meskipun relatif melambat. Dari sisi lapangan usaha, perdagangan dan industri manufaktur merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan laporan. Adapun tekanan inflasi relatif mereda pada triwulan I 2019 dengan mencatat angka 3,08% didukung rendahnya tekanan inflasi bahan makanan sejalan periode musim panen meskipun inflasi tarif angkutan udara melonjak signifikan. Paralel dengan itu, stabilitas sistem keuangan daerah terjaga dengan tingkat NPL yang cukup rendah serta sistem pembayaran yang solid, termasuk program elektronifikasi guna mendorong keuangan inklusif. Capaian positif tersebut pada akhirnya termanifestasi pada kemiskinan yang lebih rendah dan tingkat kesenjangan yang membaik antara lain didukung NTP yang memberikan cukup insentif bagi petani, meskipun tingkat kemiskinan sedikit meningkat. ​

Ke depan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan selanjutnya kami perkirakan lebih tinggi dari kinerja triwulan I 2019, dan secara keseluruhan tahun 2019 akselerasi PDRB akan berada pada kisaran 7,0% (yoy) s.d. 7,4% (yoy). Sejalan dengan itu, tantangan pengendalian inflasi terutama datang dari komoditas bahan makanan terlebih pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), namun dengan sinergi dan koordinasi TPID, inflasi diperkirakan masih terkendali pada kisaran 3,5%±1% (yoy)​

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel