Kajian Ekonomi Keuangan dan Regional Provinsi Sulawesi Selatan Periode Februari 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020

Perekonomian Sulsel triwulan IV 2017 tumbuh menggembirakan 7,78% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan III 2017 yang tercatat 6,70% (yoy). Secara lapangan usaha, meningkatnya pertumbuhan disebabkan oleh kinerja Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Perusahaan dan Jasa Pendidikan. Di sisi pengeluaran, meningkatnya pertumbuhan disebabkan oleh meningkatnya kinerja konsumsi rumah tangga, investasi, dan membaiknya kinerja ekspor.

Namun demikian, kinerja perekonomian Sulsel tahun 2017 mencapai 7,23% (yoy) sedikit melambat dibandingkan tahun 2016 (7,42%; yoy). Pendorong ekonomi Sulsel kurun 2017, antara lain pengiriman hasil pertanian dan industri naik menggembirakan, pembayaran gaji ke-13 dan 14 bagi pegawai negerisipil, dan beroperasinya infrastruktur bendungan produktivitas pertanian.

Untuk prospek ekonomi triwulan II 2018 dan keseluruhan 2018, pertumbuhan ekonomi Sulsel diperkirakan masing-masing berada pada rentang 7,3% - 7,7% dan 7,0% - 7,4%. Pertumbuhan terutama didorong oleh tetap tingginya LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; Konstruksi; Perdagangan Besar dan Eceran. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, meningkatnya perekonomian karena kinerja konsumsi pemerintah, ekspor luar negeri ditengarai kinerja negara mitra dagang yang membaik disertai penguatan harga komoditas ekspor utama, serta tetap kuatnya konsumsi rumah tangga.

Sementara itu, tekanan inflasi pada akhir tahun 2017 meningkat 4,44% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III 2017 yang mencapai 4,17% (yoy), sebagai implikasi dari kenaikan barang yang diatur pemerintah (administered price). Hingga awal triwulan I 2018, tekanan inflasi diperkirakan dalam tren menurun, karena tidak terdapat kenaikan listrik/BBM hingga triwulan I 2018, serta kembali normalnya konsumsi masyarakat paska Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan tahun baru.

Untuk prospek inflasi triwulan II 2018 dan keseluruhan 2018, inflasi Sulsel diperkirakan akan tetap berada pada rentang 3,5%±1%. Hal ini sejalan dengan keputusan pemerintah dalam menjaga harga/tarif BBM dan listrik selama tahun 2018. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Sulsel 2018 daninflasi 2018 yang sesuai dengan kisaran proyeksi Bank Indonesia, didukung oleh untuk kondisi stabilitas keuangan daerah dan sistem pembayaran yang tetap terjaga dan dapat mendukung aktivitas ekonomi.

Untuk mendorong Sulsel sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan kawasan, beberapa kebijakan atau rekomendasi yang dapat dilakukan: (a). Menjaga proses pembangunan dan penyelesaian infrastruktur tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditentukan sehingga dapat digunakan secara operasional, (b) Strategi diversifikasi ekspor yang mengarah pada negara non mitra dagang utama, misalnya Timur Tengah dan Amerika Latin, (c) Konsistensi reformasi struktural melalui penguatan industri agribisnis, (d) Mendorong munculnya sumber pertumbuhan baru melalui hilirisasi komoditi unggulan (berbasis sumber daya alam), serta sumber pertumbuhan baru dari jasa kesehatan, pendidikan, dan pariwisata, (e) Mendorong penelitian, pengembangan, dan kemitraan di sektor hulu untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditi unggulan, (f) Mendorong soft infrastructur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui pelatihan dan pendidikan, serta (g) Mendorong adanya paket kebijakan untuk mengeliminir hambatan investasi.

Selain menjaga pertumbuhan ekonomi untuk tetap tinggi, mitigasi inflasi Sulsel dapat dilakukan melalui beberapa hal: (a) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sulsel perlu menyusun program kerja yang lebih fokus pada pengendalian komoditas volatile food, (b) TPID di masing-masing zona di Sulsel perlu menyusun Roadmap Pengendalian Inflasi di tiap zona dengan mengacu kepada Roadmap Pengendalian Inflasi Provinsi Sulsel, (c) Penguatan kerjasama antar daerah perlu semakin ditingkatkan yang didasarkan pada data Sistem Informasi Harga Pangan (SIGAP) di kabupaten/kota, (d) Penggunaan bibit unggul yang tahan cuaca buruk, pengaturan pola tanam serta manajemen persediaan; (e) Menjaga tingkat inflasi tetap rendah dan stabil sesuai dengan target inflasi nasional.

 

Tags: Inflasi

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel