Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
29 Januari 2020
Profil Provinsi Sulawesi Barat
Pilih Provinsi    
Pantai Dato berada di Kabupaten Majene Sulawewsi Barat. Pantai ini cukup menarik karena terbagi 2 bahagian yaitu pantai yang berpasir putih dan pantai yang beralaskan karang. Karang yang menjorok kelaut atau karang yang berlubang karena hantaran ombak menambah keunikan dan keindahan pantai dato, Meniti pinggiran tebing menuju puncak karang merupakan suatu tantangan yang sangat mengasikan. dari puncak karang kira2 ketinggian 20 Mtr, melongok kebawah sampai penembus permukaan air laut yang sangat jernih untuk melihat ikan yang bermain diantara terumbu karang.
Sampai saat ini Pantai Dato masih terasingkan dari dunia luar, hal ini dikarenakan lokasi pantai ini cukup sulit dijangkau dan belum adanya pengelolaan dari pemerintah setempat. Untuk Menuju kelokasi ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan darat pribadi atau carteran , kira-kira sekitar 15 menit dari kota Majene. Jalannya cukup mulus, menyisir hutan kecil dan kebun para penduduk. Sampai di tempat parkiran menuju pantai harus menuruni tebing setinggi 30 meter melalui anak tangga batu.


Sejak lama Pantai Manakarra terkenal sebagai “Losarinya” (Pantai Losari Makassar) Kota Mamuju. Hal tersebut tidaklah berlebihan, mengingat Pantai Manakarra betul-betul mempunyai keindahan panorama pantai yang memikat. Pemandangan nan eksotik tersebut bertambah menawan dengan latar belakang Pulau Karampuang yang terhampar di depan mata.
Di waktu malam, pantai ini dihiasi oleh kilatan lampu-lampu kapal feri berwarna merah yang akan masuk ke Pelabuhan Mamuju maupun yang akan bertolak ke Balikpapan. Hiasan cahaya tersebut terasa lebih menyenangkan apabila diselingi dengan menikmati hangatnya kopi atau segarnya buah kelapa yang terhidang di warung-warung sepanjang pantai.
Event tahunan yang diselengarakan di Pantai Manakarra biasanya diadakan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mamuju dan hari kemerdekaan RI ada bulan Agustus.


Pantai Palippis dikenal dengan keindahan panorama alam laut yang sangat eksotis. Pantai Palippis terletak di jalan poros Provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Desa Bala Kecamatan Balanipa sekitar 20 Km dari ibu kota Kabupaten Polewali Mandar. Selain hamparan pasir putih yang memanjang, di sepanjang pantai tampak juga keindahan alam perbukitan dan batu karang dengan tebing dan goa alam di Lawuang yang memanjang dan bersambung dengan pantai Palippis (kurang lebih sepanjang tiga kilo meter). Di kawasan ini dapat juga ditemukan tebing karang yang menyerupai ngarai,  gua kelelawar yang  terletak di atas bukit yang membentang tidak jauh dari bibir pantai.


Pulau karampuang hanya berjarak 3 kilometer dari Kota Mamuju Sulawesi Barat.  Pulau karampuang sendiri memiliki objek wisata yang teragam dan terletak saling berjauhan, Pulau ini memiliki Luas 6,21 km persegi, sekitar 3,88 % dari luas Kabupaten Mamuju. Di bagian selatan pulau karampuang tepatnya lingkungan karampuang I, akan kita jumpai sumur 3 rasa yakni asin, tawar, payau. Sumur tersebut menjadi tiga bagian sesuai dengan rasanya, sumur tersebut sering dikenal sebutan sumur jodoh, yang menurut kepercayaan setempat, bahwa bagi perjaka atau gadis yang meminum airnya akan mendapatkan jodoh.


Pulau Gusung Toraya yang berada di Kecamatan Binuang yang bisa ditempuh sekitar 15 menit dari Dermaga Sappang. Pulau ini sangat kecil namun penggunjung bisa menikmati keindahan pantai disekitar pulau ini.  Selain keindahan pantai dan pulau yang berada tepat ditengah lautan luas ini, wisatawan bisa menikmati keindahan bawah laut yang berada disekitar pulau.


Air terjun liawang berlokasi hutan  berjarak sekitar 1 Km dari kota Sumarorong, ditempuh dengan jalan kaki melewati pemandangan alam yang menakjubkan  merupakan tempat rekreasi paling indah disepanjang jalan poros sebelum tiba dijantung  kota Mamasa. Di lokasi tersebut terdapat beberapa bangunan bangunan tempat santai dan tempat memasak serta membakar ikan yang biasa dibawa masuk kelokasi.


Festival ini ini sengaja diselenggarakan untuk membudayakan perahu nelayan khas suku Mandar, yang terkenal tangguh dalam mencari ikan di perairan dalam yang ada di wiayah perairan Mamuju atau Majene, Sulawesi Barat.
Perahu khas suku Mandar ini terbuat dari kayu sehingga sekilas terkesan rapuh. Namun, jika membaca sejarahnya, akan diketahui bahwa perahu tersebut mampu dengan lincah mengarungi lautan luas. Panjang lambungnya 8 – 11 meter dengan lebar 60-80 cm dan di kanan kirinya dipasangi cadik dari bambu sebagai penyeimbang. Untuk berlayar, perahu tradisional ini mengandalkan dorongan angin yang ditangkap layar berbentuk segitiga. Layar tersebut dapat mendorong sandeq hingga berkecepatan 20 knot.


Pesta Adat Sayyang Pattudu (kuda menari) adalah budaya masyarakat suku Mandar, Sulawesi Barat acara ini dilakukan dalam rangka untuk mensyukuri anak-anak yang khatam ( Tamat Al-Quran ). Bagi warga suku Mandar, tamatnya anak-anak mereka membaca 30 juz Al-Quran merupakan sesuatu yang sangat istimewa, sehingga perlu disyukuri secara khusus dengan mengadakan pesta adat Sayyang Pattudu. Pesta ini biasanya digelar sekali dalam setahun, bertepatan dengan bulan Maulid/Rabiul Awwal (kalender Hijriyah). Pesta tersebut menampilkan atraksi kuda berhias yang menari sembari ditunggangi anak-anak yang mengikuti acara tersebut.
Show Left Panel