Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Barat November 2017 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 September 2020

​Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada periode ketiga di tahun 2017 sebesar 6,94% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2017 yang sebesar 4,98% (yoy). Dilihat dari sisi permintaan, akselerasi ekonomi Sulawesi Barat triwulan III 2017 disebabkan peningkatan kinerja konsumsi pemerintah. Bergesernya pencairan gaji ke-13 ke bulan Juli menjadi salah satu penyebab tingginya konsumsi pemerintah. Selain itu, meningkatnya aktivitas pembangunan turut mendorong meningkatnya investasi bangunan. Sementara, meski mengalami perlambatan, konsumsi rumah tangga masih tumbuh dengan cukup baik.

Pertumbuhan belanja pemerintah masih stabil, yaitu sekitar 34,6% pada triwulan II 2017 menjadi 34,0% padaa triwulan III 2017. Pertumbuhan belanja pemerintah dipengaruhi oleh belanja pegawai yang cukup besar, namun peningkatan tersebut tertahan oleh realisasi belanja modal yang masih relatif rendah. berdasarkan lokasinya, penyerapan anggaran yang realtif rendah di Kabupaten Mamuju. Pembangunan infrastruktur perlu dipercepat, tidak hanya untuk mempercepat realisasi anggaran namun untuk mempermudah akses dan mobilitas barang menuju dan keluar Sulawesi Barat.

Tekanan inflasi triwulan III 2017 secara tahunan cenderung menguat. Laju inflasi triwulan III 2017 sebesar 4,53% (yoy) menguat dibandingkan 3,59% (yoy) pada triwulan II 2017. Jika ditinjau komponen disagregasi inflasi, penguatan disumbangkan oleh masing-masing komponen sebesar 3,71% (yoy) untuk Core, 4,98% (yoy) untuk Volatile Food (VF), dan 7,43% (yoy) untuk Administrered Price (AP). Inflasi triwulan ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, sebesar yaitu 3,42% (yoy).

Perekonomian Sulawesi Barat pada tahun 2018 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun 2017. Pada tahun 2018, perekonomian Sulawesi Barat diperkirakan akan tumbuh dalam rentang sedikit lebih rendah dibandingkan 2017 yaitu 6,4% - 6,8% (yoy). Pembangunan infrastruktur masih menjadi andalan untuk menggenjot perekonomian. Arahan Presiden Republik Indonesia dimana Sulawesi Barat tidak hanyak fokus dalam pembangunan infrastruktur konektivitas namun juga infrastruktur pendukung pertanian. Selain itu, pengoperasian PLTU Belang-Belang tidak hanya sekedar memenuhi hasrat kebutuhan energi di Sulawesi Barat akan tetapi juga mampu menjadi magnet bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Sulawesi Barat.

Pencapaian inflasi 2018 diperkirakan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 3,5%±1%. Peningkatan inflasi di tahun 2017 lebih disebabkan tekanan dari administered price. Kenaikan biaya perpanjangan STNK sempat memberikan shock sementara di awal tahun 2017. Kemudian, hilangnya subisidi listrik cukup memberikan tekanan yang berarti hingga akhir semester I 2017. Selain itu, kenaikan bea cukai rokok juga memberi andil terhadap peningkatan inflasi di 2017. Tekanan-tekanan inflasi tersebut diperkirakan tidak akan terjadi selama 2018. Meski perkiraan World Bank bahwa harga minyak dunia akan mengalami peningkatan pada 2018, peningkatan yang terjadi tidak signifikan. Sehingga diperkirakan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak di tahun 2018.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel