Laporan Perekonomian Provinsi Riau November 2019​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Oktober 2020

Perekonomian Riau tumbuh positif namun mengalami perlambatan. Pada triwulan III 2019, pertumbuhan ekonomi Riau tercatat sebesar 2,74% (yoy), melambat dibandingkan triwulan II 2019 yang sebesar 2,80% (yoy). Dari sisi penggunaan, melambatnya pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan III 2019 bersumber dari melambatnya konsumsi rumah tangga, LNPRT dan pemerintah serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan kontraksi impor yang lebih dalam. Perlambatan dari sisi lapangan usaha bersumber dari kontraksi lapangan usaha pertambangan dan penggalian, perlambatan industri pengolahan, ​konstruksi, dan perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan motor. ​

Memasuki triwulan IV 2019, perekonomian Riau diperkirakan tumbuh positif, berada pada kisaran 2,35-2,85% (yoy), meningkat dibandingkan realisasi triwulan III 2019. Secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Riau diperkirakan berada pada kisaran 2,5 – 3,0% (yoy) dengan tendensi bias ke atas sehingga diperkirakan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2018. Laju pertumbuhan tertinggi dari sisi penggunaan diperkirakan bersumber dari peningkatan konsumsi LNPRT dan pemerintah. Sedangkan dari sisi sektoral, peningkatan pertumbuhan ekonomi diperkirakan bersumber dari industri pengolahan. ​

Inflasi Provinsi Riau pada triwulan III 2019 tercatat lebih tinggi dibandingkan dua triwulan sebelumnya. Tingginya tekanan inflasi tersebut bersumber dari meningkatnya inflasi kelompok Bahan Makanan; Kesehatan; Sandang; dan Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga. Adapun komoditas utama penyebab meningkatnya inflasi Riau pada triwulan III 2019 antara lain: cabai merah, emas perhiasan, cabai hijau, rokok kretek filter, tarip rumah sakit dan tarif angkutan udara. Inflasi Riau pada triwulan IV 2019 diprakirakan berada pada kisaran 3,50 ± 0,25% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan III 2019 yang sebesar 4,02% (yoy). Hal ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga bahan makanan khususnya komoditas cabai merah seiring dengan masuknya musim panen di daerah sentra produksi. ​

Hingga triwulan III 2019, realisasi APBD Provinsi Riau secara umum tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi pada triwulan III 2018. Realisasi belanja Provinsi Riau hingga triwulan III 2019 tercatat sebesar Rp4,95 triliun atau 52,13% dari pagu anggaran, meningkat hingga 5,50% (yoy) dibandingkan triwulan III 2018 yang tercatat sebesar Rp4,69 triliun atau 45,43% dari pagu anggaran. Sedangkan pada sisi pendapatan, hingga triwulan III 2019 realisasi pendapatan Provinsi Riau tercatat sebesar Rp6,71 triliun atau 71,25% dari pagu anggaran, meningkat 16,03% (yoy) dibandingkan triwulan III 2018 yang tercatat sebesar Rp5,78 triliun atau 62,67% dari pagu anggaran. ​

Stabilitas Sistem Keuangan daerah Riau pada triwulan III 2019 terjaga di tengah melambatnya kinerja perekonomian. Ketahanan sektor korporasi di Riau secara umum tetap terjaga, meskipun dalam tren menurun. Lebih lanjut, pertumbuhan tahunan kredit korporasi pada triwulan III 2019 juga tercatat melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, diiringi oleh NPL yang membaik. Sementara itu, ketahanan sektor rumah tangga secara umum tetap terjaga. Pendapatan konsumen rumah tangga pada triwulan laporan terindikasi meningkat. Namun, pertumbuhan tahunan kredit konsumsi rumah tangga di Provinsi Riau mengalami perlambatan, disertai dengan NPL yang meningkat. Indikator kinerja perbankan di Riau pada triwulan III 2019 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, sebagaimana tercermin dari membaiknya pertumbuhan tahunan Aset dan DPK, serta membaiknya NPL di tengah melambatnya pertumbuhan kredit dan menurunnya LDR. ​

Perkembangan transaksi pembayaran tunai di Provinsi Riau pada triwulan III 2019 tercatat mengalami net outflow sebesar Rp1.349 miliar, hal tersebut menandakan jumlah uang yang disalurkan oleh Bank Indonesia kepada masyarakat (outflow) lebih besar dibandingkan jumlah uang yang masuk ke Bank Indonesia melalui perbankan (inflow). Transaksi non tunai melalui kliring dan BI-RTGS mengalami penurunan baik dari sisi nominal maupun dari sisi jumlah warkat transaksi. ​

Dalamrangka menjaga dan meningkatkan kualitas fisik uang di wilayah Provinsi Riau, Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau telah melakukan kerjasama dengan 48 Bank Umum di Provinsi Riau untuk melayani masyarakat dalam hal penukaran uang Rupiah yang dicabut dan ditarik dari peredaran serta uang tidak layak edar (uang Rupiah lusuh, uang Rupiah cacat, uang Rupiah rusak). Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau juga selalu berupaya untuk meningkatkan frekuensi dan jangkauan layanan kas keliling baik secara wholesale maupun retail ke daerah-daerah yang memiliki peredaran uang lusuh dalam jumlah tinggi, terutama ke pasar-pasar tradisional baik di dalam kota, luar kota maupun remote area (daerah terpencil) di Provinsi Riau. Selama triwulan III 2019, kegiatan kas keliling kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia Provinsi Riau adalah ke Pulau Rupat, Tembilahan, Bengkalis, Bagan Batu dan Bagan Siapiapi yang merupakan daerah terluar dari Provinsi Riau. ​

Kondisiketenagakerjaan dan kesejahteraan di Provinsi Riau pada bulan Agustus 2019 menunjukkan perbaikan. Sejumlah indikator memperlihatkan terjadinya peningkatan kualitas ketenagakerjaan, antara lain menurunnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan penurunan persentase jumlah penduduk miskin. Namun kondisi tersebut belum tercermin dari tingkat kesejahteraan petani yang cenderung menurun pada periode laporan. Perkembangan ekonomi Riau pada triwulan I 2020 diperkirakan tumbuh positif dan berada pada kisaran 2,60% – 3,10% (yoy), meningkat dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Riau triwulan IV 2019. Ditinjau dari sisi penggunaan, sumber peningkatan diperkirakan berasal dari PMTB dan net ekspor. Dari sisi lapangan usaha (LU), sumb​er peningkatan diperkirakan berasal dari: (i) LU pertambangan dan penggalian dan (ii) LU konstruksi. Secara keseluruhan tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Riau diperkirakan berada pada kisaran 2,60 – 3,10 % (yoy), dengan kecenderungan meningkat terbatas jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2019. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau untuk keseluruhan 2020 diperkirakan bersumber dari PMTB dan net ekspor antar daerah. Dari sisi lapangan usaha, LU industri pengolahan dan LU pertanian diperkirakan menjadi sumber utama meningkat pertumbuhan ekonomi Riau untuk keseluruhan 2020. Namun, peningkatan yang lebih tinggi tertahan oleh LU pertambangan yang terkontraksi lebih dalam, serta LU konstruksi dan LU perdagangan yang diperkirakan mengalami perlambatan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel