​Laporan Perekonomian Provinsi Riau Februari 2020 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
25 Oktober 2020
Perekonomian Riau tumbuh positif dan cukup signifikan. Pada triwulan IV 2019, pertumbuhan ekonomi Riau tercatat sebesar 2,91% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III 2019 yang sebesar 2,75% (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Sumatera yang meningkat dari 4,49% (yoy) pada triwulan III 2019 menjadi 4,61% (yoy) pada triwulan IV 2019 namun berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat melambat dari 5,02% (yoy) pada triwulan III 2019 menjadi 4,97% (yoy) pada triwulan IV 2019.
 
Dari sisi penggunaan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan IV 2019 bersumber dari tumbuhnya Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan konsumsi pemerintah yang cukup signifikan. Tumbuhnya kedua faktor tersebut diantaranya disebabkan oleh peningkatan investasi PMA dan PMDN di Provinsi Riau terutama di sektor industri perkebunan, industri kimia, dan sektor konstruksi serta percepatan realisasi anggaran pemerintah menjelang akhir tahun 2019. Sementara dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi yang meningkat berasal dari LU Pertambangan dan Penggalian, LU Konstruksi, LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan LU Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman. Kontraksi lifting migas yang tidak sedalam triwulan sebelumnya, percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur strategis, dan beroperasinya sejumlah franchise perdagangan retail (seperti fashion dan aksesoris) serta franchise gerai makanan & minuman di Pekanbaru menjadi beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2019.
 
Penurunan tekanan inflasi Provinsi Riau pada triwulan IV 2019 bersumber dari semua kelompok pengeluaran, mulai dari kelompok Bahan Makanan; Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau; Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar; Sandang; Kesehatan; Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga; dan Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. Secara spasial, inflasi Riau tertinggi terjadi di Dumai, diikuti Tembilahan dan Pekanbaru.
Inflasi Riau pada triwulan I 2020 diprakirakan berada pada 1,80% – 2,20% (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2019 yang sebesar 2,36% (yoy). Hal ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga bahan makanan khususnya komoditas cabai merah seiring dengan masuknya musim panen di daerah sentra produksi. Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi di tengah masih tingginya ketergantungan Riau terhadap pasokan luar daerah, koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah dan pihak terkait lainnya akan terus dilakukan dan akan difokuskan pada upaya untuk meningkatkan produksi lokal, menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dengan melakukan koordinasi dengan seluruh distributor besar dan stakeholder terkait lainnya, serta pengelolaan ekspektasi masyarakat.
Hingga triwulan IV 2019, realisasi APBD Provinsi Riau secara umum tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi pada triwulan IV 2018. Realisasi belanja Provinsi Riau hingga triwulan IV 2019 tercatat sebesar Rp8,69 triliun atau 91,53% dari pagu anggaran, meningkat hingga 2,61% (yoy) dibandingkan triwulan IV 2018 yang tercatat sebesar Rp8,47 triliun atau 82,02% dari pagu anggaran. Sedangkan pada sisi pendapatan, hingga triwulan IV 2019 realisasi pendapatan Provinsi Riau tercatat sebesar Rp8,70 triliun atau 92,33% dari pagu anggaran, meningkat 2,64% (yoy) dibandingkan triwulan IV 2018 yang tercatat sebesar Rp8,48 triliun atau 91,79% dari pagu anggaran. Meskipun pada triwulan IV 2019 terealisasi lebih baik dibandingkan triwulan IV 2018 namun realisasi tersebut ditopang oleh peningkatan dana bagi hasil akibat adanya pembayaran dana tunda salur DBH 2017-2018 dari pemerintah pusat sebesar Rp689 milyar.
 
Stabilitas Sistem Keuangan daerah Riau pada triwulan IV 2019 terjaga di tengah meningkatnya kinerja perekonomian. Ketahanan sektor korporasi dan rumah tangga (RT) Riau pada triwulan IV 2019 secara umum tetap terjaga, sejalan dengan NPL sektor korporasi dan RT yang membaik di tengah pertumbuhan kredit korporasi yang meningkat terbatas. Indikator kinerja perbankan di Riau pada triwulan IV 2019 meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, sebagaimana tercermin dari meningkatnya kredit, membaiknya NPL, dan meningkatnya LDR di tengah melambatnya pertumbuhan aset dan DPK.
 
Perkembangan transaksi pembayaran tunai di Provinsi Riau pada triwulan IV 2019 tercatat mengalami net outflow sebesar Rp4.271 miliar, hal tersebut menandakan jumlah uang yang disalurkan oleh Bank Indonesia kepada masyarakat (outflow) lebih besar dibandingkan jumlah uang yang masuk ke Bank Indonesia melalui perbankan (inflow). Transaksi non tunai melalui kliring mengalami penurunan, sementara BI-RTGS mengalami peningkatan baik dari sisi nominal maupun dari sisi jumlah warkat transaksi. Secara nominal transaksi kliring pada triwulan IV 2019 tercatat sebesar Rp4,05 triliun atau menurun 1,44% (qtq) sedangkan dari sisi jumlah warkat kliring tercatat sebanyak 114 ribu lembar atau menurun 3,47% (qtq). Di lain sisi, transaksi non tunai menggunakan BI-RTGS di Provinsi Riau meningkat sebesar 4,60% (qtq) dari Rp41,19 triliun pada triwulan III 2019 menjadi Rp43,08 triliun pada triwulan IV 2019. Sejalan dengan nominal transkasi, dari volume transaksi juga meningkat dari 10,52 ribu frekuensi transaksi pada triwulan III 2019 menjadi 11,39 ribu frekuensi transaksi pada triwulan IV 2019 atau naik hingga 8,21%(qtq).
 
Perkembangan kesejahteraan di Provinsi Riau bulan September 2019 membaik yang  terlihat dari penurunan persentase jumlah penduduk miskin dibanding jumlah penduduk di Riau yakni dari 7,21% pada September 2018 menjadi 6,90%. Kondisi tersebut turut tercermin dari tingkat kesejahteraan petani yang tumbuh positif pada periode laporan. Kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Provinsi Riau pada bulan Agustus 2019 juga menunjukkan perbaikan. Sejumlah indikator mencatat terjadinya peningkatan kualitas ketenagakerjaan, antara lain menurunnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Riau dari 6,20% pada Agustus 2018 menjadi 5,97% pada Agustus 2019.
 
Perkembangan ekonomi Riau pada triwulan II 2020 diperkirakan tumbuh positif dan berada pada kisaran 2,70% – 3,10% (yoy), meningkat dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Riau triwulan I 2020. Ditinjau dari sisi penggunaan, sumber peningkatan diperkirakan berasal dari konsumsi RT dan net ekspor luar negeri. Secara keseluruhan tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Riau diperkirakan berada pada kisaran 2,70 – 3,10 % (yoy), dengan kecenderungan meningkat jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2019. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau untuk keseluruhan 2020 diperkirakan bersumber dari PMTB dan net ekspor. Dari sisi lapangan usaha, LU industri pengolahan diperkirakan menjadi sumber utama meningkatnya pertumbuhan ekonomi Riau untuk keseluruhan 2020. Namun, peningkatan yang lebih tinggi tertahan oleh LU pertambangan yang terkontraksi lebih dalam, serta LU konstruksi dan LU perdagangan yang diperkirakan mengalami perlambatan.
 
Inflasi Provinsi Riau triwulan II 2020 diperkirakan berada pada kisaran 2,00 – 2,40% (yoy). Perkiraan tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan inflasi triwulan I 2020 namun lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi triwulan II dalam 5 tahun terakhir. Secara keseluruhan tahun 2020, tingkat inflasi diperkirakan berkisar antara 3,10 – 3,50% (yoy), berada dalam target inflasi nasional 3,0 ± 1% (yoy), namun lebih tinggi dibandingkan keseluruhan tahun 2019. Meningkatnya tekanan inflasi pada 2020 diperkirakan bersumber dari komoditas-komoditas bahan pangan akibat faktor fundamental. Komoditas-komoditas dimaksud antara lain: (i) beras, dengan kebutuhan dari luar Riau sekitar 70% konsumsi Riau, (ii) telur ayam ras, dengan kebutuhan dari luar Riau sekitar 98% konsumsi Riau, (iii) daging ayam ras, dengan kebutuhan luar Riau sekitar 82% konsumsi Riau, (iv) cabai merah, dengan kebutuhan sekitar 25%, (v) bawang merah, dengan kebutuhan sekitar 92%, (vi) daging sapi, sebesar 80%, dan (vii) bawang putih, yang hampir 100% berasal dari luar Riau.
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel