Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua Barat November 2018​ - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
13 Agustus 2020

Pada triwulan III 2018, ekonomi Papua Barat tumbuh sebesar 6,89% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan II 2018 yang tercatat sebesar 12,83% (yoy). Perlambatan ekonomi disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan investasi dan konsumsi, serta kinerja seluruh lapangan usaha utama Papua Barat. Dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi Papua Barat pada triwulan III 2018 disebabkan oleh deselerasi PMTB dan konsumsi, baik rumah tangga maupun pemerintah, meskipun ekspor LN terakselerasi. Dari sisi lapangan usaha (LU), melambatnya ekonomi Papua Barat disebabkan oleh lebih rendahnya pertumbuhan seluruh LU utama dibanding triwulan sebelumnya. Lapangan Usaha (LU) utama Papua Barat mencatatkan angka pertumbuhan yang cukup kuat pada triwulan ini. Namun, angka pertumbuhan yang sangat tinggi pada triwulan sebelumnya yang mencapai 2 (dua) digit menyebabkan pertumbuhan triwulan ini melambat (base effect). Berdasarkan perkembangan berbagai indikator dan hasil liaison, ekonomi Papua Barat pada triwulan IV 2018 diperkirakan sedikit melambat dibanding triwulan III 2018. Perlambatan disebabkan oleh kinerja ekspor LN yang diperkirakan menurun seiring dengan melemahnya permintaan dari negara mitra dagang utama. Konsumsi pemerintah juga diperkirakan melambat mengingat lebih sedikitnya jumlah hari kerja efektif pada triwulan IV 2018. Namun, peningkatan konsumsi RT diperkirakan akan mampu menopang ekonomi Papua Barat pada triwulan ini. Dari sisi LU, perlambatan ekonomi triwulan IV 2018 disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan LU industri pengolahan seiring dengan turunnya produksi komoditas ekspor utama. Sementara itu, akselerasi kinerja LU pertambangan dan penggalian serta LU konstruksi diperkirakan akan menjadi penopang ekonomi Papua Barat. Ekonomi Papua Barat triwulan IV 2018 diperkirakan tumbuh pada rentang 6,3 – 6,7% (yoy). Secara kumulatif, ekonomi Papua Barat tahun 2018 diperkirakan terakselerasi dengan angka pertumbuhan sebesar 7,7 – 8,1% (yoy). Ekspor LN diperkirakan menjadi pendorong ekonomi Papua Barat setelah pada tahun 2017 tumbuh negatif. Peningkatan ekspor LN merupakan pengaruh dari konsistensi produksi komoditas ekspor utama Papua Barat yang ditunjukkan dengan solidnya kinerja LU utama Papua Barat.

Inflasi Papua Barat tercatat meningkat pada triwulan III 2018. Pada periode ini inflasi tercatat sebesar 4,13% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,42% (yoy). Peningkatan laju inflasi tahunan pada triwulan III 2018 terutama berasal dari kelompok bahan makanan antara lain daging ayam ras, ikan segar, beras. Selain itu, peningkatan juga didorong oleh inflasi pada subkelompok komunikasi yang tercermin dari inflasi tarif pulsa ponsel. Selanjutnya, inflasi kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau juga menyumbang andil cukup tinggi terutama komoditas rokok kretek filter, roti manis, dan nasi dengan lauk. Inflasi tahunan Papua Barat pada triwulan IV 2018 diperkirakan pada kisaran 4,3% - 4,7% (yoy), sedikit lebih rendah dibanding triwulan III 2018 yang sebesar 4,59% (yoy). Meskipun menurun, inflasi tersebut tergolong masih cukup tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingkat permintaan, ketersediaan, dan pengaruh dari eksternal. Dari permintaan itu sendiri, momen hari raya natal dan tahun baru serta berbagai hari besar keagamaan daerah yaitu HUT Gereja Kristin Injili di Tanah Papua dan Peringatan hari otonomi khusus dapat mendongkrak permintaan angkutan udara dan belanja barang oleh masyarakat. Selanjutnya, realisasi belanja pemerintah yang dipercepat untuk merealisasikan target di akhir tahun 2018 menyebabkan tingkat permintaan terhadap barang maupun jasa di Papua Barat turut meningkat. Risiko kenaikan tarif angkutan udara cukup tinggi mengingat beberapa maskapai diperkirakan mengubah tarifnya selama akhir tahun.

Stabilitas sistem keuangan daerah Papua Barat pada triwulan III 2018 terjaga dengan indikator yang masih normal. Pertumbuhan aset, DPK, dan penyaluran kredit menunjukkan peningkatan dibanding triwulan sebelumnya. Intermediasi perbankan yang tercermin dari nilai Loan to Deposit Ratio (LDR) pada triwulan III 2018 tercatat sebesar 82,99%, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 80,53%. Berikutnya, rasio kredit bermasalah di Papua Barat mengalami perbaikan sebagaimana tercermin dari penurunan angka NPL menjadi sebesar 3,10%. Namun, spread suku bunga DPK dengan suku bunga kredit yang masih relatif tinggi mengindikasikan efisiensi biaya intermediasi masih perlu ditingkatkan. Risiko kredit yang disalurkan kepada sektor korporasi Provinsi Papua Barat yang tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) masih berada dalam level yang wajar dan berada di bawah ketentuan Bank Indonesia (5%). Pada triwulan laporan, rasio NPL sektor korporasi tercatat sebesar 0,92%, dan sektor rumah tangga tercatat sebesar 2,10%.

Secara kumulatif, ekonomi Papua Barat tahun 2019 diperkirakan tumbuh melambat dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Papua Barat diperkirakan berada pada kisaran 3,8% - 4,2% (yoy), melambat dibanding pertumbuhan pada tahun 2018 yang diperkirakan pada kisaran 7,7% - 8,1% (yoy). Perlambatan ini disebabkan oleh base effect atas tingginya pertumbuhan pada tahun 2018 yang didorong oleh normalisasi produksi LNG. Base effect menyebabkan pertumbuhan seluruh LU utama melambat di tahun 2019 yang diikuti dengan risiko perlambatan ekspor LN sebagai akibat dari perlambatan ekonomi dunia termasuk negara mitra dagang utama Papua Barat.

Tekanan inflasi Papua Barat pada triwulan I 2019 diperkirakan akan menurun dibanding perkiraan inflasi triwulan IV 2018. Sejalan dengan penurunan inflasi pada triwulan I 2019, laju inflasi Papua Barat di tahun 2019 diperkirakan melandai dibanding tahun 2018. Inflasi tahunan Papua Barat diproyeksikan pada kisaran 3,8% - 4,2% (yoy). Penurunan tekanan inflasi disebabkan oleh terkoreksinya harga kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel