Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
09 Desember 2019
Profil Provinsi Papua
Pilih Provinsi    
Setelah  penyerahan  kekuasaan dari  UNTEA  (United  Nation   Temporary  Executive  Authority)  kepada Republik Indonesia pada tanggal 1 Mei  1963  dan sebagai hasil pelaksanaan PEPERA (Penentuan Pendapat  Rakyat) yang dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Agustus 1969 maka Irian  Barat ditetapkan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya berdasarkan  Undang-Undang No. 5 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan maka oleh Pemerintah Pusat, daerah Irian  Jaya  disejajarkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia.

Pada tahun 1999 dikeluarkanlah UU No 45 tahun 1999 tentang Pembentukan Irian Jaya Barat dan Irian Jaya Tengah yang kemudian  menuai  kontroversi karena dirasa tumpang tindih dengan UU No 1 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus. Menurut UU tersebut maka kedua propinsi baru itu diresmikan pada tanggal 12 Oktober 1999. Namun pembentukan propinsi baru tersebut tidak segera terealisir dan tertunda.Pada tahun 2003 gaung pembentukan propinsi tersebut mulai terdengar lagi. Dan setelah 3 tahun 3 bulan dan 13 hari  dikeluarkanlah Inpres No 1 tahun 2003, tepatnya pada tanggal 6 Februari 2003, mengenai aktifnya kembali Propinsi Irian Jaya Barat  yang pemerintahannya dibantu oleh Tim Fasilitasi Pemkab Manokwari dan Tim Asistensi Pusat yang diketuai langsung oleh Mendagri. Pembentukan propinsi baru tersebut menuai protes dari pihak eksekutif dan legislatif Propinsi Papua yang ada sekarang. Sehingga di masyarakat pun timbul kebingungan mengenai kesimpang siuran pemerintahan tersebut. Pada tanggal 14 Juli 2003 pemerintahan di Propinsi Irian  Jaya Barat resmi berjalan dengan dibentuknya Muspida yang resmi berdasarkan Keputusan Provinsi Irian Jaya Barat Nomor SK 821.12.02. Selanjutnya perkembangan terakhir menunjukkan fakta bahwa Propinsi Irian Jaya Barat semakin ditetapkan eksistensinya dengan pelaksanaan pilkada Gubernur Irjabar, dan terpilih sebagai Gubernur definitif yaitu Brigjen Mar (Purn) Abraham Atururi dan sebagai Wakil Gubernur adalah Rahimin Katjong.

Wilayah Kerja KBI Jayapura meliputi seluruh wilayah Papua, yang terbagi atas 2 Provinsi dan 29 Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam 2 Provinsi tersebut. Kedua provinsi  tersebut adalah Provinsi Papua dengan ibu kota Jayapura dan Provinsi Irian Jaya Barat dengan ibu kota Manokwari. Wilayah Kerja KBI Jayapura, yaitu meliputi Papua dengan luas wilayah sebesar 42,2juta Ha, dengan penduduk berjumlah 2,469juta jiwa (BPS, 2003). Wilayah yang terbesar adalah Kabupaten Merauke dengan luas 4,4juta Ha dan yang terkecil adalah Kabupaten Supiori dengan luas 77ribu Ha. Sementara wilayah yang memiliki jumlah penduduk terbesar adalah wilayah Kota Jayapura yaitu sejumlah 185ribu jiwa, dan yang memiliki jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Supiori yaitu sebesar 12ribu jiwa.

​Kabupaten/Kota Jumlah Kecamatan ​Luas (Ha) ​Jumlah Penduduk (jiwa)
​Kabupaten ​ ​ ​
​1.   Merauke ​10 ​4,397,931 ​171,233
​2.   Jayawijaya ​15 ​1,268,006 ​222,976
​3.   Jayapura ​11 ​1,530,923 ​105,967
​4.   Paniai ​11 ​1,421,481 ​100,799
​5.   Puncak Jaya ​6 ​1,085,205 ​89,612
​6.   Nabire ​10 ​1,631,200 ​143,886
​7.   Fak-fak ​9 ​900,975 ​56,958
​8.   Mimika ​12 ​2,003,983 ​122,572
​9.   Sorong ​12 ​1,623,533 ​70,081
​10. Manokwari ​11 ​1,419,069 ​153,602
​11. Yapen Waropen ​5 ​313,072 ​62,149
​12. Biak Numfor ​12 ​236,044 ​106,107
​13. Boven Digoel ​6 ​2,847,068 ​38,452
​14. Mappi ​6 ​2,763,235 ​68,496
​15. Asmat ​7 ​1,897,616 ​67,586
​16. Yahukimo ​3 ​1,577,056 ​108,512
​17. Pegunungan Bintang ​6 ​1,690,840 ​53,915
​18. Tolikara ​4 ​881,634 ​53,116
​19. Sarmi ​8 ​2,590,173 ​43,220
​20. Keerom ​5 ​936,453 ​44,774
​21. Kaimana 7​ ​1,904,070 ​31,771
​22. Sorong Selatan ​10 ​1,326,543 ​52,299
​23. Raja Ampat ​7 ​881,953 ​29,248
​24. Teluk Bintuni ​8 ​1,866,344 ​38,398
​25. Teluk Wondama ​7 ​531,405 ​29,317
​26. Waropen ​3 ​2,462,832 ​23,279
​27. Supiori ​- ​77,456 ​12,119
​Kota ​ ​ ​
​71. Jayapura ​4 ​94,000 ​185,102
​72. Sorong ​4 ​38,000 ​184,239
Jumlah ​219 42,198,100 ​2,469,785
   

Geografi

Papua merupakan  wilayah paling Timur di Indonesia, dengan Jayapura sebagai ibukotanya. Pada bagian utara berbatasan dengan Samudera Pasifik, bagian selatan dengan laut Arafura dan Samudera Indonesia dan pada bagian timur berbatasan dengan negara Papua Nugini. Daerah-daerah di wilayah Papua secara geografis berbeda satu dengan lainnya. Pegunungan kapur yang tinggi berrelief curam, membentang di sebagian besar wilayah Papua, dengan ketinggian mencapai 3000 meter diatas permukaan laut. Deretan pegunungan tersebut  diapit oleh daerah aluvial landai, yang terletak disisi utara (dataran Mamberamo), di bagian selatan (kawasan Asmat) serta dataran rendah Inanwatan di bagian barat. Sementara puncak tertinggi pegunungan yang terdapat di Papua  terletak di bagian timur, bernama Puncak Jaya. Dengan ketinggian 4884 meter,Puncak Jaya (Cartenz Pyramid) merupakan puncak tertinggi di Asia Tenggara, didampingi oleh Puncak Trikora (4750 m), Mandala (4760 m) dan Yamin (4595 m).

Iklim

Sebagai sebuah pulau besar dengan topografi berbukit-bukit dan bergunung-gunung dan pengaruh letak geografis dan anatomis, menyebabkan Papua memiliki iklim yang bervariasi di tiap daerah meskipun secara umum beriklim tropis. Sepanjang daerah pegunungan hujan turun hampir sepanjang tahun dan di bagian belahan utara, musim hujan pada umumnya lebih panjang daripada musim kemarau. Sedangkan pada bagian tenggara musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Show Left Panel