Laporan Perekonomian Provinsi Papua Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
15 Agustus 2020
Perkembangan Makroekonomi Daerah
 
Kinerja perekonomian Papua pada triwulan I 2019 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan I 2019 terkontraksi sebesar -20,13% (yoy) lebih dalam dibandingkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar -17,79% (yoy). Kontraksi ekonomi Papua pada triwulan I 2019 disebabkan oleh semakin menurunnya produksi tambang terbesar di Papua yang telah memasuki fase akhir pertambangan terbuka serta adanya proses transisi dari pertambangan terbuka ke tambang bawah tanah yang menyebabkan belum optimalnya produksi tambang bawah tanah. Sementara itu, jika tanpa mempertimbangkan lapangan usaha pertambangan dan penggalian, kinerja pertumbuhan ekonomi Papua mencapai 6,30% (yoy) lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Nasional sebesar 5,07% (yoy).
 
Keuangan Pemerintah
 
Realisasi APBN di lingkup Provinsi Papua pada triwulan I 2019 mengalami penurunan pada pos pendapatan sedangkan pada pos belanja mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Pada triwulan I 2019 sumber pendapatan terbesar berasal dari Pajak Dalam Negeri sedangkan realisasi belanja terbesar berasal dari Belanja Barang. Di samping itu, realisasi APBD Papua pada triwulan I 2019 mengalami peningkatan pada pos pendapatan sedangkan pada pos belanja mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018. Salah satunya disebabkan oleh tidak adanya realisasi belanja Barang Modal dari APBD Papua pada triwulan I 2019.
 
Perkembangan Inflasi Daerah
 
Tekanan inflasi Papua pada triwulan I 2019 mencapai 4,17% (yoy) menurun jika dibandingkan dengan tekanan inflasi triwulan IV 2018 sebesar 6,36% (yoy) namun lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada triwulan I 2018 yang sebesar 3,16% (yoy). Dilihat dari kelompoknya, penyumbang inflasi tertinggi adalah kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa keuangan, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar dan kelompok Bahan Makanan dengan andil masing-masing sebesar 2,24% (yoy), 0,61% (yoy) dan 0,57% (yoy).
 
Secara spasial, kedua kota inflasi di Papua mengalami inflasi yang searah dan menunjukkan penurunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Inflasi Kota Jayapura sebesar 5,10% (yoy) meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 6,70% (yoy) dan inflasi Kab. Merauke pada triwulan IV 2018 sebesar 1,61% (yoy) meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 5,42% (yoy).
 
Stabilitas Keuangan Daerah
 
Secara garis besar kinerja keuangan sektor Korporasi dan Rumah Tangga yang menjadi penopang stabilitas keuangan daerah secara umum di Papua terjaga dengan baik. Aspek likuiditas dan rentabilitas Korporasi pada triwulan I 2019 berada dalam kondisi yang positif, meningkat dari triwulan sebelumnya. Begitu pula dengan pengelolaan keuangan Rumah Tangga yang stabil jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
 
Kinerja sektor Korporasi di Papua pada triwulan I 2019 masih tumbuh positif, beberapa indikator yang mencerminkan pertumbuan tersebut antara lain yaitu kredit yang tumbuh positif dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi pertumbuhan, meskipun diiringi peningkatan Non Performing Loan (NPL). 
 
Secara sektoral, peningkatan NPL secara signifikan terjadi pada sektor Konstruksi yang berkorelasi sangat tinggi dengan tidak adanya realisasi belanja modal kerja Pemerintah Provinsi Papua pada triwulan I 2019. Sementara itu, kinerja sektor Rumah Tangga tumbuh positif pada triwulan I 2019, tercermin dari kondisi dan risiko keuangan di sektor Rumah Tangga yang relatif terjaga.
 
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
 
Perkembangan transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Papua pada triwulan I 2019 menurun secara nominal maupun volume dibandingkan triwulan sebelumnya. Transaksi melalui Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) pada periode yang sama juga tercatat menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.
 
Sementara itu, aliran uang kartal melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menunjukan posisi net inflow pada triwulan I 2019 sebesar Rp3,22 triliun. Pada triwulan ini posisi net inflow meningkat disebabkan oleh tren arus balik uang pasca penarikan uang kartal dalam jumlah besar oleh perbankan di akhir tahun 2018.
 
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Secara umum perkembangan kondisi kesejahteraan masyarakat Papua cenderung membaik dan jumlah penduduk miskin di Papua menurun dari 27,76% menjadi 27,43%. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami penurunan mencapai 5,91 dibandingkan degan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 6,24. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Papua bulan April 2019 mengalami peningkatan dengan indeks sebesar 91,82. Nilai tersebut mengindikasikan terjadinya peningkatan kesejahteraan petani di Papua.
 
Perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Papua tercatat mengalami penurunan pada triwulan I 2019. Hal tersebut ditunjukkan dengan naiknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 3,2% pada periode Agustus 2018 menjadi 3,42% pada periode Februari 2019.
 
Prospek Ekonomi Daerah
 
Perekonomian Papua pada triwulan III 2019 diperkirakan masih akan mengalami kontraksi namun tidak sedalam triwulan II 2019 yang utamanya disebabkan oleh terbatasnya kinerja Lapangan Usaha (LU) Pertambangan dan Penggalian. Terbatasnya kinerja LU Pertambangan dan Penggalian sebagai dampak dari cadangan bijih tembaga di tambang terbuka Grasberg yang diperkirakan akan habis pada triwulan II 2019 serta belum optimalnya operasional di tambang bawah tanah. Pada tahun 2019, Provinsi Papua diperkirakan akan mengalami kontraksi pertumbuhan cukup mengikuti pola produksi tambang tembaga terbesar di Indonesia.
 
Tekanan inflasi Papua pada triwulan III 2019 diperkirakan lebih rendah dari triwulan II 2019. Normalisasi permintaan dengan berakhirnya bulan Ramadhan dan perayaan HBKN Idul Fitri menjadi faktor utama pemicu stabilnya inflasi. Selain itu, komoditas angkutan udara diperkirakan mengalami deflasi seiring dengan Keputusan Menhub yang menurunkan Tarif Batas Atas angkutan udara. Untuk keseluruhan tahun 2019, inflasi Papua diperkirakan mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2018.
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel