Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua November 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
07 Juli 2020
Perkembangan Makroekonomi Daerah
Kinerja perekonomian Papua pada triwulan III 2018 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan III 2018 tumbuh sebesar 6,76% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 24,68% (yoy). Penurunan kinerja perekonomian Papua pada triwulan III 2018 disebabkan oleh mulai menurunnya produksi hasil pertambangan dan penggalian di Papua sejalan dengan masa transisi pertambangan terbuka ke pertambangan bawah tanah dan tingginya baseline triwulan III 2017. Namun demikian, terdapat beberapa lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan III 2018 yaitu lapangan usaha konstruksi. Lapangan usaha konstruksi meningkat sejalan dengan peningkatan realisasi belanja pemerintah untuk pembangunan yang sesuai dengan pola historisnya yang selalu meningkat pada triwulan III dan IV. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga diperkirakan mengalami penurunan sejalan dengan minimnya momen perayaan hari besar keagamaan. Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan diperkirakan meningkat dibandingkan dengan triwulan II 2018 didorong oleh kondisi cuaca yang mulai membaik dan periode panen.
 
Keuangan Pemerintah
Realisasi APBN di lingkup Provinsi Papua pada triwulan III 2018 mengalami penurunan pada pos pendapatan dan mengalami peningkatan pada pos belanja dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Pada triwulan III 2018 sumber pendapatan terbesar berasal dari Pajak Dalam Negeri sedangkan realisasi belanja terbesar berasal dari Belanja Barang. Di samping itu, realisasi APBD Papua pada triwulan III 2018 mengalami penurunan di kedua pos baik pendapatan maupun belanja. Penurunan komponen secara signifikan terjadi pada Belanja Barang dan Jasa.
 
Perkembangan Inflasi Daerah
Tekanan inflasi Papua secara tahunan pada triwulan III 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pada triwulan III 2018, inflasi Papua mencapai 5,31% (yoy) meningkat jika dibandingkan dengan tekanan inflasi triwulan II 2018 sebesar 4,09% (yoy). Dilihat dari jenisnya, kenaikan inflasi tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan masing-masing sebesar 8,90% (yoy) dan 8,80% (yoy).
 
Sementara itu, pada triwulan III 2018, kedua kota inflasi di Papua mengalami inflasi yang searah dan menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. inflasi Kota Jayapura pada triwulan III 2018 mengalami peningkatan dibandingkan dengan triwulan II 2018. Inflasi Kota Jayapura sebesar 5,63% (yoy) meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 4,42% (yoy). inflasi Kab. Merauke pada triwulan III 2018 mengalami kenaikan dibandingkan dengan triwulan II 2018. Inflasi Kab. Merauke pada triwulan III 2018 sebesar 4,43% (yoy) meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 3,22% (yoy).
 
Stabilitas Sistem Keuangan
Meskipun terjadi penurunan, kinerja keuangan sektor korporasi dan rumah tangga pada triwulan III 2018 terjaga dengan baik dan menjadi penopang stabilitas keuangan daerah secara umum di Papua. Hal ini ditunjukkan dengan perbaikan kualitas kredit untuk kedua sektor. Dari sisi sektor korporasi, asesmen menilai bahwa kinerja sektor korporasi pada triwulan III 2018 masih terjaga.
 
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menunjukkan bahwa kondisi keuangan korporasi pada triwulan III 2018 secara umum masih relatif terjaga. Aspek likuiditas dan rentabilitas pada triwulan laporan masih dalam kondisi yang relatif positif, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya.
 
Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Perkembangan transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Papua pada triwulan III 2018 meningkat secara nominal maupun volume dibandingkan triwulan sebelumnya. Transaksi melalui Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) pada periode laporan juga tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.
 
Sementara itu, aliran uang kartal melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menunjukkan posisi net outflow pada triwulan III 2018 sebesar Rp358 miliar. Pada triwulan ini posisi net outflow dan meningkatnya transaksi SKNBI dan RTGS disebabkan oleh mulai masuknya tahun ajaran baru sekolah sehingga masyarakat cenderung menarik uang kartal untuk keperluan perlengkapan sekolah anak.
 
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Papua pada periode Agustus 2018 cenderung mengalami perbaikan dibandingkan dengan periode Agustus 2017. Hal ini salah satunya diindikasikan dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Papua yang tercatat mengalami penurunan dari 3,62% pada periode Agustus 2017 menjadi 3,20% pada periode Agustus 2018 atau berkurang sebanyak 5,014 ribu orang. Secara umum, Perkembangan kondisi kesejahteraan masyarakat Papua cenderung membaik dan jumlah penduduk miskin di Provinsi Papua menurun dari 27,76% menjadi 27,74% dengan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Provinsi Papua juga mengindikasikan arah perbaikan dari 0,398 menjadi 0,384. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) Papua bulan Oktober 2018 masih mencatatkan angka defisit sebesar 91,24. Nilai tersebut mengindikasikan kenaikan indeks pendapatan petani belum dapat mengimbangi kenaikan indeks biaya yang harus dikeluarkan.
 
Prospek Ekonomi Daerah
Perekonomian Papua pada tahun 2019 diperkirakan mengalami penurunan yang diproyeksikan berada pada kisaran (-8,22)% - (-7,82)% (yoy). Penurunan pertumbuhan ekonomi Papua sejalan dengan adanya transisi pertambangan dari tambang terbuka Grasberg ke tambang bawah tanah sehingga terjadi penurunan produksi secara signifikan.
 
Dari sisi lapangan usaha, diperkirakan akan mempengaruhi kontraksi pertambangan dan penggalian yang mencapai -35% (yoy) untuk agregat 2019. Sementara itu, dari sisi permintaan diperkirakan tidak terdapat ekspor luar negeri karena produksi tahun 2019 hanya cukup untuk memenuhi permintaan konsentrat di pasar domestik.
 
Tekanan inflasi Papua untuk keseluruhan tahun 2019 diprakirakan berada pada kondisi yang stabil dengan kisaran sebesar 4,4% - 4,8% (yoy).
 
Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel