Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua Mei 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
23 Januari 2020

Perkembangan Makroekonomi Daerah Kinerja perekonomian Provinsi Papua pada triwulan I 2018 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya. Tercatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada triwulan I 2018 tumbuh sebesar 28,93% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 4,78% (yoy). Pertumbuhan ini berada di atas pertumbuhan nasional sebesar 5,06% (yoy) dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Kenaikan ekspor luar negeri menjadi pendorong utama kenaikan ekonomi Papua pada triwulan I 2018 sejalan dengan tingginya kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian. Di samping itu, terjadi pertumbuhan yang positif pada seluruh lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi setelah lapangan usaha pertambangan dan penggalian terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang; dan real estate. Selain itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan terpantau turut mengalami kenaikan kinerja yang didorong oleh panen raya di beberapa daerah.

Memasuki triwulan II 2018, kinerja perekonomian Papua diperkirakan tetap akan tumbuh tinggi namun tidak setinggi pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2018. Stabilnya kinerja pertambangan dan penggalian yang mendorong ekspor luar negeri dibandingkan triwulan laporan diperkirakan menjadi faktor utama tetap tingginya perekonomian Papua. Kemudian lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor dan lapangan usaha transportasi dan pergudangan diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi seiring dengan naiknya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa seiring dengan datangnya bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1439 H. Sementara itu, kinerja konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh moderat seiring dengan masih belum stabil dan optimalnya realisasi anggaran pemerintah di Papua.

Keuangan Pemerintah
Realisasi APBN di lingkup Provinsi Papua pada triwulan I 2018 mengalami peningkatan, baik pada pos pendapatan maupun belanja dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Pada triwulan I 2018, sumber pendapatan terbesar berasal dari pajak dalam negeri dan realisasi belanja terbesar berasal dari belanja pegawai. Realisasi APBD Provinsi Papua triwulan I 2018 pada pos pendapatan menunjukkan perkembangan yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sementara realisasi pos belanja mengalami peningkatan yang signifikan pada komponen bantuan sosial dan bantuan keuangan kepada Kabupaten /Kota /Pemerintah Kampung dan /Partai Politik. 

Perkembangan Inflasi Daerah
Tekanan inflasi Papua pada triwulan I 2018 tercatat 3,16% (yoy) mengalami kenaikan dibanding dengan triwulan IV 2017 sebesar 2,11% (yoy) namun masih lebih rendah dibanding inflasi Nasional sebesar 3,4% (yoy). Inflasi Papua pada triwulan I 2018 terutama dipicu oleh peningkatan inflasi administered prices. Di sisi lain, kelompok inti dan volatile food mengalami inflasi namun masih dalam level yang terkendali.

Realisasi inflasi Papua pada bulan April 2018 sebesar 0,31% (mtm) atau secara tahunan sebesar 3,05% (yoy), lebih rendah dari realisasi bulan Maret 2018. Secara tahun kalender, inflasi pada bulan April 2018 mencapai 2,30% (ytd). Pada triwulan II 2018 inflasi diperkirakan mengalami peningkatan dibanding triwulan I 2018. Peningkatan tarif angkutan udara dan konsumsi masyarakat menjelang datangnya bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1439 H diperkirakan dapat memicu peningkatan inflasi pada triwulan II 2018.

Mencermati risiko peningkatan harga di Papua, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berkoordinasi dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah melaksanakan berbagai kegiatan guna melaksanakan pengendalian harga di Papua. Stabilitas Sistem Keuangan Daerah

Kinerja keuangan sektor korporasi dan rumah tangga pada triwulan I 2018 terjaga dengan baik dan menjadi penopang stabilitas keuangan daerah secara umum di Papua. Hal ini ditunjukkan dengan perbaikan kualitas kredit untuk kedua sektor. Dari sisi sektor korporasi, asesmen menilai bahwa kinerja sektor korporasi pada triwulan I 2018 masih terjaga. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha dan liaison yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua memperkuat kondisi tersebut. Kondisi yang sama juga terlihat pada sektor rumah tangga yang masih terjaga dengan positif, tercermin dari kemampuan sektor rumah tangga dalam menjaga kondisi keuangan. Hal ini turut diperkuat dengan hasil Survei Konsumen yang menunjukkan tingginya optimisme masyarakat terhadap perekonomian.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah
Perkembangan transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia di Papua pada triwulan I 2018 menurun dibandingkan triwulan sebelumnya, baik secara volume maupun nominal. Transaksi melalui sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement pada triwulan laporan juga tercatat menurun secara nominal, namun meningkat secara volume dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.Sementara itu, aliran uang kartal melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menunjukan posisi net inflow pada triwulan I 2018 sebesar Rp3.202 miliar. Pada triwulan ini posisi net inflow disebabkan oleh tren arus balik pasca penarikan uang kartal dalam jumlah besar oleh perbankan di akhir tahun 2017.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
Perkembangan kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Papua pada periode Februari 2018 cenderung mengalami perbaikan dibandingkan dengan periode Agustus 2017. Hal ini salah satunya diindikasikan dari Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Papua yang tercatat mengalami penurunan menjadi 2,91% pada periode Februari 2018. Secara umum, kesejahteraan masyarakat Papua cenderung membaik dan persentase jumlah penduduk miskin menurun dengan tingkat kesenjangan juga mengindikasikan ke arah yang lebih baik. Sementara itu, Nilai Tukar Petani Papua mengimplikasikan terjadinya defisit sampai akhir triwulan I 2018 dengan indeks sebesar 92,11. Nilai tersebut mengindikasikan kenaikan indeks pendapatan petani belum dapat mengimbangi kenaikan indeks biaya yang harus dibayar.

Prospek Ekonomi Daerah
Perekonomian Papua pada triwulan III 2018 diperkirakan mengalami perlambatan yang terutama disebabkan ketidakpastian dan terbatasnya kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian. Faktor utama penahan pertumbuhan pada triwulan III 2018 adalah ekspor luar negeri yang mengalami kontraksi dan turunnya konsumsi masyarakat sebagai akibat dari normalisasi konsumsi dengan berakhirnya bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1439 H. Sementara itu, peningkatan konsumsi pemerintah selepas pelaksanaan Pilkada diperkirakan akan menjadi pendorong pertumbuhan Papua pada triwulan III 2018. Investasi dan impor luar negeri diperkirakan meningkat seiring dengan pelaksanaan proyek persiapan transisi pertambangan dan penggalian dari open pit ke underground mining.Terdapat faktor risiko meningkatnya pertumbuhan ekonomi lebih dari yang diproyeksikan dengan adanya penambahan kuota ekspor konsentrat tembaga hingga Februari 2019 dengan syarat adanya perpanjangan izin produksi yang akan berakhir pada bulan Juni 2018.

Tekanan inflasi Papua pada triwulan III 2018 diperkirakan mengalami penurunan dari triwulan II 2018. Berakhirnya perayaan Idul Fitri 1439 H diperkirakan menjadi faktor peredam inflasi terutama pada kelompok administered prices dan inti. Di sisi lain, pasokan komoditas volatile food, khususnya pertanian, diperkirakan masih terjaga. Inflasi komoditas volatile food pada tahun 2018 diperkirakan mengalami kenaikan yang terutama dikarenakan pengaruh rendahnya indeks harga pada mayoritas komoditas di tahun 2017 (base effect). Sementara itu, tekanan inflasi inti pada tahun 2018 juga diperkirakan lebih tinggi sejalan dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi yang memicu lonjakan ekspektasi inflasi dalam jangka pendek. Di sisi lain, inflasi administered prices pada tahun 2018 diperkirakan mengalami penurunan. Kebijakan perubahan harga yang relatif minimal dan program BBM satu harga oleh pemerintah menjadi faktor utama penurunan tekanan inflasi kelompok ini pada tahun 2018.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel