Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Papua Agustus 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
26 Januari 2020

Perkembangan Makroekonomi Daerah

Kinerja perekonomian Papua pada triwulan II 2018 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan II 2018 tumbuh sebesar 24,68% (yoy), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 26,08% (yoy). Pertumbuhan ini berada di atas pertumbuhan nasional sebesar 5,27% (yoy) dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan I dan II 2018 mengalami pertumbuhan yang signifikan terutama disebabkan oleh puncak produksi pertambangan bijih tembaga di Papua. Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan II 2018. Selain itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan terpantau turut mengalami kenaikan kinerja seiring dengan stabilnya curah hujan di Papua.

Memasuki triwulan III 2018, kinerja perekonomian Papua mengalami penurunan. Penurunan kinerja perekonomian Papua pada triwulan III 2018 disebabkan oleh mulai menurunnya produksi hasil pertambangan dan penggalian di Papua sejalan dengan masa transisi pertambangan terbuka ke pertambangan bawah tanah. Namun demikian, terdapat beberapa lapangan usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi Papua pada triwulan III 2018 yaitu lapangan usaha konstruksi dan administrasi pemerintahan. Lapangan usaha konstruksi meningkat sejalan dengan peningkatan realisasi belanja pemerintah yang sesuai dengan pola historisnya yang selalu meningkat pada triwulan III dan IV. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga diperkirakan mengalami penurunan sejalan dengan minimnya momen perayaan hari besar keagamaan. Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan diperkirakan meningkat dibandingkan dengan triwulan II 2018 didorong oleh kondisi cuaca yang mulai membaik dan periode panen.

Keuangan Pemerintah

Realisasi APBN di lingkup Provinsi Papua pada triwulan II 2018 mengalami penurunan pada pos pendapatan dan peningkatan pada pos belanja apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Pada triwulan II 2018, sumber pendapatan terbesar berasal dari Pajak Perdagangan Internasional dan realisasi belanja terbesar berasal dari belanja pegawai.

Realisasi APBD Provinsi Papua pada triwulan II 2018 mengalami penurunan di kedua pos baik pendapatan maupun belanja. Penurunan komponen secara signifikan terjadi pada Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah kepada Kabupaten/Kota.

Perkembangan Inflasi Daerah

Tekanan inflasi Papua pada triwulan II 2018 mencapai 4,09% (yoy) mengalami kenaikan dibanding dengan triwulan I 2018 sebesar 3,16% (yoy) dan lebih tinggi dibanding inflasi Nasional sebesar 3,4% (yoy). Kenaikan tersebut terutama akibat tingginya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa pada hari raya Idul Fitri 1439H.

Mencermati risiko peningkatan harga di Papua, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berkoordinasi dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah melaksanakan berbagai kegiatan guna menjaga kestabilan harga di Papua.

Stabilitas Sistem Keuangan Daerah

Kinerja keuangan sektor korporasi dan rumah tangga pada triwulan II 2018 terjaga dengan baik dan menjadi penopang stabilitas keuangan daerah secara umum di Papua. Hal ini menunjukan adanya perbaikan kualitas kredit untuk kedua sektor. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menunjukkan bahwa kondisi keuangan korporasi pada triwulan II 2018 secara umum masih relatif terjaga. Aspek likuiditas dan rentabilitas pada triwulan II 2018 masih dalam kondisi yang relatif positif, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah

Perkembangan transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia di Papua pada triwulan II 2018 menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, baik secara volume maupun nominal. Transaksi melalui sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement pada triwulan II 2018 juga tercatat menurun secara nominal dan volume dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.Sementara itu, aliran uang kartal melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menunjukan posisi net outflow pada triwulan II 2018 sebesar Rp2.034 miliar. Pada triwulan ini posisi net outflow disebabkan oleh besarnya permintaan uang kartal untuk pencairan dana kampung di hampir seluruh kabupaten di Papua.

Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan

Perkembangan kondisi kesejahteraan masyarakat Papua cenderung membaik dan jumlah penduduk miskin di Papua menurun dari 27,76% menjadi 27,74% dengan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Papua juga mengindikasikan arah perbaikan dari 0,398 menjadi 0,384. Hal ini salah satunya diindikasikan dari Tingkat Pengangguran Terbuka di Papua yang tercatat mengalami penurunan menjadi 2,91% pada periode Februari 2018. Secara umum, kesejahteraan masyarakat Papua cenderung membaik dan persentase jumlah penduduk miskin menurun dengan tingkat kesenjangan juga mengindikasikan ke arah yang lebih baik. Sementara itu, Nilai Tukar Petani Papua mengimplikasikan terjadinya defisit sampai akhir triwulan II 2018 dengan indeks sebesar 91,47. Nilai tersebut mengindikasikan kenaikan indeks pendapatan petani belum dapat mengimbangi kenaikan indeks biaya yang harus dibayar.

Prospek Ekonomi Daerah

Perekonomian Papua pada triwulan IV 2018 diperkirakan mengalami penurunan yang terutama disebabkan terbatasnya kinerja pertambangan. Pertumbuhan ekonomi Papua pada periode tersebut diproyeksikan berada pada kisaran (-10,22)% - (-10,42)% (yoy), lebih rendah dibanding dengan perkiraan pertumbuhan triwulan III 2018 yang berkisar 5,31%-5,71% (yoy). Secara agregat, perekonomian Papua pada tahun 2018 berpotensi tumbuh lebih tinggi dari tahun 2017. Kenaikan kuota ekspor pada tahun 2018 dan puncak produksi pertambangan terbuka Grasberg diperkirakan akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Papua. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 9,36% - 9,76% (yoy) lebih tinggi dibanding dengan 2017 yang sebesar 4,64% (yoy).

Untuk keseluruhan tahun 2018, inflasi Papua diperkirakan mengalami kenaikan dibanding dengan tahun 2017. Perkiraan inflasi Papua pada tahun 2018 berkisar 5,24%-5,64% (yoy) naik dari inflasi tahun 2017 yang sebesar 2,1% (yoy).

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel