Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
26 Januari 2020
Profil Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pilih Provinsi    
​Struktur perekonomian Provinsi NTT didominasi oleh sektor pertanian meskipun cenderung menurun dalam pembentukan PDRB. Sampai saat ini pembangunan di NTT telah menghasilkan kemajuan. Sarana dan prasarana ekonomi seperti jalan, jembatan, bendungan, pasar, pelabuhan dan sebagainya telah menjadi bagian yang penting dalam aktivitas perekonomian daerah dan mayarakat. Sarana dan prasarana pendidikan seperti gedung-gedung sekolah, sarana belajar seperti laboratorium dan perpustakaan serta program-program peningkatan kemampuan profesional guru telah ada. Demikian juga dengan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, poliklinik, peralatan medis, penyebaran obat-obatan, dan tenaga medis serta paramedis. Meski demikian, secara umum masih banyak masyarakat yang belum dapat menikmati pelayanan publik tersebut karena keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki.

Di wilayah perbatasan NTT-Timor Leste, potensi sumberdaya alam darat yang tersedia pada umumnya tidak terlalu besar, mengingat kondisi lahan di sepanjang perbatasan tergolong kurang baik bagi pengembangan pertanian namun sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. NTT memiliki potensi lahan kering seluas 2.379.005 hektar yang sangat cocok untuk pengembangan berbagai komoditas perkebunan. Saat ini lahan kering di NTT, paling sedikit telah menghasilkan 14 jenis produk perkebunan, yang berupa jambu mete, kopi, kelapa, kemiri, coklat, pinang, kapuk, cengkeh, tembakau, vanili jarak, kapas, lada dan pala. 

Adapun potensi lahan perkebunan di NTT diperlihatkan pada Tabel dibawah ini
Tabel Potensi Lahan Perkebunan di NTT
ekonomi.jpg 
 
Selain potensi perkebunan, provinsi NTT memiliki potensi peternakan yang cukup besar di hampir seluruh kabupaten meliputi sapi, kerbau dan kuda. Menurut data tahun 2003, ternak sapi terbesar terdapat di Kabupaten Kupang Wilayah perbatasan di NTT juga memiliki bentangan pesisir dan hamparan perairan yang cukup luas dan di dalamnya terdapat keanekaragaman sumberdaya pesisir dan laut yang berlimpah, dan sangat potensial untuk pengembangan perikanan (tangkap dan budidaya).

Di sektor pariwisata provinsi NTT memiliki berbagai sumberdaya lingkungan dan sosial budaya yang bagus untuk dijadikan tempat tujuan wisata yang spesifik.yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Sangat disayangkan pula bahwa berbagai potensi tersebut sampai saat ini belum berkembang dengan baik. Kendala utama bagi pengembangan pariwisata adalah sarana dan prasarana yang terbatas sehingga belum menarik minat para pengusaha untuk menanamkan modalnya.

Di wilayah perbatasan, kegiatan perdagangan lintas batas yang terjadi sebagian besar adalah perdagangan kebutuhan alat-alat rumah tangga dan bahan makanan lainnya yang tersedia di kawasan perdagangan atau di Atambua, ibukota kabupaten Belu. Kegiatan lintas batas lainnya adalah kunjungan kekerabatan antar keluarga karena banyaknya masyarakat eks pengungsi Timor Leste yang masih tinggal di wilayah Atambua, sedangkan warga Indonesia lainnya yang berkunjung ke Timor Leste adalah dalam rangka melakukan kegiatan perdagangan bahan makanan dan komoditi lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat Timor Leste.

Prasarana pasar di perbatasan yang terletak di dekat pintu perbatasan saat ini telah ada namun kondisinya masih sederhana sedangkan sarana dan prasarana lain seperti sekolah dan pusat kesehatan masyarakat telah tersedia walau dalam kondisi yang belum baik. Fasilitas-fasilitas sosial yang telah ada dibangun oleh pemerintah pusat dan daerah untuk kebutuhan para pengungsi.
 
Show Left Panel