Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
30 November 2020
Profil Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pilih Provinsi    
​Melihat PDRB Provinsi NTB, ada dua sektor yang paling dominan share-nya, yaitu sektor pertanian dan sektor pertambangan. Kedua sektor tersebut secara kontinyu mendominasi PDRB NTB. Oleh karena itu, kegiatan perekonomian NTB sangat dipengaruhi oleh faktor musiman.

Kondisi geografis NTB yang letaknya terpisahkan lautan dari pulau lainnya membuat perekonomian daerah ini sangat dipengaruhi ketersediaan sarana dan prasarana serta biaya transportasi. Apalagi sebagian besar kebutuhan konsumsi masyarakat NTB didatangkan dari luar daerah.   

Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian NTB memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap kegiatan pertambangan PT. Newmont Nusa Tenggara, karena besarnya share perusahaan tersebut di sektor pertambangan. Hampir seluruh ekspor NTB berasal dari ekspor produk konsentrat tembaga dari PT. Newmont Nusa Tenggara (pangsanya mencapai lebih dari 99% dari total ekspor NTB).

Pendekatan Indeks LQ

Segmentasi PDRB secara sektoral tiap daerah kota/kabupaten terhadap segmentasi PDRB sektoral Provinsi digunakan untuk dapat melihat sektor-sektor mana di suatu kota/kabupaten dikatakan sektor unggulan/potensial atau andalan. Ukuran atau angka rasio/indeks tersebut lebih dikenal dengan angka Indeks Location Quotient atau disingkat Indeks LQ. Apabila angka indeks sektoral di suatu daerah di kabupaten lebih besar dari 1 (satu), maka dapat dikatakan sektor itu merupakan sektor unggulan di daerah tersebut dalam lingkup Provinsi.
Tabel Boks 1
 NTBPotensiEkonomi2.jpg

Sumber data : BPS Provinsi NTB

Dari perhitungan yang dilakukan terhadap data sektoral PDRB per kota/kabupaten di Provinsi di NTB pada tahun 2004 dan rata-rata selama 5 tahun (2000-2004), diperoleh hasil sebagai berikut:
  • Kabupaten Lombok Barat unggul di hampir seluruh sektor, kecuali sektor pertambangan dan industri pengolahan. Sektor unggulan dengan indeks LQ tertinggi adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, tercermin dari berkembangnya sektor pariwisata di daerah tersebut.   Dilihat dari rata-rata indeks LQ selama 5 tahun terakhir, sektor ini secara konsisten lebih unggul dibandingkan sektor lainnya, disusul oleh sektor bangunan. Selama kurun waktu tersebut, tidak terjadi perubahan struktur ekonomi yang signifikan di Lombok Barat.

  • Terdapat 6 sektor unggulan di Kabupaten Lombok Tengah dengan angka indeks LQ lebih dari  1, yang tertinggi adalah sektor bangunan dan sektor jasa-jasa (terindikasi dari besarnya jasa pengerahan tenaga kerja keluar negeri). Kedua sektor tersebut secara konsisten memiliki indeks LQ tertinggi selama 5 tahun terakhir sejak tahun 2000 sampai dengan 2004.  

  • Di Kabupaten Lombok Timur, industri pengolahan dan sektor jasa-jasa merupakan sektor unggulan dominan selain 4 sektor lainnya, yaitu sektor pertanian; perdagangan; listrik, gas dan air bersih;  bangunan dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Secara rata-rata, indeks LQ sektor-sektor unggulan tersebut tidak mengalami perubahan selama 5 tahun terakhir.
Tabel Boks 2
NTBPotensiEkonomi5.jpg

Sumber data : BPS Provinsi NTB

  • ​Sektor pertanian dan sektor bangunan merupakan sektor unggulan dengan indeks LQ tertinggi di Kabupaten Sumbawa. Tiga sektor unggulan lainnya adalah sektor listrik, gas dan air bersih; perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa-jasa. Seluruh sektor unggulan tersebut tidak mengalami perubahan struktur ekonomi di daerah ini.

  • S​ektor unggulan di Kabupaten Sumbawa Barat selama 5 tahun terakhir hingga kini ini adalah hanya pada sektor Pertambangan dan Penggalian, sementara sektor lainnya belum menjadi sektor unggulan.

  • Sementara itu, sektor pertanian menjadi sektor andalan Kabupaten Dompu yang diikuti oleh sektor andalan lainnya yaitu sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan; perdagangan, hotel dan restoran; jasa-jasa dan bangunan. Intensitas sektor pertanian dan perdagangan terlihat semakin menguat selama 5 tahun terakhir.

  • Begitu pula dengan Kabupaten Bima yang bertumpu pada sektor pertanian sebagai sektor unggulan, diikuti sektor unggulan lainnya seperti sektor perdagangan, hotel dan restoran; bangunan; dan industri pengolahan. Tampak pula pola pembangunan relatif stabil/stagnan yang tercermin dari stabilnya angka indeks LQ dalam kurun 5 tahun terakhir.

  • Kota Bima yang termasuk kota termuda di Provinsi NTB terlihat banyak memiliki sektor unggulan yaitu sebanyak 7 sektor dengan indeks LQ tertinggi pada sektor listrik, gas dan air bersih dan jasa-jasa. Hanya 2 sektor yang tidak masuk dalam kategori sektor unggulan yaitu sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. Namun dalam kurun 5 tahun, sektor bangunan dan sektor pengangkutan & komunikasi terlihat perkembangan yang cukup berarti tercermin dari angka indeks LQ yang semakin meningkat.

  • Di Kota Mataram, sektor pengangkutan dan komunikasi menjadi sektor unggulan saat ini. Sektor unggulan selanjutnya adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang tercermin dari banyaknya lembaga keuan​gan yang beroperasi di kota Mataram. Secara struktural, tidak banyak perubahan yang terjadi, hanya sektor listrik, gas dan air bersih yang terlihat kinerjanya semakin menurun.
 
Show Left Panel