Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Nusa Tenggara Barat Mei 2018 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 Januari 2020

Pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan I 2018 tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,33% (yoy), setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,58% (yoy). Hal tersebut masih disebabkan oleh menurunnya kinerja ekspor luar negeri khususnya ekspor konsetntrat tembaga. Di luar sektor tambang, pertumbuhan ekonomi NTB triwulan I 2017 tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya dengan laju sebesar 4,34% (yoy). Sektor pertanian yang terkontraksi menjadi faktor utama perlambatan ekonomi non tambang pada triwulan I 2018.

Sementara itu, tekanan inflasi tahunan Provinsi NTB pada triwulan I 2018 menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Penurunan tersebut disebabkan tekanan harga pada kelompok komoditas harga yang diatur pemerintah (administered price) yang menurun. Diperkirakan hingga akhir tahun 2018 inflasi Provinsi NTB masih berada dalam sasaran inflasi nasional yaitu sebesar 3,5 ± 1%.

Pada triwulan II 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB diperkirakan meningkat. Hal tersebut terkait perkiraan meningkatnya konsumsi rumah tangga, terutama pada subsektor konsumsi penyediaan akomodasi dan makan minum terkait Hari Besar Keagamaan Nasional dan event pariwisata yang berlangsung selama triwulan II 2018. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan III 2018 diperkirakan menurun dibandingkan triwulan II 2017, seiring dengan kuota ekspor tembaga yang menurun. Demikian pula dengan pertumbuhan ekonomi non tambang triwulan III 2018 diperkirakan melambat, seiring dengan menurunnya konsumsi masyarakat paska bulan Puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan libur tahun ajaran akademik. Sementara itu tekanan inflasi tahunan pada triwulan III 2018 diperkirakan terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 ± 1%.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB terus mengamati berbagai indikator makroekonomi global, nasional dan regional, serta risiko yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga, perekonomian Provinsi NTB akan dapat tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara berkesinambungan.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel