Profil - Bank Sentral Republik Indonesia
Sign In
16 Januari 2019
Profil Provinsi Maluku Utara
Pilih Provinsi    
GEOGRAFIS

Provinsi Maluku Utara merupakan Provinsi kepulauan yang terdiri dan 397 buah pulau besar dan kecil. Dari jumlah itu, sebanyak 64 pulau telah di huni, sedangkan 333 pulau lainnya tidak dihuni. Luas total wilayah Provinsi Maluku Utara mencapai 145.819,1 km2. Sebagian besar merupakan wilayah laut, yaitu seluas 100.731,44 km2 (69,08%). Sisanya seluas 45.087,66 km2 (30,92 %), adalah daratan.

Pulau yang tergolong relatif besar adalah Pulau Halmahera (18.000 km2), pulau yang ukurannya relatif sedang yaitu Pulau Obi (3.900 km2), Pulau Taliabu(3.195 km2), Pulau Bacan (2.878 km2), dan Pulau Morotai (2.325 km2). Pulau-pulau yang relatif kecil antara lain Pulau Temate, Tidore, Makian, Kayoa, Gebe dan sebagainya.

Secara geografis, Provinsi Maluku Utara berada pada 3° Lintang Utara hingga 3° Lintang Selatan dan 124° hingga 129° BujurTimur. Luas wilayah maupun batas wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku Utara dapat terlihat dalam tabel berikut ini:
 
Luas Wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Maluku Utara

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA​ ​​​
LUAS WILAYAH (KM2​ ​ ​
DARAT LAUT JUMLAH
PROVINSI MALUKU UTARA
​45.096,66 ​100.731,44 ​145.801,10
​KABUPATEN HALMAHERA BARAT ​2.612,24 ​11.623,42 ​14.235,66
​KABUPATEN HALMAHERA TENGAH ​2.276,83 ​6.104,65 ​8.381,48
​KABUPATEN HALMAHERA UTARA ​5.447,30 ​19.536,02 ​24.983,32
​KABUPATEN HALMAHERA SELATAN ​8.779,32 ​31.484,40 ​40.263,72
​KABUPATEN HALMAHERA TIMUR ​6.506,20 ​7.695,82 ​14.202,02
​KABUPATEN KEPULAUAN SULA ​9.632,92 ​14.449,38 ​24.082,30
​KOTA TERNATE ​250,85 ​5.544,55 ​5.795,40
​KOTA TIDORE KEPULAUAN ​9.564,00 ​4.293,20 ​13857,20
 Sumber : BAPPEDA Provinsi Maluku Utara
 
 
PENDUDUK

Jumlah penduduk Provinsi Maluku Utara tahun 2004 berdasarkan hasil yang tercatat oleh BPS sebanyak 910.656 jiwa yang tersebar di 6 (enam) Kabupaten dan 2 (dua) Kota, dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 4,03 persen per tahun dan tingkat kepadatan penduduk 20 jiwa per kilometer persegi.

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Provinsi Maluku Utara
Tahun 2004

penduduk.jpg
Kharakteristik Spesifik :

a. Topografi
Sebagian besar wilayah Maluku Utara bergunung-gunung dan berbukit-bukit yang terdiri dan pulau-pulau vulkanis dan pulau karang, sedangkan sebagian lainnya merupakan dataran. Pulau Halmahera mempunyai banyak pegunungan yang rapat mulai dan Teluk Kao, Teluk Buli, Teluk Weda, Teluk Payahe dan Dodinga. Disetiap daerah terdapat punggung gunung yang merapat ke pesisir, sedangkan pada daerah sekitar Teluk Buli (di Timur) sampai Teluk Kao (di Utara), pesisir barat mulai dan Teluk Jailolo ke utara dan Teluk Weda ke selatan dan utara ditemui daerah dataran yang luas.

b.  Iklim
Wilayah Maluku Utara dipengaruhi oleh iklim laut tropis dan iklim musim. Oleh karena itu iklimnya sangat dipengaruhi oleh lautan dan bervariasi antara tiap bagian wilayah yaitu iklim Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Selatan dan Kepulauan Sula.

    1. Daerah lklim Halmahera Utara, musim hujan berada pada bulan Desember-Februari dan kemarau dalam bulan Agustus-Desember yang diselingi pancaroba pada bulan Nopember-Desember.
    2. Daerah Iklim Halmahera Tengah dan Halmahera Barat; dimana dipengaruhi muslim Utara pada bulan Oktober-Maret, pancaroba pada bulan April. Musim Selatan pada bulan April-September yang diselingi angin Timur dan pancaroba pada bulan September.
    3. Daerah Iklim Halmahera Selatan, dipengaruhi oleh dua musim yaitu musim Utara pada bulan Oktober-Maret yang diselingi angin Barat dan pancaroba pada bulan April, musim Selatan pada bulan September diselingi angin Timur dan pancaroba dalam bulan September.
    4. Daerah Iklim Kepulauan Sula; terdiri atas dua musim, musim Utara pada bulan Oktober-Maret diselingi angin Barat dan pancaroba pada bulan April dan musim Selatan pada bulan April-September, diselingi angin Timur dan pancaroba pada bulan September.

Sedangkan jenis curah hujan adalah sebagai berikut:

    1. Curah hujan antara 1000 mm — 2000 mm, meliputi pulau Tobelo, pulau Mangote, pulau Sulabesi, pulau Obi dan sekitarnya, pulau Bacan dan sekitamya, pulau Halmahera bagian Selatan.
    2. Curah hujan antara 2500 mm — 3000 mm, meliputi pulau Halmahera bagian Utara, sebagian Kecamatan Ibu. Galela dan Loloda.
    3. Sedangkan wilayah Iainnya adalah curah hujan antara 2000 — 2500 mm per tahun.

c. Tanah
Jenis tanah yang tersebar di Provinsi Maluku Utara yaitu terdiri dari:

    1. Jenis Tanah Mediteran terdapat di Pulau Morotai bagian barat, timur dan selatan, Pulau Doi Kecamatan Loloda.
    2. Jenis Tanah Podsolik Merah Kuning terdapat di Pulau Halmahera dan Utara ke Selatan, Tobelo, Ibu, Obi bagian Timur, Sanana, Pulau Taliabu, Wasiley, Oba, Weda, Patani dan Maba.
    3. Jenis Tanah Kompleks terdapat di Pulau Morotai bagian Barat dan Timur, Obi bagian tengah, Pulau Halmahera bagian tengah sampai timur.
    4. Jenis Latosol terdapat di Lologa, Calela, Jailolo bagian Selatan, Cane Barat, Cane Timur, Bacan, Obi, Wasilei, Weda dan Maba.
    5. Jenis Tanah Regosol terdapat di Loloda, Calela, Sahu, Kao, Pulau Ternate, Pulau Makian, Pulau Obi di pesisir utara.
    6. Jenis Tanah Alivial terdapat di Pulau Obi bagian barat, Pulau Taliabu bagian utara dan tenggara, Oba, Wasilei, Weda, Patani dan Maba.

d. Penggunaan Lahan
Secara keseluruhan, penggunaan lahan di Provinsi Maluku Utara didominasi oleh penggunaan lahan hutan dan lahan perkebunan.  Dan luas daratan seluas 45.069,66 Km2 diantaranya merupakan lahan perkebunan dengan luas 830.683,6 Ha atau 8.306.836 Km2 dan luas lahan hutan 534.409,0 Ha atau 5.344.090 Km2 serta selebihnya adalah lahan untuk sawah, perumahan dan permukiman, tegalan dan bangunan lainnya. Penggunaan lahan di Provinsi Maluku Utara seperti terlihat pada tabel:

Penggunaan Lahan Provinsi Maluku Utara Tahun 2004

lahan.jpg
e. Suku, Bahasa & Kesenian Daerah
Suku bangsa yang mendiami daerah Maluku Utara berasal dan bangsa-bangsa Melanesia dan Folinesia, terdiri dari 28 suku bangsa dan 29 bahasa lokal, disamping kelompok etnik setempat Maluku Utara juga didiami oleh kelompok etnik dari luar seperti etnik Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa, Sumatera, Ambon dan lain-lain sedangkan bahasa pada umuninya menggunakan bahasa melayu sebagal bahasa utama sementara bahasa daerah digunakan pada lingkungan suku bangsa yang sama atau pada mereka yang mengerti bahasa dacrab tersebut. Dan keragaman suku bangsa dan bahasa daerah, beragam pula adat istiadat serta kebiasaan dalam tata pergaulan masyarakat yang terpelihara selama ini seperti gotong royong yang dikenal dengan istilah mayae, ban atau manong ( membersihkan kebun, membangun rumah dan lain-lain). Sedangkan kesenian daerah sebagai daya kreasi inasyarakat wilayah kuittilar yaitu dansa, lagu, siokona,anakona dan seni suara daerah misalnya moro-mono, saluma,dingo, kabata ngofabira, togal, donci, tide, soya-soya, niana bose, dendang haisua, cakalele, sisi, waleng. lala dan sebagainya.

Nama Suku dan Bahasa Daerah Provinsi Maluku Utara
Tahun 2004

bahasa.jpg

Nama Kesenian Tradisional dan Kerajinan Rakyat Provinsi Maluku Utara
Tahun 2004

kerajinan.jpg


Show Left Panel