​Laporan Perekonomian Provinsi Maluku Utara Mei 2019 - Bank Sentral Republik Indonesia
Navigate Up
Sign In
29 September 2020
Perkembangan Ekonomi Daerah
 
Pertumbuhan perekonomian Maluku Utara pada triwulan I 2019 tercatat sebesar 7,65% (yoy), mengalami deselerasi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,25% (yoy). Dari sisi permintaan, perlambatan pertumbuhan terjadi pada sektor Konsumsi Pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan Ekspor LN. Sementara dari sisi penawaran, perlambatan secara umum disebabkan oleh lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan serta kontraksi pada lapangan usaha Pertambangan yang disebabkan normalisasi produksi pertanian dan aktivitas perdagangan paska HBKN Natal dan tahun baru.
 
Keuangan Pemerintah
 
Realisasi pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Maluku Utara hingga triwulan I 2019 sebesar Rp443,84 miliar atau mengalami kontraksi sebesar 13,44% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi pengeluaran, belanja APBD hingga triwulan I 2019 terealisasi sebesar Rp235,60 miliar atau 8,73% dari nilai belanja yang dianggarkan. Realisasi ini lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang terealisasi sebesar 14,64%. Secara umum, realisasi belanja APBD pada triwulan I 2019 mengalami penurunan sebesar 30,78% (yoy).
 
Perkembangan Inflasi Daerah
 
Inflasi Maluku Utara, yang diwakili oleh inflasi Kota Ternate, pada triwulan I 2019 tercatat sebesar 2,95% (yoy), lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi  pada  triwulan IV 2018 sebesar 4,12% (yoy). Inflasi terbesar terjadi pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (dari 6,57% menjadi 8,29%), dengan sumbangan inflasi sebesar 1,17%. Berdasarkan komoditas terbesar penyumbang inflasi pada triwulan I 2019, disumbang oleh komoditas angkutan udara. Hal tersebut, sebagai akibat dari peraturan pemerintah terkait harga tiket batas atas dan batas bawah yang berimbas pada kenaikan harga tiket pesawat.

Secara akumulatif, inflasi Maluku Utara hingga bulan April 2019 adalah 0,83% (ytd). Inflasi bulanan (mtm) ditriwulan berjalan (triwulan II 2019) diperkirakan mengalami kenaikan akibat kenaikan beberapa harga komoditas saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2019 yang merupakan puncak konsumsi masyarakat Maluku Utara. Akan tetapi, secara tahunan (yoy) inflasi triwulan II 2019 diperkirakan sedikit lebih rendah daripada triwulan II 2018. Hal tersebut, dikarenakan pada triwulan II 2018 inflasi tahunan (yoy) cukup tinggi, sehingga pada triwulan II 2019 mengalami normalisasi (base effect).
 
Analisis Stabilitas Keuangan Daerah
 
Resiko kredit secara keseluruhan di Maluku Utara mengalami peningkatan tercermin dengan NPL keseluruhan di triwulan I 2019 sebesar 1,88% lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV 2019 sebesar 1,41%. Risiko kredit rumah tangga di Maluku Utara menunjukkan sedikit peningkatan tercermin dari peningkatan NPL sektor rumah tangga. NPL sektor rumah tangga triwulan I 2019 tercatat sebesar 0,59%, sedikit lebih tinggi dibanding triwulan IV 2018 yang sebesar 0,53%. Kendati mengalami peningkatan, NPL tersebut masih berada dibawah threshold yang ditetapkan, sehingga ketahanan sektor rumah tangga tetap terjaga. Risiko kredit korporasi menunjukkan peningkatan, tercermin dari peningkatan NPL sektor korporasi dari 3,38% pada triwulan IV 2018 menjadi 4,78% pada triwulan I 2019.
 
Perkembangan Sistem Pembayaran
 
Maluku Utara pada triwulan I 2019 terkonfirmasi dari aliran uang kartal antara Bank Indonesia dengan perbankan yang mengalami netinflow sebesar Rp 0,46 triliun sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai yang berkurang paska Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Penggunaan sistem pembayaran non tunai melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada triwulan I 2019 terpantau mengalami penurunan dari sisi nominal. Secara nominal transaksi SKNBI mengalami penurunan sebesar 24,55% (qtq) atau sebesar Rp 716,43 milyar setelah pada triwulan sebelumnya tercatat sebesar Rp 949,56 miliar.

 
Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
 
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Maluku Utara pada Februari 2019 tercatat sebesar 5,09%, lebih tinggi dibanding Agustus 2018 dan Februari 2018 yang masing-masing sebesar 4,77% dan 4,65%. Kenaikan TPT tersebut diikuti oleh penurunan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada periode yang sama. TPAK Maluku Utara pada Februari 2019 tercatat sebesar 64,80%, lebih rendah dibanding Agustus 2018 dan Februari 2018  yang masing-masing sebesar 65,21% dan 71,49%.

Pada triwulan I 2019, Indikator kesejahteraan petani di Maluku Utara yang ditunjukkan oleh Nilai Tukar Petani (NTP) melambat. Rata-rata Nilai Tukar Petani (NTP) Maluku Utara di triwulan I 2019 tercatat sebesar 96,08, turun dibandingkan dengan 96,92 pada triwulan sebelumnya. Secara keseluruhan NTP gabungan Maluku Utara di Kawasan Sulampua memiliki ranking 6 (enam) dari 10 (sepuluh) daerah.
 
Prospek Perekonomian
 
Perekonomian Maluku Utara pada triwulan III 2019 diproyeksikan masih mengalami akselerasi berada pada kisaran 7,9% – 8,3% (yoy). Dari sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan ekonomi didorong sektor PMTB yang disebabkan oleh meningkatnya optimisme dan aktivitas investor paska pelaksanaan Pilpres Indonesia 2019 yang kondusif di Maluku Utara pada triwulan II 2019.

Tekanan inflasi Maluku Utara pada triwulan III 2019 diperkirakan akan mengalami sedikit kenaikan dibanding inflasi triwulan berjalan. Kenaikan inflasi di triwulan mendatang, secara umum diperkirakan disebabkan oleh adanya Hari Raya Idul Adha 2019 dan mulai masuknya tahun ajaran baru sekolah 2019 di triwulan III 2019.

Tags:  

Survei

Apakah Artikel ini memberikan informasi berguna bagi Anda?
Nilai halaman ini:
Komentar:
Show Left Panel